LUKA DAN CINTA

LUKA DAN CINTA
Luka Dan Cinta


__ADS_3

bab 59


.


.


.


Rans mematung dengan air mata tertahan, wajahnya memerah seolah menahan sesuatu dihatinya.


"k..kau bi..cara apa Sa..samantha ??" tanya Rans suaranya bergetar kuat, yang tetap menolak kebenaran ucapan Samantha.


Samantha terlihat frustasi, mengatakan sebenarnya amatlah berat, bukan karna masih ada sisa cinta, namun perasaan tidak tega dan rasa bersalah yang membuat Samantha susah untuk menjelaskan semuanya.


" Rans,.. q.. q.. sudah menikah, q.. q.. sekarang tidak bisa bersamamu.." kata Samantha. ingin rasanya ia mengatakan jika sudah menikah dengan Abigal, namun lidahnya tetap kelu dan amat berat.


Rans membuang tatapannya kesegala arah dengan senyum pahit dan tidak percaya.


" kau marah padaku kan ?? kau ingin mengerjaiku kan ?? karna dulu q meninggalkanmu begitu saja ??!! Samantha.. katakan kau bercanda kan ??!!" ucap Rans sambil memegang pundak Samantha serta tatapan penuh harap pada mata yang sudah basah dengan air mata.


Samantha tertunduk dan menggelengkan kepalanya dengan pelan, " tidak Rans.. yang kukatakan semua adalah kenyataannya.. q sudah menikah,"


" tidak.. itu tidak.mungkin !! bagaimana bisa ??!!!" Rans begitu syok dengan kenyataan yang diucapkan Samantha.


Rans memegang pundak Samantha dan menggunjangkannya, seolah menumpahkan emosi dan kekecewaan dihatinya.


" katakan kau bercanda kan ?? Katakan Samantha !!!? " teriak Rans dengan derai air mata.


Samantha yang merasa tidak tega hanya bisa menunduk dan menangis.


" ini semua hanya permainanmu kan ??!! Samantha,.. jujurlah, katakan sesuatu !!!" Rans terus berteriak dengan pertanyaannya hingga Samantha semakin terisak.

__ADS_1


mama Wina yang melihat Rans terus mengguncang tubuh Samantha langsung berlari mendekat dan berusaha menenangkan Rans.


" Rans.. hentikan !! kau menyakiti Samantha !!" tegur mama wina sambil berusaha melepas tangan Rans yang tidak henti menggunjang tubuh Samantha.


Samantha terjatuh karna gunjangan Rans yang berlebihan.


" ma !! apa maksud mama ??!!" teriak Rans


" Rans kau menyakiti Samantha !!" timpal sanf mama yang membantu Samantha berdiri.


Rans mengusap wajahnya dengan kasar, melihat samantha menangis membuatnya semakin tak karuan.


" Rans, Samantha memang sudah menikah, maafkan mama yang tidak memberitaumu.." terang Mama wina.


" apa ?? hah.. mama jangan bercanda, bukannya mama yang katakan jika samantha pasti akan menungguku !!!? hentikan omong kosong ini q tidak suka candaan seperti ini !!!" bentak Rans dengan kerasnya, ia sudah dikuasai emosi yang memuncak.


" Rans, tenangkan dirimu dulu.. semua yang dikatakan Samantha memang benar sayang, dia sudah menikah.." balas mama wina.


" baiklah, kau menikah dengan siapa Samantha ?? katakan padaku kau menikah dengan siapa ??!!!" teriak Rans yang menarik lengan samantha dengan kasar.


Samantha meringis menahan sakit dengan derai air mata yang terus berguguran.


" lepaskan tanganmu Rans !!!" suara Abigal.yang baru datang membuat Rans menoleh kearah kakak yang berada diambang pintu


Abigal berjalan mendekat dimana Rans, samantha dan mama Wina berada.


" Jangan sakiti Samantha, Lepaskan dia." ucap abigal dengan suara datar.


" kak, kau mengenal Samantha ??!!" tanya Rans


" iya, Samantha adalah istri kakak, Samantha sudah menikah denganku 2 tahun lalu." jawab Abigal dengan pasti dan lantang.

__ADS_1


Tanpa.menunggu Apapun Abigal menarik samantha dan mendekapnya,


" apa kau baik-baik saja ??" tanya abigal dengan lembut pada Samantha.


hanya anggukan sebagai jawaban Samantha kali ini, lidahnya seolah kelu untuk berbicara.


Rans terpaku dengan nafas tak beraturannya. melihat wanita yang ia cintai ada didekapan Sang kakak,


" benarkah ini ??!!" tanya Rans dengan suara bergetar kuat.


mama wina juga terus menitikkan air matanya, rasa kasihan dan tidak tega melihat Rans yang berantakan dan terlihat penuh rasa kecewa.


" iya, semua benar." jawab Abigal dengan singkat.


" kak.. kau..kau jahat sekali !!" gumam Rans.


dengan wajah penuh derai air mata Rans berlari keluar dari rumah.


" Rans !!! tunggu sayang !!!" panggil mama wina.


Namun panggilan mama wina tak diindahkan Rans, Rans malah memilih menaiki mobilnya dan pergi dari halaman rumah itu. bahkan rans memacu kecepatan mobil dengan tinggi.


kaki mama wina terasa lemah, ia terduduk dengan tangisan kesedihan yang mendalam.


Abigal yang tidak tega menghampiri sang mama. " ma, tenanglah, biarkan dia menenangkan diri dulu.." ucap Abigal.


seolah sudah habis kata-katanya, mama wina terus menangis, begitupun dengan Samantha, ia merasa sumber masalah disini adalah dirinya, keluarga yang awalnya amat saling menyayangi sekarang terlihat penuh rasa benci.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2