LUKA DAN CINTA

LUKA DAN CINTA
Luka Dan Cinta


__ADS_3

bab 63


.


.


.


Rans mengerjapkan matanya, seluruh tubuhnya terasa sakit dan perih. kepalanya juga sangat pusing sekali.


sebuah senyum manis terlihat oleh Rans saat pertama kali ketika Rans membuka matanya,


" paman sudah sadar ??" tanya Zakia dengan senyum bahagianya.


Rans memegang kepalanya dan hendak memeperbaiki posisinya agar bersandar. segera Zakia membantu Rans agar nyaman dalam posisi bersandarnya.


" terima kasih." ucap Rans lirih.


" sama-sama paman. oh ya, apa kepala.paman masih sakit ?? atau perih disekitar luka ??" tanya Zakia bagai seorang perawat sungguhan


" kau siapa ??" tanya Rans balik, ia merasa asing dengan wajah Zakia.


" oh.. iya, q lupa, paman pasti tidak.mengenalku. perkenalkan Namaku Zakia, q putri papa Revandra, papa Revandra temannya paman kan." terang Zakia penuh antusias.


" kak Revandra ?? kau.. kau putrinya ??" Rans seolah tidak percaya jika Teman kakaknya itu memiliki seorang putri yang sudah menginjak usia remaja.


" iya, q putri pertamanya dari istri pertamanya juga," lanjut Zakia.

__ADS_1


" oh.. iya. jadi ini dirumah kak Vandra ya ??" tanya Rans kembali.


" iya, semalam paman dibawa papa dengan banyak luka dan mabuk sampai tidak sadar, papa sedikit kawatir karna semalam badan paman panas tinggi, dan juga.." Zakia menghentikan ucapannya.


" ada apa ?? apa q berbuat sesuatu ??" Rans mulai kawatir.


" tidak.. emm.. paman hanya.. hanya meracau tidak jelas, tapi ada satu nama yang sepanjang malam paman panggil, kalau q tidak salah nama itu Samantha." terang Zakia ragu-ragu.


Rans membuang tatapannya, ia kembali murung saat teringat semua yang terjadi ternyata bukan mimpi tapi kenyataan, kekasihnya sudah dimiliki kakak kandungnya sendiri.


Zakia merasa bersalah Saat melihat ekpresi wajah Rans yang murung.


" em.. paman, mama tadi berpesan paman harus makan dan minum obat," Zakia.mencoba mengalihkan topik pembicaraan.


" tidak perlu. saya tidak lapar." balas Rans lirih.


" tapi paman sedang sakit, jika tidak minum obat paman tidak akan sembuh.." timpal Zakia.


" tidak perlu," balas Rans.


Zakia tertunduk sambil menggigit bibir bawahnya, ia merasa tidak enak karna mengatakan tentang semalam Rans yang meracau.


Rans yang menyadari gurat kesedihan diwajah Zakia merasa tidak enak, tidak seharusnya dia berbuat seperti itu terhadap orang yang telah menolongnya.


"em.. Zakia, sepertinya pama lapar," ucap Rans sambil.menerbitkan senyumnya. agar Zakia tidak terlalu takut atau canggung.


Zakia mengangkat wajahnya dan memandang Rans yang tersenyum penuh kelembutan dengannya.

__ADS_1


perlahan Zakia juga menerbitkan senyumnya, seketika keduanya tertawa bersama karna kecanggungan yang terjadi.


"maaf ya, saya sudah membuatmu takut." ucap Rans dengan sopan.


" tidak apa paman, maaf juga jika Zakia tadi sedikit lancang dalam berbicara." balas Zakia.


Rans mengangguk pelan. Zakia segera memulai menyuapi Rans dengan penuh ketlatenan.


"apa kau tidak sekolah ??" tanya Rans


" tidak paman, q baru selesai ujian sebentar lagi masuk SMA." jawab Zakia


" wah.. selamat ya.. " balas Rans.


Zakia membalas dengan tersenyum manis.


Revandra yang tidak sengaja lewat didepan kamar dimana Rans berada menautkan alisnya ketika mendengar percakapan akrab didalam. ia segera masuk untuk memastikan kondisi Rans.


baik Rans maupun Zakia menoleh kearah pintu dimana Revandra masuk tanpa permisi.


" papa.." sapa Zakia yang terlihat bahagia.


" Rans, kau sudah lebih baik ??" tanya Revandra yang tidak mengindahkan sapaan putrinya.


" lumayan kak, terima kasih sudah menolongku." jawab Rans dengan pasti.


" jangan sungkan, lanjutkan makanmu, kita bicara nanti saja." terang Revandra sambil berbalik dan pergi dari kamar itu.

__ADS_1


Rans menatap Zakia seolah bertanya, namun Zakia hanya membalas dengan mengendikkan pundaknya seolah tau apa pertanyaan Rans.


.


__ADS_2