
bab 148
.
.
.
Seperti biasa, Zakia selalu diantar paman gondrong yang sekaligus menjaganya disekolah. meski papanya memberikan penjagaan khusus tak membuat zakia kkeberatan. sejak kecil Zakia memang begitu dekat dengan gondrong, bahkan beberapa hari ini Zakia terus melatih ketangkasan bela dirinya dengan paman gondrong.
semua berjalan normal sepanjang masih dikomplek rumah Revandra. mobil keluar dari komplek dan berjalan menuju Sekolah zakia.
namun tepat diperempatan jalan, mobil Yang dibawa gondrong dengan Zakia sedikit oleg, hingga dengan segera gondrong menghentikan lajunya.
" paman ada apa ??" tanya Zakia.
" saya lihat dulu non. tunggu didalam saja.." jawab Gondrong yang langsung turun dan
meneliti mobilnya, gondrong mendegus kesal ketika mendapati banyaknya paku disekeliling Ban baik didepan maupun dibelakang.
" rusak atau bagaimana paman ??" tanya Zakia yang juga ikut keluar.
" ban nya kena paku non. tolong hubungi orang rumah saja. biar mereka yang mengantar nona kesekolah." pinta gondrong.
" baiklah, aku juga ada ujian hari ini.." balas Zakia yang segera mengeluarkan ponselnya.
baru mau menekan tombol Netra Zakia menangkap sebuah mobil yang melintas yang ia kenal.
spontan Zakia melambaikan tangan dan memanggil sang pengendara. " paman Rans..!!!"
Rans menepikan mobilnya didepan dan segera turun. Zakia bisa bernafas lega karna ada penolong yang datang.
" sedang apa disini ??" tanya Rans.
__ADS_1
" mobilnya kena paku. aku harus segera kesekolah, hari ini ada ujian, paman bisa mengantarku kan ??" pinta Zakia.
"yess, berhasil !!!" batin Rans.
" ow.. ya sudah ayo aku antar. lagian bagaimana bisa kena paku sih ??" tanya Rans berpura-pura bertanya.
" sepertinya memang disengaja tuan. saya minta tolong tuan, antarkan nona Zakia dulu.."pinta Gondrong.
" tenang saja aku akan mengantarnya. ayo Zakia.." Entah karna sangking bahagianya, atau khilaf, Rans menggandeng Zakia dan menariknya menuju mobilnya, dengan penuh semangat Rans membukakan pintu dan mempersilahkan Zakia masuk. meski merasa terkejut Zakia hanya membalas dengan senyum dan segera masuk kedalam mobil.
Sedangkan Rans jangan ditanya lagi. ia bahagia walau cuma mengantar saja, benar-benar konyol memang.
Sepanjang jalan Zakia fokus pada buku ditangannya, membaca setiap kalimat pada buku itu. Sesekali Rans memperhatikan Zakia yang begitu serius ketika memebaca sama sekali tidak sadar jika sejak tadi Rans terus menatapnya.
" kau serius sekali ??" tanya Rans
Zakia tersenyum manis kearah Rans, "iya, hari ini aku ada ujian paman..aku tidak mau sampai mendapat nilai jelek"
" baguslah, kau begitu semangat.." timpal Rans sembari membalas Senyuman Zakia.
crriiittt..
Karna merasa terkejut dengan ucapan Zakia, Rans mengerem mobilnya secara mendadak, Zakia hampir terbentur cap depan jika saja ia tidak menggunakan sabuk pengaman.
" paman ada apa ??" tanya Zakia sedikit panik.
Rans mengatur nafasnya yang memburu, "maaf, maaf, aku hanya terkejut saja.."
" terkejut ?? memangnya kenapa ?? apa ada yang lewat ??" tanya Zakia lagi.
" tidak, maaf ya.." balas Rans yang langsung menatap zakia .
" tidak apa-apa, apa paman teringat sesuatu ?? paman buru-buru ya ??" terka Zakia.
__ADS_1
Rans kembali menyalakan mesin mobilnya dan melaju lagi menuju sekolah Zakia.
" Zakia, " panggil Rans.
" iya ??" jawab Zakia
" kenapa kau akan kuliah diluar negeri ?? apa papamu yang minta ??" tanya Rans ragu-ragu.
" oh..itu, papa dan mama membebaskan aku memilih, tapi itu sudah menjadi niatku, aku ingin seperti paman, kuliah diluar negeri, papa bilang paman lulus lebih cepat dari seharusnya, paman terlalu hebat, makanya aku serius belajar supaya aku bisa kuliah diluar negeri seperti paman. jujur saja, paman yang jadi inspirasiku.." terang zakia dengan ceria.
Rans merasa tersanjung dengan ucapan Zakia, namun kuliah diluar negeri, itu pasti akan menyiksa, jarak dan waktu yang jauh dan berbeda.
" dimanapun itu, asal kau serius belajar semua akan membuahkan hasil, tidak harus diluar negeri juga.." ucap Rans.
" iya sih.. tapi aku benar-benar ingin disana." balas Zakia.
" disana negara bebas, sangat berbahaya, lebih baik disini saja." saran Rans.
" bahayanya bagaimana ??" tanya Zakia dengan serius.
" kau ingin tau ??" tawar Rans.
"tentu saja, kan paman tadi yang bilang !!" protes Zakia.
" nanti malam ikutlah denganku, aku akan memberitaumu semuanya." balas Rans dengan seringainya.
" baiklah, aku tunggu dirumah." Zakia penuh antusias.
Rans hanya membalas dengan senyuman, Zakia benar-benar masih polos dalam segala hal, namun itulah yang membuat Rans semakin menyukai Zakia dalam diam.
.
.
__ADS_1
.