
bab 76
.
.
.
Rans terduduk sendiri dikantin rumah sakit. mama wina berniat mengajak Rans untuk kembali kerumah dulu, mama wina tidak mau ada pertikaian lagi antara kedua putranya. ia akan menunggu sampai Abigal dan Samantha bisa mereda rasa kehilangan dan kesedihannya.
semua semata mama wina lakukan agar kedua putranya bisa seperti dulu.
Revia yang tidak sengaja juga dikantin melihat Rans yang duduk termenung dengan wajah sayupnya.
segera Revia menghampiri Rans, ia cukup simpati dengan masalah yang dihadapi Rans.
" mau minum ??" tanya Revia Sambil.menyodorkan botol air mineral.
Rans mengangkat wajahnya dan menatap Revia yang tersenyum kepadanya.
" masalah datang memang tidak bisa permisi, bahkan kita juga tidak bisa menghindarinya." ucap Revia yang duduk didepan Rans.
" kau masih dirumah sakit ?? sudah malam kenapa belum pulang ??" tanya Rans mengalihkan pembicaraan.
" q mengambil lembur, sebagai dokter yang baru q harus disiplin kan.." jawab revia singkat.
" Rans, kau tau.. q sama sekali tidak menyangka bisa melanjutkan hidupku disini..semua karna kau, jika saja q tidak bertemu kau, mungkin saat ini q..-"
" hentikan membicarakan hal buruk lagi !! q kan sudah katakan lupakan semua yang terjadi diAmerika waktu itu !! kau harus membuat yang baru disini.."timpal Rans yang mengerti kemana arah pembicaraan Revia.
__ADS_1
Revia menerbitkan senyumnya. " kau pandai dalam menasehati orang, tapi kau sendiri bisa terjerumus dalam sebuah masalah yang kau ciptakan sendiri.."
" jangan sok tau !!" timpal Rans.
" dia memang cantik, lebih cantik dari fotonya, tapi dia milik orang, dan sudah Sah dimiliki orang, kenapa kau bisa berfikir membawanya kabur meski kau tau itu berdosa ?!!" Ucap Revia spontan.
Rans menatap tajam Revia, cukup lama hingga Rans memilih membuang nafasnya dengan kasar. mau marah dengan Revia juga tidak ada gunanya, toh yang dikatakan Revia memang benar.
" Rans, kau ini pria tegar, sejak mengenalmu diAmerika q bisa mengerti sedikit demi sedikit kehidupan, kau harus bisa bangkit, jangan terpuruk dari satu kesalahan saja.. berapa kali kau menasehatiku untuk melupakan kenangan pahit di Amerika, ?? tapi kau sendiri ?? malah terus berlarut dalam penyesalan.." celoteh Revia.
tanpa sengaja Revia melihat mama Wina yang mengedar pandangan mencari keberadaan Rans.
" lihatlah, bahkan mamamu masih mau merangkulmu meski kau memiliki kesalahan fatal.. masa kau akan terpuruk begini terus !!" Revia menunjuk posisi mama wina dengan memajukan wajahnya
Rans mengikuti arah pandangan Revia, nampak jelas raut kekawatiran mama wina yang mencari Keberadaan Rans.
Revia berdiri dari duduknya dan melambaikan tangannya.
Mama wina mengerjapkan matanya, namun ia sedikit lega karna disebelah dokter wanita yang memanggilnya ada Rans yang sejak tadi dicarinya.
" Rans.. mama mencarimu sejak tadi.." ucap sang mama.
mama wina beralih menatap Revia " kau... siapa ??"
" pperkenalkan tante, nama saya..-"
" dia Revia ma, teman kuliah Rans diluar negeri. Revia, q pamit dulu.." setelah berkata seperti itu Rans memilih menarik lengan sang mama untuk meninggalkan Revia sendiri.
Revia hanya dapat menyunggingkan senyum tipisnya dan ikut melangkah pergi.
__ADS_1
" Rans, siapa wanita tadi ??" tanya mama wina dalam langkahnya.
" teman ma, oh ya ada apa mama mencariku ??" jawab Rans yang kemudian mengalihkan pembicaraan.
" mama mau mengajakmu pulang, akan lebih baik jika kau tenangkan fikiran dan hatimu dulu..mama sudah bicara pada kakak dan kakak iparmu, semoga setelah ini kalian bisa saling memaafkan dengan kondisi dingin tanpa emosi.." terang mama wina.
" tapi ma, Rans mau bicara sekarang saja.. Rans tidak masalah jika mereka mau menghukumku." timpal Rans.
" Rans, mama mohon kali ini ikuti keinginan mama ya ?? hatimu belum tenang nak.. begitupun dengan kakakmu..dia masih dikuasai emosi jika melihatmu.. mama tidak mau sampai ada perkelahian.." balas sang mama.
Rans membuang nafasnya dengan kasar. ia mencerna setiap nasehat sang mama,
akhirnya Rans mengangguk dan menuruti keinginan mama wina. keduanya melangkah keluar dari rumah sakit hendak pulang kerumah.
.
.
.
π§ββπ§ββπ§ββ
mohon maaf sebelumnya buat men temen Reder yang setia sama karyaku yang amburadul bin sak karepe dewe ini..πππ
ini edisi gabut, author lagi sakit nih..π€§π€§π€§
jadi garing ngk ada nuansanyaππ
tapi bakal q usahain untuk tetap up setiap harinya kok..
__ADS_1
terima kasih..
πππ