
bab 212
.
.
.
Rans mengejar Zakia hingga dirumah. entah mengapa Zakia terlihat begitu marah kepada Rans. baik Nada maupun Revandra hanya bisa saling tatap dan mengikuti langkah putrinya memasuki rumah.
" Zakia tunggu !! aku mau bicara !!" panggil Rans yang segera turun dan mengejar Zakia yang sudah tak nampak karna sudah masuk lebih dulu.
Langkah Rans terhenti ketika Nada dan Revandra berbalik dan menghadang jalannya.
" kak, aku mohon biarkan aku bicara pada Zakia !! aku tidak mau dia salah faham.." pinta Rans dengan kawatir.
" sebaiknya kau pulang dulu. sepertinya Zakia belum mau menemuimu.." balas Revandra.
" kak, aku benar-benar tidak sengaja terlambat.. kakak tau kan kak Abi bagaimana ??!! aku tidak diijinkan pergi sebelum mitting usai.. aku mohon kak.." Rans sampai menangkupkan kedua tangannya.
" Jika kalian bertemu sekarang malah akan bertengkar, Zakia masih dalam keadaan marah. sedangkan kau begitu ingin dia mendengarkanmu..!! sudahlah. besok kau bisa datang kembali. sekarang pulanglah dulu.." terang Revandra dengan tegas.
Rans terlihat begitu kecewa. ia memang bersalah disini Zakia berhak marah karna Rans sendiri yang berjanji akan menemani Zakia saat wisuda dan bersumpah.
Rans melangkah menuju mobilnya. sesekali ia melirik keatas dimana kamar zakia berada berharap Zakia akan terlihat, namun semua hanya hayalan Rans saja. balkon kamar Zakia nampak kosong.
Nada mengalungkan tangannya dilengan Revandra.
"apa ucapanmu tidak berlebihan ??" tanya Nada sembari menatap kepergian Rans.
__ADS_1
" aku bingung bagaimana meyakinkan dia jika Zakia marah..hanya itu cara yang terlintas difikiranku secara spontan."balas Revandra.
" aku juga bingung kenapa putrimu meminta kita seperti ini.." timpal Nada.
" biarkan saja. ayo masuk.." Revandra merangkul bahu Nada dan membawa istrinya memasuki rumah.
.
.
Kekecewaan masih nampak diwajah Rans. Kemarahan Zakia kini benar-benar besar. biasanya meski marah Zakia masih mau berbincang dengannya, namun kali ini bahkan bertemu saja Zakia sudah tidak mau.
Rans menepikan mobilnya dan mengusap wajahnya denga kasar. pukulan distir mobilnya menjadi pelampiasan kemarahan pada dirinya sendiri.
" aku harus bagaimana ???" gumam Rans pada dirinya sendiri.
ia bersandar dikursi mobilnya berusaha mencari jalan keluar.
" halo.. "
" halo Rans.. ini aku samantha." jawab suara disebrang
" ada apa kak ??" tanya Rans.
" nanti malam datang kesini ya ?? makan malam dirumah kami, sekalian adikmu berulahtahun ke 4 tahun, mama sudah aku hubungi," terang samantha.
Rans memijit pelipisnya dengan menunduk.
"aku usahakan kak.." balas Rans.
__ADS_1
" apa kau sibuk ??" tanya Samantha.
" tidak juga. aku akan datang." balas Rans.
" baiklah. kami tunggu dirumah." ucap Samantha yang langsung mematikan panggilannya.
kembali Rans menyalakan mesin mobilnya dan segera melesat untuk pulang. hari sudah sore ia juga belum.menemukan solusi untuk menemui Zakia.
.
.
Malam pun telah tiba, Makan malam keluarga tengah diadakan dikedua keluarga besar Rans dan juga Zakia.
mereka berdua mengikuti acara makan malam bersama keluarga masing-masing.
Dikediaman Revandra tawa dan candaan terdengar penuh bahagia. Sikembar sudah menginjak usia 5 tahun mereka sudah sangat aktif dan banyak bicara. sedangkan Naren yang sudah 8 tahun malah banyak diam, tidak seperti saat ia kecil dulu.
sementara dirumah Abigal yang juga tengah mengadakan makan malam keluarga besar bersama karna putri kecil Abigal sudah memasuki usia 4tahun. acara ulangtahun yang hanya dihadiri keluarga inti saja namun tetap sangat meriah.
Rans yang datang langsung menggendong keponakan kesayangannya dan memberikan sebuah kotak besar.
" selamat ulangtahun sayang.. " ucap Rans.
" untuk Hasna ya ?? terima kasih.." balas Hasna dengan suara masih cedal,sembari mencium pipi Rans dengan senyum bahagia.
" sama-sama.. baiklah ayo kita potong kue.." ajak Rans. yang dibalas anggukan oleh Hasna. dan kemudian mereka semua menikmati potongan kue yang sudah disiapkan samantha.
.
__ADS_1
.
.