
bab 112
.
.
.
Deri dengan perlahan membalut jemari Rans yang terluka akibat menghantam tembok karna melampiaskan kemarahanya pada Maudy.
Rans duduk dengan tatapan mata kosong, ia ingin memaafkan.maudy, namun kesalahannya begitu amat fatal.
Sesekali deri memperhatikan adik dari bosnya itu, matanya menyorotkan penyesalan mendalam dan penuh rasa bersalah.
" apa ada lagi yang harus diselidiki tuan ??" tanya Deri yang sudah selesai membalut luka ditangan Rans.
" tidak lagi kak, mengetahui sebuah kebenaran benar-benar menyakitkan. aku sama sekali tidak menyangka jika maudy sekejam itu.." jawab Rans lirih.
" apa pertemuan dengan klien kita tunda dulu tuan ??" tanya Deri yang melihat arloji ditangannya dimana waktu sudah menujukkan jadwal pertemuan Rans dengan klien.
" tidak kak, aku tidak apa-apa. terima kasih.." balas Rans yang langsung berdiri dan melangkah keluar ruangan, deri dengan setia mengikuti Rans.
.
.
.
Sedangkan maudy terus menancapkan pedal gasnya dengan kecepatan tinggi. sesekali ia mengusap air mata yang terus mengalir ketika mengingat ucapan terakhir Rans kepadanya.
" pergilah dari hadapanku !! aku tidak mau ada penjahat bermuka dua dikantorku !!! " ucap Rans dengan lantang.
maudy memukul setir mobilnya beberapa kali,
" aaaahhhhhh!!!!" teriak maudy dengan kerasnya. ia meluapkan amarah dan kekecewaannya.
Tanpa sengaja maudy melihat Revia dan Zakia disebuah Cafe, hendak memesan minuman untuk dibawa pulang,
"itukan wanita yang bersama Rans.. lihatlah Rans, aku akan menghabisi siapapun yang dekat denganmu !!!" gumam Maudy yang menghentikan mobilnya didepan cafe. semua ity benar-benar sebuah
kebetulan yang membuat Maudy ingin melampiaskan amarahnya.
__ADS_1
" kakak tunggu disini saja, Zakia yang ambil pesanannya." ucap Zakia.
Revia mengangguk dengan senyum manis menghiasi wajahnya.
Zakia segera masuk ketempat pemesanan, sedangkan Revia setia menunggu dan hendak duduk, namun sebuah tangan dengan kasarnya menarik Revia keluar dan membanting Revia ditembok.
" aakkhhh !!!" rintih Revia kesakitan sambil.memegangi lengannya. ia juga menatap maudy yang menyorotkam matanya penuh kebencian.
tanpa berkata apapun maudy langsung menampar Revia beberapa kali.
plaakkk...
plaakkk..
" siapa anda ??!! kenapa menampar saya ??!!" tanya Revia setelah berhasil mencegah tangan Maudy yang hendak menamparnya kembali.
" siapa saya itu tidak penting !!! kau dekat dengan Rans kan ??!!! semua yang berani mendekati Rans akan mati ditanganku !!!!" ucap Maudy penuh ancaman. dan ia langsung mencekik Revia dengan kuatnya..
" aahhhhkk... to..to..lo..ng !!!!" Revia berteriak namun tertahan dengan kuatnya tangan Maudy yang mencengkram leher maudy.
" mati kau !!!" teriak maudy yang semakin menjadi, seolah hatinya sudah tertutup api amarah ia terus mencekram leher Revia.
hingga...
Maudy tersungkur akibat sebuah tendangan yang dilayangkan Zakia.
" aakkhhhh !!!!" teriak maudy yang kesakitan akibat tendangan zakia.
" uhukk..uhukk..uhukk.." Revia terbatuk-batuk sambil memegangi lehernya, ia mengatur nafasnya yang tadi sudah hampir terputus.
" kakak, kakak baik-baik saja " Zakia membantu Revia berdiri dengan kawatirnya.
Revia mengangguk dengan lemah, namun belum bisa berkata apapun, sebab rasanya masih sakit.
Zakia memapah Revia, Maudy yang mengingat siapa Zakia dengan cekatan hendak menyerang Zakia dengan sebuah pulpen belati pemberian kakaknya.
Revia yang melihat zakia hendak diserang membulatkan matanya.
" Zakia awas !!!"teriak Revia hendak.melindungi Zakia, namun Zakia yang waspada langsung menyembunyikan Revia dibelakangnya, dengan santainya Zakia menendang kembali tangan Maudy yang mengarahkan pulpen belati kearahnya.
" aakkghh !!!" Maudy memegang lengannya yang ditendang dengan kuat oleh Zakia.
__ADS_1
" hey !! kau gila atau bagaimana ??!!" teriak Zakia. sambil menatap maudy.
maudy yang melihat beberapa security berlari kearah mereka segera berlari tanpa menjawab pertanyaan Zakia.
Zakia hendak mengejar namun ditahan Revia.
" jangan dikejar, dia wanita berbahaya.." ucap Revia.
" aku mengenalnya kak, dia sekretaris paman Rans.." balas Zakia.
" benarkah ??" seolah tak percaya Revia memastikan.
Zakia mengangguk pasti. " iya, aku baru sekali bertemu dengannya, tapi aku sudah faham wajahnya, dia sangat sombong dan arogan."
" pantas saja.." ucap Revia lirih.
" nona nona tidak apa-apa ?? kami melihat keributan tadi ??" tanya security yang sudah didekat Zakia dan Revia.
" kami tidak apa-apa pak " jawab Revia dengan ramah.
" pak lain kali cepetan dikit ya kalau mau nolong, !!" tegur Zakia dengan kesal.
" maaf nona, kami terlambat.." ucap Security itu.
" sudahlah Zakia, ayo kita pulang saja." ajak.Revia yang menarik lengan Zakia.
" kami permisi pak.. " pamit Revia.
" silahkan nona, maaf atas ketidak nyamanannya.." security itu menunduk hormat.
" tidak masalah." balas Revia.
" sudahlah kak, ayo.." Zakia menarik Balik Revia menuju mobil mereka.
Maudy yang memperhatikan Zakia dan Revia dari mobilnya.
" itukan anak SMA yang menemui Rans waktu itu ?? beraninya dia.. awas saja nanti !!" ucap maudy penuh kebenciaan.
.
.
__ADS_1
.