LUKA DAN CINTA

LUKA DAN CINTA
Luka dan Cinta


__ADS_3

bab 211


.


.


.


Tanpa terasa Zakia sudah lulus sekolah dan kini tengah melanjutkan pendidikannya disebuah Universitas ternama dikota itu. niat yang semula ingin berkuliah diLuar Negeri dibatalkan oleh Zakia demi Rans.


Ia ingin mulai memahami Rans yang selalu bisa memahami dirinya, setia dan sabar menunggu saat Zakia marah ataupun tidak.


Semester demi semester Dijalani Zakia penuh semangat. Hingga tak terasa Wisuda kelulusannya telah tiba. Suatu hal yang amat ditunggu-tunggu oLeh zakia dan Juga Rans.


Kedua orangtua Zakia begitu bangga dengan putrinya yang bisa lulus dengan nilai terbaik dan mendapat gelar sarjana kedokteran.


Meski banyak yang mengatakan jika sekolah zakia akan gagal karna diusia muda sudah berpacaran. namun Zakia bisa mematahkan anggapan miring itu.


dengan didampingi kedua orangtuanya Zakia menjalani sumpahnya sebagai seorang dokter. senyum haru penuh kebanggaan terpancar jelas diwajah Nada dan Revandra. mereka menjadi saksi putri kecilnya yang amat mereka sayangi menjadi seorang dokter.


.


.


Sementara rans yang sedang diruangan mitting seperti sangat gelisah, sesekali melirik jam tangan yang melingkar dilengannya. mitting terasa lama sekali, ingin sekali ia menyudahi semuanya. namun mitting kali ini adalah mitting besar karna bergabung dengan kantor pusat milik sang kakak.


Abigal bisa melihat wajah Rans yang begitu gelisah dan nampak tidak konsentrasi.


" Ransyah !!" panggil Abigal.


Rans seperti terkejut namun ia berusaha tetap tenang.

__ADS_1


" iya..ka..emm..maksudku pak. ada apa ??" tanya Rans, semua mata tertuju pada Rans.


" bisa ambilkan berkas saya diruangan saya ??" pinta Abigal.


Deri yang berada disisi Abigal merasa heran, biasanya dirinya lah yang selalu diperintah, kenapa kali ini harus Rans ??


" tuan. biar saya saja.." timpal Deri.


"biar Rans saja." balas Abigal dengan mata tal beralih pada Rans.


meski heran tak percaya, Rans mengangguk daj segera keluar dari ruangan itu.


Abigal meraih ponselnya dan mengirim pesan pada Rans.


Rans nampak kesal bercampur marah, kakaknya sangat tau jika hari ini adalah hari dimana Zakia wisuda, namun Abigal nampak sengaja tak membiarkan Rans menemui Zakia.


saat akan masuk keruangan Abigal ponsel Rans berbunyi. dengan malas Rans meraih ponselnya, membuka pesan yang masuk ia begitu berharap Zakialah yang mengirimnya pesan.


Senyum terbit diwajah Rans yang langsung memasukkan ponsel kedalam saku jasnya.


" kakak selalu tau apa yang aku fikirkan." ucap rans sendiri. segera ia berbalik dan berlari menuju lift. ia sangat tidak sabar ingin menemui Zakia.


jika dilihat jarum jam sudah menunjukan jika acara wisuda dan pengucapan sumpah sudah berakhir. tetap saja Rans sangat ingin mengucapkan selamat pada Zakia.


.


.


Mobil Rans sudah berhenti didepan universitas dimana Zakia melangsungkan Wisuda.


entah kebetulan atau bagaimana, Zakia bersama Kedua orangtuanya juga keluar hendak pulang.

__ADS_1


" Zakia !!" panggil Rans. mencegah Zakia yang hendak masuk kedalam.mobil.


Zakia menoleh kesumber suara yang sejak.tadi ia harapkan bisa ada saat dia melangsungkan wisuda.


Rans berlari mendekati zakia dengan senyum bahagianya. tanpa berkata lagi Rans langsung memeluk Zakia dengan erat.


"selamat sayang.. kau berhasil.menjadi dokter sekarang.."


Zakia belum.membalas pelukan Rans. Rans merasa ada yang aneh. seketika Rans melonggarkan pelukannya menatap wajah Zakia yang diam tanpa ekspresi.


" kenapa sayang..??" tanya Rans.


" kau melewatkan waktu berharga kita. maaf aku harus pulang.." jawab zakia sembari menurunkan lengan Rans yang masih melingkar diperutnya.


Rans terkejut dengan balasan Zakia.


" sayang.. jangan marah dulu..aku tadi terjebak mitting tahunan.." cegah Rans.


Zakia menepis tangan Rans yang hendak.memegang lengannya.


"pergilah.. kerjakan pekerjaanmu saja.." setelah berkata demikian Zakia masuk kedalam.mobil dan menguncinya.


" Zakia !! buka pintunya !! jangan marah dulu..aku tidak bermaksud seperti itu !!?" teriak Rans yang berlari mengejar laju mobil Revandra yang sudah mulai berjalan.


Nafas Rans terengah-engah. ia tidak menyangka Zakia bisa semarah itu padanya. tak mau menunggu lama Rans kembali berlari kemobilnya dan segera menyusul laju mobil Revandra yang membawa Zakia.


.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2