
bab 11
.
.
.
Mobil Abigal memasuki halaman luas rumahnya, mama wina dan samantha segera turun ketika Abigal sudah menghentikan mobilnya.
tanpa berkata apapun Abigal pergi begitu saja. mama Wina sudah yakin jika wanita disampingnya itu memang korban paksaan putra pertamanya.
" ayo kita masuk, ini rumah saya dan Abigal, sekarang juga sudah menjadi rumahmu juga.." ucap mama Wina dengan penuh kelembutan.
Samantha hanya mengangguk pelan, mama Wina menggandeng lengan samantha untuk .memasuki rumah itu.
" apa Rans dulu juga tinggal disini ??" batin Samantha
langkah mereka berhenti didepan pintu kamar yang diyakini Samantha adalah kamar suaminya.
mama wina membukakan kamar itu, aroma maskulin ciri khas pria menyeruak dihidung samantha, nuansa hitam membuat Samantha merasa yakin jika kamar itu adalah kamar suaminya.
" Samantha ini adalah kamar Abi sekarang menjadi kamarmu juga , Abi tidak terlalu suka wrna cerah jadi seperti ini penampakan dekorasinya. berbeda dengan adiknya, kau sudah tau belum Abigal punya seorang adik.." ucap mama Wina penuh senyum.
" samantha tidak tau ma, maaf .." jawab samantha lirih.
mama wina membelai pucuk kepala Samantha. " entah apa masalah kalian berdua hingga pernikahan yang menjadi solusinya, tapi yang mama tau kau tetap menantu mama, mama harap kau bisa bertahan dan bersabar dengan sikap putraku yang dingin itu, entah mengapa mama sangat yakin jika kau bisa merubah Abigal nantinya." nasehat mama wina.
Samantha menerbitkan senyumnya, dan mengangguk pelan.
" istirahatlah, mama akan menyuruh pelayan menyiapkan segala keperluanmu." ucap mama wina lagi.
" terima kasih ma, " balas Samantha.
" sama-sama sayang, " timpal mama wina sambil keluar dari kamar itu.
__ADS_1
Samantha berpidah duduk di sofa panjang, hatinya yang masih terasa sakit membuat Samantha masih redup dalam kesedihan.
" Bi Sumi !!!" panggil mama Wina.
" iya nyonya.." jawab Bi sumi mendekat.
" saya pesan beberapa pakaian dari butik untuk menantu baru saya, nanti jika datang langsung suruh bawa kekamar Abigal, saya harus keluar sebentar.." ucap mama Wina.
" baik nyonya, " jawab Bi sumi singkat.
" dia nona baru dirumah ini. beri tau pelayan yang lain dan juga penjaga yang belum tau." terang mama wina.
" siap nyonya, " jawab bi sumi
mama Wina segera pergi untuk sebuah urusan.
.
.
sesampainya diruangan, Abigal mulai.memeriksa beberapa berkas yang sudah menumpuk,
" kapan pertemuanku dengan RR General ??"tanya Abigal pada asistennya.
" pukul 11 siang, tuan Revandra ingin membawa anda makan siang setelahnya." jawab Deri singkat.
Abigal menyunggingkan senyum tipisnya. "dasar mafia tobat !!" umpat Abigal.
ponselnya berdering segera Abi meraihnya.
" kau tau q mengumpatmu ??" tanya Abigal didalam sambungan panggilan.
" tentu saja, kau tidak lupa kan perjanjian kita ??" jawab Revandra disebrang.
" tenang saja pak tua, q masih mengingatnya dengan jelas." timpal Abigal.
__ADS_1
" cih.. ingatlah kita seusia Abi.. " balas Revandra.
Abigal langsung mematikan panggilannya.
" persiapkan berkas yang harus kita bawa, setelah klien pertama akan memakan waktu lama jika bertemu budak cinta itu.." perintah Abigal pada Deri.
" baik tuan." Deri memutar tubuh dan keluar dari ruangan bosnya.
.
.
Samantha terbangun ketika ketukan pintu dikamarnya.
dengan segera Samantha membukakannya. nampak bibi Sumi dengan beberapa orang asing bagi Samantha.
" nona, ini baju yang nyonya pesan untuk nona." ucap bibi Sumi.
" untuk saya ?? tidak salah ??" tanya Samantha dengan ragu.
" tidak nona. nyonya yang berpesan tadi." balas bi zsumi.
" emm.. tapi ditaruh dimana ya, ini kan kamar tuan abigal??" tanya samantha dengan bibi Sumi.
" biar saya yang mengaturnya, tadi nyonya yang meminta saya menyusun pakaian nona." jawab bi Sumi.
" silahkan bi.." balas Samantha. kedua orang yang membawa beberapa potong pakaian yang terlihat mewah bagi samantha itu segera mengikuti Bi Sumi menuju walk in closet milik Abigal.
" tuan abi marah tidak ya, kenapa q jadi takut ??" gumam Samantha lirih.
.
.
.
__ADS_1