
bab 141
.
.
.
Rasa bahagia mulai menyelimuti Diri Abigal, dimana Samantha mulai bisa menerimanya, meski terlihat canggung bertanya seperti apa hubungan mereka, selalu ingin tau segala cerita tentang rumah tangga mereka. dokter telah mengatakan semuanya kepada Abigal, jika Samantha mengalami Amnesia global sementara, yang sebagian dari ingatannya terlupa, namun perlahan bisa diingat kembali seiring berjalannya waktu, serta dukungan keluarga.
bahkan demi segera mengingat kenangan kenangan indah itu, Samantha memaksa Abigal agar segera membawanya kembali kerumah mereka.
meski kondisi Samantha masih terlihat lemah, namun Abigal tetap mewujudkan segala keinginan istrinya itu.
Kini mereka sudah ditiba dirumah besar, bersamaan dengan Kedua orangtua samantha mama wina dan Rans.
mereka mengantar Abigal dan Samantha, bahkan mama wina menerangkan segala sisi rumah Abigal yang disusun rapi sesuai keinginan Samantha dulu.
" sayang.. kau istirahat saja dulu.." ucap Abigal.
" tapi aku masih mau mendengar semua cerita kita.." balas Samantha.
Abigal mengusap kepala samantha dengan lembut. "dokter kan sudah bilang jika kau pasti akan segera mengingat kembali, jangan terlalu dipaksakan.."
" iya Samantha, dengarkan ucapan suamimu..istirahatlah.." timpal ibu Rani.
" baiklah.. maaf ya, aku masih terlihat canggung." ucap Samantha kepada Abigal.
" jangan bicara seperti itu. aku akan terus mendampingimu.." balas Abigal dengan senyumannya.
" ayo.. mama antar..??" ajak Mama wina.
Samantha mengangguk pelan. ia mengikuti mama wina menapaki tangga menuju kamarnya.
Abigal hanya bisa menatap punggung istrinya dari bawah.
__ADS_1
" ibu, ayah, saya mau minta tolong menjaga Samantha disini... saya ada urusan yang harus segera saya selesaikan." pinta Abigal kepada Ibu Rani dan pak Ridwan.
" apa penting Nak Abi ?? perlu ayah bantu ??" tanya pak Ridwan.
" tidak perlu yah. ada Rans dan temanku disana. terima kasih." jawab Abigal
" hati-hati Nak," ucap Ibu Rani.
" baik buk.. saya permisi.." Abigal segera melangkah keluar dengan kunci mobil dan segera pergi dari rumah.
" hari ini kau harus segera berakhir kayra..!!" gumam Abigal sembari menancapkan pedal gasnya.
Sementara Rans membawa Maudy suatu tempat yang sudah menjadi titik temu dengan Abigal dan Revandra, dengan beralasan akan memberi maudy kejutan
" sebenarnya kita akan kemana Rans ??"tanya maudy yang merasa asing dengan jalan yanga mereka lalui.
"bukan kejutan namanya jika harus kuberitau" balas Rans dengan mengedipkan salah satu matanya.
" apa harus ?? aku tidak perlu kejutan Rans.." timpal Maudy.
pipi maudy memerah seperti tomat. ia bahkan menunduk dengan menahan senyumnya.
" tapi Rans.. ini arah kemana ?? sepertinya aku begitu asing dijalan ini.." tanya maudy.
" ini tempat favoriteku maudy..tenanglah..apa kau tidak percaya padaku ??" Balas Rans dengan wajah memungkinkan.
" aku percaya.. oh ya, kenapa tadi kau tidak.membiarkanku.menemui Samantha ?? apa Samantha masih marah padaku ??" tanya maudy mengalihkan pembicaraan.
" Samantha belum sembuh total, aku takut akan berakibat buruk nanti.. kasihan kakakku.." terang Rans
" kau begitu sayang dengan kakakmu," timpal Maudy.
" tentu saja. dia pengganti Papaku. dia orangtuaku maudy... jadi kau juga harus belajar menghormati kakakku dan juga istrinya, yaitu Samantha." terang Rans.
" hah.. kalau diingat sangat lucu ya ?? kau bisa.dengan mudah menerima Samantha menjadi Kakak iparmu, aku salut pada ketegaran hatimu Rans.."puji Maudy.
__ADS_1
" semua perlu proses, kau akan terbiasa nanti ketika sudah lama bersamaku." ucap Rans.
Maudy mengangguk pasti. " aku akan setia bersamamu Rans.."
Rans hanya membalas dengan senyum.manis dan sembari menatap Maudy penuh arti.
"maafkan aku, kau terlalu kejam maudy..aku tidak akan membiarkanmu bahagia dengan diam memendam kesalahan" ucap Rans dalam hati.
.
.
.
.
🧚♂🧚♂
mohon maaf kakak sebelumnya 🙏🙏🙏
dua hari dari kemarin ngk bisa up.. soalnya dirumah sedang tahlilan Alm.Bapakku..🤲🤲🤲
insya Allah. aku usahakan besok udah rutin up lagi..👍👍👍
terima kasih buat yang masih setia dengan karyaku yang amburadul ini.🙏🙏🙏
happy Reading..
😘😘😘
.
.
.
__ADS_1