LUKA DAN CINTA

LUKA DAN CINTA
Luka dan Cinta


__ADS_3

bab 137


.


.


.


Dengan bersenandung bahagia, maudy mendatangi apartemen sang kakak. biasanya ia akan marah ketika mendapati sang kakak sedang bergumul dengan tamu pria hidung belangnya, tidak dengan hari ini. suasana hatinya sedang benar- benar baik, bahkan maudy terduduk menunggu,sambil bermain ponsel, berkirim pesan dengan Rans. kata-kata romantis terus dilayangkan Rans dalam ketikan tulisannya ketika berkirim pesan.


Kayra yang kelelahan mendekati maudy dengan dua gelas berisi anggur kesukaan adiknya itu.


" tumben kau tidak teriak-teriak ??" tanya Kayra sembari memberikan segelas anggur kepada maudy.


dengan senyum bahagia, Maudy menerima dan langsung meneguk secara perlahan anggur hitam kesukaannya.


" kak, ternyata yang kakak katakan benar terjadi. Rans percaya padaku dan mau dekat denganku lagi setelah aku membawa Samantha kerumah sakit... aku tidak menyangka dengan cara seperti itu Rans akan luluh.." Terang Maudy dengan bersemangat.


kayra tersenyum simpul dengan menikmati minuman ditangannya. " kau tetap harus berhati-hati..disisi Rans ada Revandra.. jangan sampai kau bicara tentangku kepadanya..kau mengerti ??"


maudy mengangguk dengan bersemangat. "pasti kak, kakak.tenang saja.."


" dan aku juga mendapat informasi jika Rans akan membawa kasus kecelakaan ini kekantor polisi, bahkan dia memintaku menjadi saksi. terang maudy lagi.


" benarkah ?? hmm.. pasti Revandra kuwalahan mencari pengemudi mobil box itu.." terka Kayra.


" mungkin saja kak, oh ya. memang sopir mobil.box itu sekarang dimana kak ??" tanya Maudy.


kayra tersenyum penuh rasa kepuasan. "dia sudah mati."


maudy terkejut dengan ucapan kakaknya. " mati ?? kakak.membunuhnya ??"


" tidak, hanya memang itu perjanjiannya..dan kakak.sudah memastikan jika dia langsung bunuh diri.." balas Kayra dengan seringai seksinya.

__ADS_1


maudy masih melongo dengan apa yang didengar. menghilangkan nyawa bukan suatu hal yang baik dan pantas dilakukan. namun kini ia sudah terlanjur mengikuti jalan sang kakak yang memang sudah liar sejak dulu.


.


.


Rans meletakkan hasfree keatas meja dikamarnya. ia segera mengetikkan pesan untuk Revandra tentang apa yang didengarnya barusan.


ya, Rans menanam sebuah alat sadap suara diponsel Maudy agar mengetahui semua dan apapun yang dikatakan serta siapapun yang menemui maudy.


Diluar rumah Rans tanpa terduga Revia sengaja datang Ingin menemui Rans. entah mengapa Revia terus berharap dengan Rans meski ia begitu tau jika Rans telah menyukai seseorang.


Revia terlihat bingung mau masuk atau tidak. ia merutuki dirinya yang bersemangat datang kerumah Rans sepulang kerja.


pejaga rumah Rans sedikit heran dengan Revia yang berkata ingin bertemu tuan mereka, namun masih mematung didepan gerbang.


" nona mau masuk atau tidak ??" tanya penjaga.


"ah.. iya..emm..aku hubungi Rans dulu.." jawab Revia ragu-ragu. ia segera meraih ponselnya dan menghubungi Rans.


" halo Revia ada apa ??" tanya rans..


" Rans.. apa kau sibuk ?? aku..aku..dibawah.. dideoan gerbang rumahmu.." jawab Revia dengan suara bergetar dan penuh keraguan.


" apa ?? dibawah ??" Rans berlari kebalkon kamarnya. nampak Revia masih berdiri didepan gerbang. " ya ampun Revia.. masuklah..apa penjaga. tidak memberimu jalan ??aisshh.. tunggu dibawah sebentar.." setelah berkata demikian Rans mematikan panggilannya dan berlari keluar menuruni tangga dan menuju pintu keluar.


Revia melipat tangannya diperut dengan wajah tegang, entah mengapa menyadari jika ia memiliki rasa suka pada Rans menjadikannya terlihat konyol bagi dirinya sendiri.


" kenapa tidak dibiarkan masuk sih !!" teriak Rans kepada penjaga rumahnya.


" maaf Tuan saya sudah membukakan pintu, tapi nona tetap setia diluar.." jawab Penjaga rumah.


" Rans jangan salahkan mereka. mereka baik kok kepadaku.. aku hanya takut mengganggumu saja.." timpal Revia.

__ADS_1


" huh..kau terlalu berlebihan Rev. ayo masuk.." ajak Rans.


Revia mengangguk pelan dan mengekor dibelakang Rans mengikuti langkah Rans. Rans memilih membawa Revia duduk didepan kolam renang rumah mereka.


" kolam renang yang luas.." puji Revia.


" iya. ini buatan kakakku.." balas Rans.


" duduklah, kau mau minum apa ?? biar bibiku menyiapkannya.." tawar Rans.


" tidak perlu.. aku tadi hanya mampir, kebetulan aku ada pertemuan dengan perkumpulan dokter didaerah sini, jadi aku ingin mengunjungimu.." balas Revia.


Rans mengangguk pasti dengan menerbitkan senyumnya.


Sedangkan Revia terus menatap Rans dengan lekat. ia bingung apa harus mengatakan isi hatinya kepada Rans, yang setiap hari membuatnya Uring-uringan tidak jelas. namun setitik keraguan masih tersimpan disisi hati kecilnya, dimana Rans terlihat begitu mengagumi wanita lain.


" Revia.. Rev.." panggil Rans yang menyadari jika Revia larut dalam lamunanya.


Revia terperajak dengan panggilan Rans.


" iya.. maaf..maaf.."


" apa kau ada masalah ?? kau terlihat gugup dan seperti banyak fikiran ??" tanya Rans..


Revia menekan rasa malu dihatinya, ia memejamkan mata " Rans.. aku mau mengatakan sesuatu kepadamu,.. aku..aku..menyukaimu, aku memiliki rasa suka dan Cinta kepadamu."


Rans membulatkan matanya dengan pengakuan Revia barusan.


.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2