LUKA DAN CINTA

LUKA DAN CINTA
Luka Dan Cinta


__ADS_3

bab 50


.


.


.


Setelah membersihkan diri Revia keluar dari kamar Rans menuju dimana Rans kini duduk. baju piyama Rans yang kebesaran membuat tubuh mungil Revia terlihat lucu.


" duduklah, q buatkan teh hangat untukmu." ucap Rans yang melihat Revia sudah didekatnya.


perlahan Revia duduk dan menerima Teh dari Rans.


" maaf sudah merepotkan." balas Revia lirih.


" tidak masalah. oh ya, setelah ini apa rencanmu ??" tanya Rans.


Revia dia sesaat, " q tidak tau, q ingin pulang, tapi pasport dan semua identitasku tertinggal dibar itu.." jawab Revia penuh frustasi.


" jadi calon suamimu itu ???"


pertanyaan Rans terhenti ketika Revia mengangguk. hingga akhirnya Revia menceritakan semua yang dialami selama ini. prihatin hanya itu yang dirasakan Rans terhadap Revia.


" sudahlah, pria seperti itu jangan kau tangisi.. besok pagi-pagi sekali q akan kembali kenegara kita, jika kau mau ikutlah denganku." tawar Rans.

__ADS_1


" tapi mereka pasti akan mencariku Rans.. bahkan sampai dibandara juga.." timpal Revia.


" tenang saja, kau aman bersamaku." balas Rans penuh keyakinan.


" terima kasih banyak Rans," ucap Revia dengan mata berkaca-kaca.


" jangan sungkan, q tidak mungkin meninggalkanmu disini jika kau memang ingin pergi.." balas Rans dengan senyum manisnya.


" sekarang istirahatlah dikamarku, q akan tidur disini, besok pagi sekali kita harus berangkat." lanjut Rans.


" k..kau tidur disini ?? emm.. biar q saja yang tidur disini. q kan hanya tamu." balas Revia.


" jangan bicara begitu. sudahlah masuklah kedalam kamar sana.." perintah Rans.


Revia hanya dapat menurut, ia berjalan memasuki kamar dengan berat hati ia menutup pintu kamar itu.


dengan hati-hati Revia mengambil foto itu,


" wanita ini sangat beruntung dicintai oleh pria sebaik dan setulus Rans, kesetiaan yang Rans berikan untuk wanuta ini, ia bahkan memperlakukan wanita dengan baik, dan sopan. tidak seperti dia.. bahkan dia rela menjualku hanya demi uang..hiks..hikss.. Tuhan.. kenapa nasibku seburuk ini.. diriku sudah hancur..." gumam Revia dalam tangisan penyesalannya.


.


.


Dibelahan bumi lain, mama Wina merasa gusar yang berlebihan, ia mendapat kabar jika akhir pekan nanti putra keduanya akan kembali.

__ADS_1


Meski kini mereka tengah memasak bersama,


raut kekawatiran nampak jelas diwajah mama wina, hingga Samantha bisa tau apa yang difikirkan mertuanya itu.


" ma, apa yang mama fikirkan ?? itu sudah terpotong semua," ucap samantha yang membuyarkan lamunan mama Wina. kemudian melihat wortel yang ia potong sudah habis.


" ehm.. tidak sayang, mungkin mama hanya lelah." jawab mama Wina berusaha tersenyum.


Samantha mendekati mama mertuanya. "ma, q tau yang mama fikirkan, jujur saja q juga merasakan kekawatiran atas kembalinya dia kesini, tapi ini memang rumahnya, kita tidak mungkin menolak hanya karna pernikahanku dengan mas Abi. ma.. mama disini tidak bersalah, mama telah menjadi orangtua yang sangat bijak dalam setiap masalah, semua kesalahan ada pada diriku ma, perasaan didalam hatiku yang tidak bisa q kendalikan, biarkan Samantha nanti yang menjelaskan padanya. mama jangan terlalu berfikir jauh.." terang Samantha penuh kelembutan.


mama Wina menitikkan air matanya. dan memeluk Samantha.


" jangan menyalahkan dirimu sayang... kau korban disini.."


" kita hadapi bersama ya Ma, mama jangan menangis lagi.." hibur samantha.


mama wina menjawab dengan mengangguk pelan.


Abigal yang tadinya ingin menghampiri sang istri yang sedang memasak diurungkan.


ia menyadari semua jika kesalahan yang utama adalah dirinya, dia yang menyebabkan semua itu bisa terjadi. namun nasi sudah menjadi bubur, Abigal seolah termakan oleh rencananya sendiri. ia justru jatuh cinta pada kekasih adiknya sendiri.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2