
bab 105
.
.
.
Ponsel Zakia berbunyi ketika baru saja keluar dari sekolahnya. senyum mengembang menghiasi wajah Zakia ketika melihat nama yang tertera diponselnya.
" halo kak Via ?? apa kabar ??" ucap Zakia dengan bahagia.
" aku baik, kau bagaimana ?? apa kakak mengganggu ??" tanya Revia dalam sambunga telfon.
" tidak, aku baru keluar dari sekolah. ada apa kak ??" tanya Zakia balik.
" em.. begini, nanti malam aku tidak ada jadwal lembur, aku berniat mengajakmu makan malam, ya sebagai ucapan terima kasih karna waktu itu kau sudah menolongku.." jawab Revia.
" makan malam ya, emm.. gimana ya kak, bukannya aku tidak mau, tapi dikasih ijin tidak sama orangtuaku itu yang susah.." balas Zakia.
" memangnya kau dilarang keluar malam ya ??" tanya Revia.
" iya sekarang." jawab zakia lirih sambil.cemberut, namun itu tidak lama, gadis periang itu sudah mendapat ide hebat untuk bisa keluar dan datang dalam.undangan makan malam Revia.
" ah.. kak, kalau aku mengajak paman Rans bagaimana ??" tanya Zakia penuh antusias.
" apa ??!! tapi.. tapi apa dia mau ??" seolah tak percaya dengan yang didengar Revia memastikan kembali.
" kurasa mau kak, bolehkan ??" balas Zakia.
"tentu.. boleh sekali, semakin banyak yang ikut semakin ramai kan." ucap Revia
" baiklah, nanti kirim saja alamat tempatnya dimana," balas Zakia.
" iya." sambungan panggilanpun terputus.
__ADS_1
Revia termangu dengan ponsel.yang masih melekat ditelingannya.
" Nanti jika Rans berfikir aku memanfaatkan Zakia bagaimana ??" gumam Revia sendiri.
sedangkan Zakia langsung sibuk dengan ponselnya.
" aduh.. akukan tidak punya nomer ponsel.paman Rans.." gerutu zakia.
" minta papa.pasti kena marah.. emm....minta mama sajalah.." segera Zakia.menekan kembali ponselnya
" ada apa sayang..??" tanya Nada yang sudah tersambung.
" ma. zakia minta nomer ponsel paman Rans dong.." pinta Zakia.
"buat apa, ?? jangan mengganggunya lagi.." timpal Nada.
" ma, aku tidak mengganggu, hanya mau.mengajak Paman Rans makan malam saja, ada teman yang mengundangku.., .." pinta Zakia.
" apa ?? Zakia, bagaimana bisa kau.mau mengajak Rans, dia pasti tidak akan mau.." timpal Nada.
" baiklah, mama kasih nomer ponselnya. tapi jika Rans menolak kau tidak.boleh.memaksanya ya.." balas Nada
" ok ma, makasih mamaku sayang.." ucap Zakia kegirangan.
Nada hanya menggelengkan kepalanya Dengan ucapan putrinya itu.
panggilan segera terputus. Zakia senyum-senyum sendiri sambil.menunggu jemputannya tiba.
tak lama Mamanya sudah mengirimkan nomer orang yang diminta Zakia.
" wah... sepertinya aku ada bakat jadi makcomblang nih.." gumam Zakia dengan tawa kecilnya.
ia langsung menekan nomer Rans untuk menghubunginya.
tut..
__ADS_1
tut..
tut..
" halo.. ini siapa ??" suara Rans sudah terdengar ditelinga Zakia
" paman ini aku Zakia." jawab Zakia
" zakia ?? ada apa menghubungiku ??" tanya Rans yang sedikit heran.
" paman, nanti malam temani Zakia ya datang keundangan makan malam temanku.." jawab Zakia tanpa malu-malu.
" undangan ?? jangan bilang acara anak ABG lagi ?? tidak tidak, aku tidak mau.." timpal Rans.
" paman dengarkan dulu, ini bukan acara anak-anak kok.. lagian ada sesuatu yang aku yakin paman akan suka nanti. ya.. please.. paman jika tidak dengamu mana mungkin aku bisa pergi.." pinta Zakia
Rans terdiam sesaat.
" paman, aku mohon ya.." rengek Zakia.
" baiklah, aku akan.mengantarmu lagi." balas Rans yang tidak tega ketika mendengar rengekan gadis periang itu.
" benarkah.. terima kasih paman.. nanti jemput Aku ya " ucap Zakia
" kenapa jemput ?? kau kan bisa pergi dengan sopirmu itu.." balas Rans.
" papa pasti akan melarang. pokoknya paman harus datang titik." tanpa.menunggu jawaban Rans Zakia mematikan panggilannya.
" Zakia !! zakia !!" Rans mendegus kesal. berhadapan dengan anak yang.masih labil.memang menguras emosi dan fikirannya.
namun jika teringat bagaimana reaksi Suara zakia barusan, Rans merasa terhibur hingga tanpa sadar ia tersenyum tipis begitu saja.
.
.
__ADS_1
.