LUKA DAN CINTA

LUKA DAN CINTA
Luka Dan Cinta


__ADS_3

bab 91


.


.


.


Disepanjang jalan Rans masih bertanya-tanya kenapa Zakia kabur dari pengawal papanya itu.


" sekarang katakan, kenapa kau kabur ?? dan buat apa?? kau tau yang kau lakukan itu berbahaya.." tanya Rans sambil menyetir.


" q mau menghadiri pesta ulangtahun temanku, tapi papa tidak memberikan ijin, meski mama sudah memberiku ijin.." jawab zakia.


" tapi tidak seharusnya kau kabur, kau tau mungkin sekarang papa dan mamamu sedang kawatir memikirkanmu.." terang Rans.


Zakia menunduk dan meremas tangannya, ia juga mengingat betapa mamanya sangat menyayanginya,


Rans yang melihat Zakia murung, hanya membuang tatapannya keluar jendela, Zakia memang masih labil dalam segala hal, harus ekstra sabar jika berhadapan dengan anak ABG begini.


" baiklah, sekarang kau mau pulang atau bagaimana ??" tanya Rans mulai menstandarkan suaranya agar Zakia tidak takut atau murung lagi.


benar adanya, Zakia langsung menerbitkan senyumnya ketika mendengar pertanyaan Rans.


" q mau kepesta ulangtahun temanku paman. emm.. paman bisa kan mengantarku ?? plisss.." pinta Zakia sambil mengatupkan kedua tangannya didepan dada dan menatap Rans penuh harap.


Rans hanya merspon dengan sunggingan senyum tipisnya, baginya Zakia sangat lucu dengan tingkah konyol dan polosnya.


" baiklah, q akan mengatarmu.. " balas Rans singkat.


" benarkah ?? ahhh...paman terima kasih ya..." ucap Zakia kegirangan dengan memegang lengan Rans dengan senangnya.


" iya..iya, Zakia jangan begitu !! q sedang menyetir ini.." timpal Rans.

__ADS_1


" eh.. maaf.. maaf.." Zakia tersadar dengan memperlihatkan senyumnya.


Rans hanya menggelengkan kepalanya.


ia kemudian meraih ponselnya yang terlihat Zakia hingga Zakia membulatkan matanya dan merampas ponsel Rans.


" Zakia !! kembalikan ponselku ?!!" tegur Rans.


" paman mau menghubungi papa kan ??! katanya tadi mau mengantarku !! kenapa malah menghubungi papa !!" protes Zakia.


Rans mendegus kesal. " Zakia, q harus memberitau papamu jika kau sudah denganku supaya dia tidak kawatir..!!"


" benarkah ?? apa paman bisa dipercaya ??" Zakia.mencoba memastikan.


" lihatlah dulu !!" Balas Rans sambil mengambil kembali ponselnya. dan menghubungi Nomer ponsel Revandra.


panggilan segera tersambung,


" halo kak Vandra, ini Rans " ucap Rans.


" ada yang mau q katakan." jawab Rans.


" nanti saja ya, q mau mencari Zakia " balas Revandra.


" itu yang mau q katakan kak, Zakia bersamaku." timpal Rizal.


" apa ??!! denganmu ??!!" seolah tak percaya Revandra sampai meninggikan suaranya, hingga Zakia dapat mendengarnya.


" iya, dia ingin kepesta ulangtahun temannya, q yang akan mengantarnya. kakak jangan kawatir ya.." terang Rans.


Zakia mengerucutkan bibirnya, ia takut jika papanya memaksa untuk pulang dan tidak boleh menghadiri acara teman sekolahnya itu.


" anak itu !! baiklah. entah bagaimana dia bisa bersamamu, tapi q sedikit lega ada kau disisinya, " ucap Revandra.

__ADS_1


" ya sudah kak, q tutup dulu. katakan pada kak Nada untuk tidak kawatir lagi.." balas Rans.


" iya.. q akan katakan padanya. jika dia nakal atau mau kabur kau boleh memukulnya .." timpal Revandra dengan suara sedikit kesal.


Rans hanya menyunggingkann senyum " tennag saja kak, q akan melakukannya jika dia berani macam-macam" balas Rans sambil.menatap Zakia yang terus mengerucutkan bibirnya.


panggilanpun berakhir.


" dengarkan ??! jika minta ijinnya baik-baik pasti diperbolehkan." ucap Rans.


" itu karna ada paman bersamaku, kalau sendiri pasti tidak akan dikasih ijin." balas Zakia


" dimana pesta temanmu itu.??" tanya Rans.


Wajah Zakia berubah bahagia lagi. itu membuat Rans merasa terhibut sendiri dengan tingkah Zakia yang berubah-ubah.


" dijalan XX " jawab Zakia antusias.


" lalu apa kau akan datang kepesta temanmu dengan setelah seragam begini ??" tanya Rans sambil menunujuk seragam Zakia.


" paman tenang saja, q sudah menyiapkannya." balas Zakia sambil menepuk tas sekolah yang sejak tadi ia bawa.


" ya ampun.. kau bahkan sudah menyiapkannya ya.. dasar anak nakal !!" timpal rans.


Rans menghentikan mobil ditoilet umum agar Zakia bisa berganti baju.


" paman tunggu sebentar ya.." ucap Zakia penuh semangat.


" iya, jangan berfikir untuk kabur !!" tegur Rans.


" tidak akan !!" balas Zakia yang sudah keluar dari mobil dan berjalan dengan riangnya memasuki toilet.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2