
bab 38
.
.
.
Dibelahan bumi lain Rans yang sedang mengerjakan beberapa tugas kuliah, dimeja belajarnya. dimeja nampak foto keluarganua dan tak lupa foto kekasih hatinya samantha. sesekali Rans mengusap gambar foto samantha yang berada didepannya.
" bersabarlah sebentar lagi.. q akan segera kembali.." gumam Rans penuh keyakinan.
.
.
Abigal turun dari kamar sendiri. ia tidak membiarkan Samantha turun karna samantha masih merasakan sakit diarea sensitifnya.
" Abi, kau turun sendiri ?? mana Samantha ?? tumben sekali kau kesiangan ??" tanya mama wina wajahnya penuh kawatir. biasanya Abigal dan samantha selalu turun bersama dan pergi bersama.
" Samantha tidak enak badan ma, emm.. q sedikit capek." jawab Abigal sekenanya.
mama Wina menelisik memperhatikan Abigal dengan seksama. " samantha sakit apa ??" tanya mama Wina.
Abigal terperajak " eh..em.. kelelahan saja." Abigal menjawab sambil mengusap tengkuk lehernya yang tidak gatal.
mama wina menerbitkan senyumnya, ia baru faham setelah sikap Abigal yang aneh barusan.
" baiklah, nanti mama akan bawakan sarapan untuk samantha " ucap mama wina sambil tersenyum.
" biar abi saja ma," timpal Abigal langsung.
" kenapa ?? apa kau tidak akan kekantor ??" tanya mama wina lagi.
__ADS_1
" hari ini q libur ma," segera Abigal menyiapkan sarapan untuk Samantha dan segera membawanya.
" baiklah, Abi naik dulu." ucap abigal sambil berjalan meninggalkan mamanya.
mama wina.menggelengkan kepalanya. "mama benar-benar tidak menyangka jika kau bisa berubah begini Anakku.. semoga kalian selalu bahagia.." gumam Mama Wina lirih.
Didepan cermin samantha kaget bukan main. dilehernya banyak sekali tanda merah.
" ya ampun.. bagaimana q turun jika begini ??!!" gumam Samantha yang meneliti setiap tanda merah.
" aduh.. bagaimana jika nanti dikampus.. !!" gerutu samantha dengan wajah gusar.
Abigal masuk dengan membawa nampan berisi sarapan.
Samantha menoleh suaminya yang baru masuk.
" mas Abi bawa apa ??" tanya Smanatha sambil melangkah menghampiri Abigal meski masih terasa sakit namun sudah tidak terlalu karna berendam air hangat tadi.
" sudah mas, " jawab Samantha lirih.
" duduklah perlahan, q membawakan sarapan untukmu, kita sarapan bersama." ucap Abigal sambil mendudukkan samantha.
" kita sarapan dikamar mas ?? bagaimana dengan mama ??" tanya Samantha.
" q bilang pada mama jika kau tidak enak badan. sudahlah q rasa mama mengerti keadaanmu." jawab abigal yang menyuapkan makanan untuk samantha.
" buka mulutmu.. aaa..." Abigal mencoba menyuapi samantha, meski terlihat kaku, namun Abigal berusaha tetap melakukannya.
dengan senyum bahagianya Smantha membuka mulut dan menerima sesuap sarapan yang diberikan Abigal. ia harus menghargai niat baik suaminya itu.
" makanlah yang banyak, wajahmu terlihat pucat." ucap Abigal.
" mas juga harus makan, saman suapi juga ya ??" tawar Samantha.
__ADS_1
" boleh.." jawab Abigal dengan antusias.
dengan cekatan samantha menyuapi Abigal keduanya saling suap dengan candaan dan senyum penuh kebahagiaan.
" mas tidak kekantor..??" tanya Smanatha
" tidak, q mau dirumah seharian denganmu" jawab Abigal
Samantha tertunduk malu,dengan ucapan Abigal barusan.
" kenapa ?? malu ??" tanya Abigal sambil merangkul Samantha dan menyandarkan kepala samntha dipundaknya
" iya mas, entah kenapa jantungku juga berdetak sangat kencang jika didekat mas Abi.." jawab Samantha ragu-ragu.
" nanti juga akan terbiasa karna kita akan sering seperti ini.." ucap Abigal.
" seperti ini apa mas ??" tanya Samantha dengan wajah polosnya.
Abigal menyunggingkan senyum " seperti ini." jawab abigal yang langsung.menyambar bibir Samantha dan ********** dengan mesra.
keduanya terengah-engah kehabisan nafas karna terlalu lama berciuman. wajah samantha bersemu merah karna mulai mengerti maksud suaminya itu.
" istirahatlah. nanti sore kita akan kerumah mertuaku." ucap abigal dengan mengusap rambut samantha.
" me..mertua ?? ibu dan ayah ??" tanya Samantha memastikan.
" tentu saja sayang.. siapa lagi.." jawab abigal dengan gemas sambil memegang kedua pipi samantha. keduanya tersenyum hingga tertawa lepas karna Abigal sengaja menggoda Samantha bahkan menggelitik tubuh samantha.
.
.
.
__ADS_1