
bab 172
.
.
.
" aku tidak mau mengabaikan perasaan paman dan perasaanku juga. jujur beberapa hari setelah menolak paman aku tidak tenang, rasa bersalah, rasa aneh dan terkadang aku bingung sendiri terus menghantuiku, bahkan aku jadi tidak fokus belajar karna terus memikirkan semua itu. awalnya aku heran dengan diriku yang terlihat aneh didepan paman. setelah aku renungkan ternyata seperti ini.jatuh cinta, dan rasanya memang begini.." terang Zakia lagi.
" aku mohon paman jangan pergi, paman melarangku kuliah keluar negeri kan ?? lalu kenapa malah paman yang mau pindah ??!! nanti aku bagaimana ??!" ucap Zakia lagi dengan.mata berkaca-kaca.
Zakia hendak berkata lagi, namun secara spontan Rans menarik Zakia kedalam pelukannya.
Zakia yang terkejut membulatkan matanya dan diam mematung. jangan ditanya lagi, jantungnya seakan mau melompat dari tempatnya karna semua itu.
" terima kasih.. terima kasih sudah membalas perasaanku..aku begitu bahagia.." gumam Rans yang mengeratkan pelukannya.
Zakia mengatur nafasnya dan tersenyum lega. perlahan tangannya membalas pelukan Rans.
mama wina dan Nada ikut bahagia melihat putra putri mereka bisa menyadari satu sama lain.
Revandra yang melihat adegan romatis didepannya segera mendekati dua anak manusia yang tengah berpelukan itu.
" hey..hey !! jangan peluk-peluk !!! bukan muhrim !!" omel Revandra yang segera menarik Zakia.
Rans terkekeh mendengar ucapan Revandra.
" papa.. biarkan saja.. toh hanya pelukan !!" timpal Nada.
__ADS_1
" aku tau kau ini iri kan ??" ejek Abigal kepada Revandra.
" enak.saja.. Zakia.ini putriku.. jangan sembarangan ya.." balas Revandra.
" baiklah kak, aku akan menjaga jarakku.." timpal Rans.
"nah itu.. baru betul.." balas Revandra sembari.mengacungkan jempol tangannya.
Semua tertawa dengan tingkah konyol.Revandra.
Rans meraih jemari Zakia dan menatapnya dengan penuh bahagia.
" aku benar-benar bahagia.."ucap Rans.
" jadi paman tidak jadi pergikan ?? tidak jadi kemana-mana kan ??" tanya Zakia penuh harap.
Zakia.murung dengan wajah ditekuk. " lalu bagaimana denganku.jika paman menetap disana !!!?"
kembali Rans terkekeh mendengar rengekan Zakia.
" paman sengaja ya ?? mau.menyakitiku ??"terka Zakia.
"siapa.yang bilang.aku akan menetap.disana ??" tanya Rans yang diimbangi tawa kecil.
alis Zakia.bertaut.mendengar pertanyaan Rans barusan. "maksudnya ??"
" siapa yang bilang aku akan menatap.diLondon ?? aku.memang akan pergi tapi hanya perjalanan bisinis Saja..satu minggu sudah kembali." terang Rans.
Zakia melongo dengan penuturan Rans. lalu beralih menatap papanya dan juga mamanya yang malah membuang muka tanpa memberi penjelasan.
__ADS_1
Rans gemas bukan main dengan tingkah Zakia yang terlihat begitu polos.
" sudah, sudah.. semua tidak penting lagi sekarang. karna kau sudah menerimaku, kita resmi pacaran kan ??" goda Rans sambil.memainkan alisnya naik turun.
Wajah zakia memerah karna malu, ia menunduk tanpa berani menatap Rans.
" hay Rans..!! kau harus menunggu Zakia menjadi seorang dokter.. apa kau sanggup ??!" kata Revandra.
" tenang saja papa.mertua, aku sanggup menunggunya.. sampai kapanpun itu.." balas Rans dengan pasti.
" kau yakin ??" tanya Revandra lagi.
"yakin kak, 100 persen aku yakin." jawab Rans tanpa berpindah tatapannya hanya pada wajah Zakia saja.
Zakia bisa melihat keseriusan dimata Rans, ia kini sudah mantap menjalin hubungan meski diusianya yang masih muda.
" mama tidak menyangka akan melihat hal menakjubkan disini.." ucap mama wina.
"aku kan sudah bilang pada mama tadi dirumah.." balas Abigal.
" apa kau tau akan begini ??".pertanyaan mama wina membuat semua.menatap Abigal.
" tidak.. hanya prediksi saja.." balas Abigal sembari mengusap tengkuk leher yang sebenarnya tidak gatal.
.
.
.
__ADS_1