LUKA DAN CINTA

LUKA DAN CINTA
Luka Dan Cinta


__ADS_3

bab 56


.


.


.


Tak habis-habis Rans menatap potret kecil gambar samantha yang selalu ia bawa kemanapun. dengan berbaring ia terus menatap foto wanita yang tersenyum manis itu.


sesekali Rans tersenyum ketika teringat masa-masa indah mereka bersama. namun senyumnya juga sesekali redup saat teringat ia meninggalkan Samantha dengan masalah besar yang menimpa mereka berdua.


" Samantha, apa kau mau memaafkanku ?? beban berat yang kutinggalkan, akankah kau mau menyadarinya ?? kau boleh memarahiku, kau boleh memukulku, kau boleh menghukumku, tapi q tidak akan menyerah untuk mendapatkanmu kembali.." gumam Rans sendiri.


tak lama ketukan pintu membuyar lamunan Rans,


segera ia membukakan pintu itu.


dengan menunduk hormat pramugari yang mengetuk pintu menyapa Rans.


" maaf mengganggu istirahat tuan muda, waktunya untuk makan malam tuan." ucap pramugari itu dengan sopan.


" baiklah, apa semua sudah siap ??" tanya Rans.


" sudah tuan. silahkan.." pramugari itu mempersilahkan Rans untuk keluar terlebih dulu.


tanpa menjawab Rans langsung melangkah menuju meja dimana makanan sudah disiapkan.


" oh ya, tolong kau bangunkan Revia. dia belum mau makan sejak kemarin." perintah Rans pada Pramugari kala teringat jika.ia kini membawa Revia.

__ADS_1


" baik tuan." pramugari itu memutar arah menuju kamar Revia.


pramugari yang diperintah Rans menghampiri Rans dengan wajah gusarnya.


" tuan, nona tidak menjawab panggilan saya.." ucap pramugari itu sedikit takut.


" kenapa ?? baiklah, saya yang akan membangunkannya." Rans segera berdiri dari duduknya dan berjalan menuju tempat Revia beristirahat.


tokk..


tokk..


tokk..


" Revia ?!!! Revia.. bangunlah !! waktunya makan malam !!" panggil Rans dengan suara cukup keras.


Rans mencoba mengetuk kembali pintu yang terkunci dari dalam, namun hasilnya tetap nihil, tidak ada jawaban. Kekawatiran mulai melanda hati Rans,


" Revia ?! apa kau baik-baik saja ??? Revia !!" panggil Rans yang berusaha.


" kau, ambil kunci cadangan" perintah Rans pada pramugari yang tadi ia suruh membangunkan Revia.


segera pramugari itu berlari menuju loker kunci cadangan, ia kembali dengan segepok kunci ditangannya. segera ia menyerahkan kepada Rans.


" ini tuan." ucap Pramugari itu.


" ya Ampun, kenapa banyak sekali, kunci cadangan kamar ini saja !!" balas Rans


" semua jadi satu tuan, saya tidak tau." jawab Pramugari itu sambil.menunduk takut.

__ADS_1


Rans membuang nafas dengan kasar. ia lalu mecoba satu persatu kunci ditangannya.


ceklek..


Rans sedikit bernafas lega ketika ia bisa membuka pintu kamar istirahat Revia. tanpa.menunggu apapun rans segera masuk kedalam.


betapa terkejutnya ia mendapati Revia meringkuk dengan tubuh menggigil dan wajah terlihat pucat. Rans berlari menghampiri Revia dengan wajah kawatirnya.


" Revia.. revia.. sadarlah.." Rans berusaha membangunkan Revia dengan memangku kepala Revia. suhu panas ditubuh Revia juga snangat tinggi.


" ambilkan air hangat untuk mengompres dia.!! cepatlah !!" perintah Rans yang dipenuhi rasa kawatir pada Pramugari yang juga ikut panik.


" Revia, kau kenapa ?? ya Allah, panasnya tinggi sekali.." gumam Rans yang amat panik, sesekali tangannya memegang kening Revia.


Bahkan Revia sampai mengigau dengan kata-kata ketakutannya.


" to..to..lo..ng..ja..nga..n..to..lo..ng." suara Bergetar Revia membuat Rans tidak tega melihatnya.


pramugari yang datang dengan baskom berisi air hangat serta selimut tebal juga segera memberikannya kepada Rans.


cepat-cepat Rans membenarkan posisi tidur Revia dan menyelimuti tubuh Revia yang menggigil. dengan penuh kesabaran Rans mengompres Kening Revia berulang-ulang. bahkan sesekali Rans menggenggam tangan Revia seolah memberikan ketenangan pada wanita yang dilanda trauma itu.


" kasihan sekali kau, cepatlah sadar Revia.." ucap Rans dalam hati. ia terus mengulang mengompres Revia hingga makan malam sudah terlewatkan. Rans memilih tetap menunggu Revia didalam kamar itu.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2