LUKA DAN CINTA

LUKA DAN CINTA
Luka dan Cinta


__ADS_3

bab 182


.


.


.


Lelah berkeliling, Zakia dan Revandra kembali menuruni tangga, meski terlihat raut kelelahan tetap saja Zakia begitu senang, papanya bahkan telah membawanya kesebuah ruang rahasia milik sang papa yang berada disitu. namun keinginan Zakia untuk.belajar meretas dicegah oleh Revandra.


meski kecewa, namun zakia berusaha menerimanya, jika papanya melarang pasti ada alasan kuat dibalik itu semua.


sesampainya dibawah hidung Zakia bisa mencium aroma makanan yang begitu lezat.


" papa, apa disini ada pelayan juga ??" tanya Zakia.


" tidak ada sayang. semua mereka kerjakan sendiri." jawab revandra


" tapi kenapa ada bau masakan seenak ini..??" ucap zakia lagi..


" kau lupa jika datang bersama mamamu ?? pasti itu mamamu yang memasak.." balas Revandra kembali.


Zakia riang bukan main. ia berlari agar segera bisa tiba diruang makan.


benar adanya ternyata sang mama.tengah sibuk membuatkan makanan yang bisa dibilang begitu banyak.


" wah. mama, masak banyak sekali.." ucap zakia saat sudah dekat dengan mamanya..


" kau sudah selesai ?? iya, sudah lama mama.tidak memasakkan mereka semua.." balas Nada dengan lembut.

__ADS_1


" jadi kita makan disini ma ??" tanya Zakia seakan tak percaya.


" tentu saja. ini sudah waktunya makan siang, untukmu dan papa ada dimeja , sudah mama siapkan. kalau ini semua untuk anggota papamu yang lain." terang Nada menjelaskan.


" mama masak sendiri segini banyak ?? kenapa tidak bilang tadi, mestinya kan aku bisa membantu.." protes Zakia.


" mama dibantu mereka ." balas Nada sembari menunjuk beberapa pelayan pria yang sedang membereskan bekas masakan mereka.


" ini benar-benar membahagiakan." puji Zakia.


" baiklah, kapan kita makan ??" suara Revandra terdengar dimeja makan.


Nada.menerbitkan senyum, lalu menghampiri suami tercintanya.


" ayo sayang kita makan, mama harus segera pulang kasihan adik-adikmu.." ucap Nada


" tenang saja. mereka sudah disini kok.." balas Revandra.


" maksudnya ??" tanya Nada.


Revandra hanya mengalihkan pandangannya keruang depan dimana 3 baby siter membawa Naren dan adik kembarnya.


" ya ampun.. sayang.. kalian kesini.." Nada menghampiri ketiga putranya. naren langsung memeluk Nada dengan erat.


" mama kenapa pergi lama sekali.." protes Naren.


" maaf ya sayang..mama fikir kau akan lama disekolah.." balas Nada dengan penuh perhatian dan kelembuta .


Zakia meraih salah satu adik kembarnya dari gendongan suster.

__ADS_1


" aku tidak menyangka kita akan makan bersama dimarkas papa.." ucap Zakia penuh bahagia.


" sudah, ngobrolnya nanti lagi.. ayo kita makan. Naren.. kesini duduk sebelah papa.." ajak Revandra dengan memanggil.putranya.


Naren dengan antusias berlari mendekati sang papa, ciuman dilayangkan Naren dipipi papanya.


" anak pintar.."ucap Revandra hingga menimbulkan tawa Naren sembari memperlihatkan deretan gigi depannya yang terlihat putih terawat.


Akhirnya mereka menikmati makan siang bersama dimarkas. tak lupa Nada juga menyuruh seluruh anggota suaminya makan juga. ia sengaja membuat begitu banyak makanan untuk mereka.


dalam.hati zakia begitu menganggumi mamanya, yang selalu menyayangi siapapun, bahkan memikirkan kehidupan orang lain.


.


.


.


Rans begitu sibuk hingga ia tidak sempat melakukan apapun kecuali memeriksa laporan dan berkas kerja samanya. ia memutuskan untuk selalu lembur agar bisa segera kembali, rasa rindu dihatinya begitu mendalam kepada Zakia. sesekali ia melihat potret Zakia yang ia abadikan dan dibingkai indah yang ia letakkan dimeja nakas disisi ranjangnya dihotel dimana ia bermalam.


" kenapa kau begitu manis sekali anak nakal " gumam Rans yang tak lepas memandang potret Zakia dimeja nakasnya, sesekali senyum terbit dibibir Rans saat teringat ekspresi wajah Zakia yang terkadang begitu imut dan manis, namun bisa juga menjadi tangguh ketika dalam bahaya.


.


.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2