
bab 225
.
.
Makan malam sudah usai. baik Zakia, Rans dan Kedua orangtua Zakia sudah diluar menuju mobil mereka.
Terkadang Tawa kecil masih terdengar disana.
" Zakia. fikirkan ucapan papa, Rans pasti sangat kawatir padamu, segeralah ambil cuti. " ucap Revandra
Zakia menatap rans dan mamanya. semua memgangguk setuju dengan saran Revandra.
" baiklah pa. besok zakia akan bicara pada kepala" akhirnya Zakia mengiyakan.
" nanti jika dia sudah lahir, kau masih bisa bekerja sayang.." hibur Nada.
" iya ma, Zakia mengerti. "
" ma, pa. kami pulang dulu ya ??" pamit Rans.
" kakak tidak tidur dirumah kita ya ??" tanya Dirya.
"malam ini tidak bisa sayang.. besok ya kalau kakak sudah cuti.." jawab zakia dengan lembut.
" pergilah rans.. hati-hati ya ??" ucap Nada.
" jika Zakia masih keras kepala kau boleh mengurungnya Rans.." timpal Revandra.
" papa !!" gerutu zakia.
Tawa pun terdengar disana. Rans segera membukakan Pintu mobil. Zakia hendak masuk, namun mata Zakia tiba-tiba menangkap seorang anak yang akan menyebrang dan tidak melihat jika akan ada mobil besar melintas. Mata Zakia membulat, ia ikut panik dan tanpa berkata Zakia berlari menyelamatkan anak itu.
" sayang.. kau mau kemana ???" tanya Rans yang mengikuti arah lari istrinya. ia langsung panik dan mengejar Zakia.
" sayang awas !!!" teriak Rans..yang mempercepat larinya agar terkejar.
__ADS_1
Revandra yang baru memasukkan kedua anak kembarnya juga terkejut dan menatap kearah mobil Rans dan zakia. ia juga amat terkejut melihat zakia yang berlari menuju kearah dimana seorang anak yang hendak menyebrang.
" ya Allah.. Zakia !!!" teriak Revandra. Nada langsung menoleh juga.
" Zakia awas sayang !!!" teriak Nada.
dan..
Braaakkk !!!
" Zakia !!!!" Rans berteriak mematung dengan mata berkaca melihat Tubuh istri tercintanya tergeletak bersimbah darah dijalan.
.
.
Air mata Rans membeku bahkan sudah tidak bisa mengalir lagi. mendengar penuturan dokter yang mana istrinya tengah dalam keadaan kritis dan tengah ditangai, kakinya seakan tidak memiliki kekuatan, hingga Rans hanya terduduk diam dengan tatapan kosong.
jika bisa bahkan ia sangat ingin menggantikan posisi Zakia saat ini.
tak lama mama wina serta Abigal dan Samantha juga tiba dirumah sakit. raut wajah kawatir terlihat jelas pada mereka.
" Rans.. bagaimana keadaan Zakia ??" tanya Mama wina.
Rans tidak bisa berkata, lidahnya seakan kelu. Abigal yang selalu tau yang dirasakan adiknya mengusap punggung Rans memberikan kekuatan.
" tenanglah.. kita berdoa bersama demi keselamatan zakia.."ucap Abigal lirih.
" nyonya Nada.. bersabarlah.. kita harus berfikir positif demi keselamatan putri dan calon cucu kita.." mama wina memeluk Nada yang terus menagis terisak sampai tidak bisa berkata.
Pintu ruang IGD Terbuka, dokter keluar bersama beberapa perawat. semua langsung mendekati dokter guna menanyakan keadaan terkini zakia
" dengan keluarga dr.Zakia ??" tanya Dokter itu.
" iya. kami orang tuanya." jawab Revandra yang tetap tegar.
Rans mendekati dokter dan menatap sang dokter penuh harap. " bagaimana keadaan istri saya ??"
__ADS_1
"dr. Zakia harus menjalani operasi sesar segera, karna benturan keras mengenai sisi pinggangnya, akan sangat berbahaya pada janinnya jika tidak segera dikeluarkan. dan kami juga butuh secepatnya donor darah berjenis O negatif agar secepatnya kami bisa melakukan tindakan. diRumah sakit sedang tidak ada sebab O Negatif sangatlah langka, kemungkinan terbesar hanya dari keluarga saja." terang sang dokter.
Revandra dan Nada saling pandang. keduanya hanya berharap pada satu orang yang kini berada diluar kota.
Rans semakin lemah dibuatnya, Rans sangat tau Revandra dan Nada bukannya orangtua kandung zakia. bagaimana bisa mereka mendapatkan donor darah secepat itu.
Semua terdiam ikut memikirkan solusi itu.
" apa dari keluarga dr. zakia tidak ada yang bergolongan darah O Negatif ??" tanya dokter lagi.
Semua saling pandang bingung mau menjelaskan. sedang kan Rans hanya menggeleng pelan.
" ada dok. lakukan segera. saya akan membawa orangnya kurang dari 3 jam." ucap revandra bersungguh-sungguh.
Nada menatap Revandra dan Revandra hanya mengangguk pasti.
" baiklah. kami akan menunggu. tapi jangan lebih dari 5 jam tuan. dr. Zakia benar-benar membutuhkannya segera. kami sungguh kawatir dengan bayi dan Kondisi Dr.Zakia yang melemah."balas Sang dokter.
Revandra mengangguk pasti. sang dokter kembali masuk kedalam ruangan demi menangani Zakia kembali.
" pa, papa mau kesana ??" tanya Nada dengan suara parau.
" iya. sepertinya Tuhan memang hendak membuka rahasia ini. mama tenang saja." jawab Revandra.
" pa. siapa orangnya ??" tanya Rans.
" tenanglah anakku, papa akan segera membawa ibu kandung zakia kesini. kuatkan dirimu, Zakia dan cucuku pasti selamat." ucap Revandra bersungguh-sungguh.
" Vandra. aku ikut.." timpal Abigal.
" aku memang membutuhkanmu. ayo.." ajak Revandra. keduanya segera berlari menuju pintu keluar.
.
.
.
__ADS_1