LUKA DAN CINTA

LUKA DAN CINTA
Luka Dan Cinta


__ADS_3

bab 37


.


.


.


Sinar mentari pagi sudah meninggi dengan cahaya cerahnya. keduan anak.manusia yang baru menikmati malam pertama mereka setelah 6 bulan bersama.


Abigal yang terbangun lebih dulu tak habis-habisnya menciumi wajah Samantha yang masih setia dalam tidurnya,


" q tidak menyangka jika Rans tidak melakukan itu padamu, tapi kenapa dia bilang telah melakukannya ??" gumam Abigal.


Abigal terus berkutat dengan fikirannya, rasa bersalah dan bahagia bercampur menjadi satu.


Perlahan samantha mulai terjaga, sesekali ia mengerjapkan matanya, badannya seperti remuk dan sakit sekali, terutama diarea sensitifnya.


terkejut, itulah yang pertama kali terlihat diwajah Samantha ketika melihat Abigal disampingnya yang masih bertelanjang dada.


segera Samantha menarik selimut agar menutupi seluruh tubuhnya yang juga tidak memakai sehelai benangpun.


" kau sudah bangun ??" tanya Abigal yang melihat pergerakan Samantha.


Samantha mengangguk pelan sambil menggigit bibir bawahnya.


" ada apa ?? " tanya Abigal yang mendekati samantha.


" ti.ntidak ada, mas.. kita.. semalam.. kita.." ucap Samantha ragu-ragu.


Abigal membawa Samantha kedalam pelukannya. " terima kasih sayang.. kau sudah mau menerimaku," kata Abigal dengan pelan.

__ADS_1


" tapi.. tapi..kau mendapatkan sisa..-"


" tidak ada sisa, q malah yang membuka segelnya " timpal Abigal dengan senyum bahagia.


Samantha terperajak kaget, hingga ia tidak sadar membuka selimutnya, benar saja ada noda merah disprei tempat mereka tertidur.


Samantha benar-benar tidak menyangka semua itu. malam dimana ia sadar bersama Rans, dia juga tidak memakai sehelai benangpun, bahkan ada noda darah juga disprei hotel waktu itu.


" mas, ini tidak mungkin.. waktu itu... jelas sekali ada noda seperti ini ketika.." ucapan samantha terhenti ketika Abigal menciumnya.


" q tidak perduli mau menjadi yang pertama atau kedua, tapi q mau menjadi yang terakhir dan selamanya untukmu." ucap abigal dengan menatap intens mata Samantha.


Senyum haru nampak diwajah Samantha, tanpa berkata apapun ia berhambur kepelukan Abigal lagi. tempat ternyaman bagi smanatha adalah ketika bersandar didada bidang suaminya itu.


" sudah, jangan menangis lagi, kau kan sudah berjanji untuk tidak menangis lagi.." hibur Abigal.


" q menangis bahagia mas." balas Samantha yang mengusap sisa air matanya.


Samantha melepas pelukannya. " siapa yang bangun mas ??" tanya Samantha dengan wajah polosnya.


Abigal gemas bukan main, ya dia harus ekstra sabar, Samantha adalah gadis lugu, usianya juga masih muda, yang tidak mengenal dunia bebas, bahkan pacaran dengan Rans saja tidak pernah berpegangan tangan,apa.lagi berciuman.


Abigal.memegang pipi Samantha dengan gemasnya. " nanti q jelaskan.. butuh waktu.lama jika menjelaskan itu."


Samantha mengangguk pelan.


" kalau begitu q mandi dulu ya mas.." Samantha menarik selimut agar menutup tubuhnya, ia menurunkan kakinya dan berdiri.


" aakkhhh !!"


rintih Samantha. area terlarangnya benar-benar sakit. hingga ia meringis menahan sakit.

__ADS_1


" apa masih sakit ??" tanya Abigal yang memegang pundak samantha.


Samantha mengangguk pelan, jujur ia masih sangat malu jika membicarakan hal vulgar meski bersama Abigal.


tanpa.berkata Abigal menggendong Samantha dan membawanya kedalam kamar mandi.


sebelum itu Abigal telah menyiapkan air hangat untuk samantha berendam.


" berendamlah air hangat, rasa sakit itu akan.berangsur membaik nanti." ucap Abigal sambil.mengusap kepala samantha.


" terima kasih mas." balas Samantha.


" mau ditemani ??" goda abigal.


wajah samantha bersemu merah karna malu, Abigal tersenyum geli dengan ekspresi istrinya itu.


" panggil q jika sudah selesai," ucap Abigal dengan wajah bahagianya.


ia memilih keluar agar Samantha bisa mandi dengan leluasa.


samantha membalas dengan anggukan dan senyum manisnya.


" mas Abi, kenapa hatiku sebahagia ini ??" gumam Samantha yang menenggelamkan tubuhnya dalam bak mandi.


.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2