LUKA DAN CINTA

LUKA DAN CINTA
Luka dan Cinta


__ADS_3

bab 187


.


.


.


Ketukan pintu membuyarkan lamunan Zakia. dengan segera Zakia meraih buku dimeja belajarnya,


Nada membuka sedikit pintu kamar putrinya itu.


"boleh mama masuk ??"


Zakia menoleh kearah pintu dengan senyum manis menghiasi wajahnya. "masuklah ma.."


dengan perlahan Nada.masuk dan kembali menutup pintu kamar zakia.


dengan penuh kelembutan Nada mengusap kepala Zakia yang duduk didepan meja belajarnya.


" apa kau harus belajar diwaktu libur begini ??" tanya Nada


" hanya bosan saja ma, lebih baik aku belajar saja." balas Zakia sekenannya.


" apa ada yang mengganggu fikiranmu ??" tanya Nada dengan suara lembutnya.


Zakia membalas menatap mamanya dengan menerbitkan senyum, Zakia bisa melihat ketulusan dimata mamanya itu. ia kemudian menunduk dengan mengatur kata-kata untuk mencurahkan hatinya kepada snag mama.

__ADS_1


"tidak apa sayang.. ceritakan saja.. hal.seperti itu lumrah terjadi dalam sebuah hubungan..dalam rumah tanggapun juga selalu ada batu sandungannya, semua seakan menguji kesabaran dan kekuatan kita.." kata Nada mulai menasehati.


" mama selalu tau apa.yang kau fikiran.." Zakia memeluk perut Nada dan bersandar disana.


Nada menerbitkan senyum sembari terus mengusap rambut panjang Zakia dengan lembut.


" jadi ada apa ?? apa kalian bertengkar ??" tanya Nada memulai.


Zakia mendegus kesal, "paman Rans tidak.mau mengangkat panggilanku ma, bahkan pesan terakhirku juga hanya dibaca tanpa dibalas,"


" mungkin dia sedang sibuk, atau yang lain.. berfikirlah positif dulu.." balas Nada.


" sepertinya tidak ma, sebenarnya aku tadi bukan mau menemui teman, tapi tadi aku kebandara mau menjemput paman Rans.. aku sama sekali tidak tau jika papa Darren juga datang.. paman Rans bertemu dengan papa darren, dan papa darren langsung membawaku pulang tanpa mendengar ucapan paman Rans." cerita Zakia dengan suara melemah, terdengar kesal namun juga sedih.


" apa iya ma gara-gara aku langsung ikut papa darren, paman Rans marah padaku ??" tanya Zakia pada mamanya dengan menengadah menatap wajah Nada.


Zakia mencerna setiap kata sang mama, dengan terus memeluk perut Nada.


"benarkah yang mama katakan ?? apa aku harus kerumahnya ??" batin Zakia.


spontan Zakia membuka pelukannya dan menatap Nada. " ma, bolehkan aku kerumah paman Rans ??" tanya Zakia


" untuk apa ??"tanya Nada balik.


" tentu saja untuk membuktikan dia marah atau tidak ??! aku kefikiran terus ma.. boleh ya.. pliss" pinta Zakia dengan mengatupkan kedua tangannya.


Nada terkekeh melihat zakia yang memohon.

__ADS_1


" jika mama mengijikan, apa kira-kira kedua papamu memberikan Izin ??" goda Nada dengan sisa senyumnya.


wajah zakia berubah muram lagi. ia baru ingat masih ada dua gundukan batu yang harus ia lewati jika ingin menemui Rans.


" mau papa antar ??" sebuah suara berasal dari pintu terdengar ditelinga zakia. segera Zakia menengok dan mendapat kedua papanya berdiri didepan pintu itu.


" papa.." Zakia segera berdiri dan menghampiri Kedua papa yang amat ia sayangi.


pelukan pertama Zakia berikan kepada papa Revandra, papa yang begitu ia sayangi dan cintai, dan kemudian beralih kepada Darren, paman yang dianggap papa oleh Zakia yang juga sangat disayangi oleh Zakia.


" maafkan sikap papa tadi dibandara.. seharusnya papa tidak langsung membawamu kembali.." ucap darren.


" papa jangan minta maaf. Zakia tidak masalah kok.." balas Zakia


" bagaimana jika papa antar kau menemui Kekasihmu itu ?? sekalian papa mau minta maaf..??" tawar darren.


" papa serius ??!!" seakan tak percaya Zakia memastikan.


balasan anggukan membuat zakia senang bukan kepalang. hingga kembali memeluk darren dengan erat dan penuh kebahagiaan.


sedangkan Nada dan Revandra memandang dengan ikut bahagia melihat kedekatan zakia dengan darren yang sejak dulu hingga sekarang tidak pernah berubah.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2