
bab 210
.
.
.
Dirumah Abigal tengah diadakan acara syukuran atas kelahiran bayi perempuan yang diberi Nama HASNA AZMA ARSENIO
para tamu dari rekan kerja dan kerabat mulai berdatangan memberikan ucapan selamat. termasuk keluarga besar Revandra. Zakia menggandeng Narendra adiknya yang sudah mengijak usia 8 tahun sedangkan kedua orangtuanya harus menjaga adik kembarnya yang kini sangat aktif berjalan.
Rans menyambut Zakia dengan meraih tangan sebelah Naren. "paman juga sedang syukuran ya ??" tanya Naren polos
" tentu saja tidak. paman juga tamu, makanya mau bersama Naren dan kakak Zakia.." balas Rans.
" paman modus.. katakan saja mau mendekati kakaku.." ucapan Naren yang spontan menimbulkan tawa kecil dari zakia.
.
.
Nada memeluk Samantha sembari mengucapkan selamat. "nona Samantha.. selamat atas kelahiran putri pertamanya.. maaf saya tidak datang menjenguk saat dirumah sakit.."
" terima kasih nyonya, tidak perlu seperti itu.." balas Samantha.
Revandra begitu kerepotan menenangkan kedua putra kembarnya yang begitu ingin berlarian.
" Abi !! selamat ya..maaf aku tidak bisa menggendong anakmu.. lihatlah dua anak nakal ini tidak mau diam !!" ucap Revandra sembari menggendong kedua putranya agar bisa diam.
__ADS_1
" itulah dirimu dulu Vandra.. kau fikir dulu kau tidak senakal itu !!" ejek Abigal.
" enak saja !! aku anak baik-baik !!" balas Revandra.
"benarkah ?? lalu yang waktu itu kau...-"
" haisshhh iya.. aku nakal dulu sewaktu kecil sama sangat sama sekali dengan kedua putra kembarku ini.. puas kau !!" ucap Revandra dengan kesal.
" jangan katakan mereka nakal.. kau ini papa macam apa ??!" omel Nada.
" baiklah sayang.. bagaimana jika kau menggendong salah satunya ?? punggungku terasa sekarang.." pinta Revandra.
Nada hanya menggelengkan kepalanya meraih salah satu putra kembarnya dari sang papa. lalu mendekatkan pada bayi mungil yang berada digendongan Abigal.
" dia lucu sekali.. " puji Nada.
" jangan.. nanti adik bayinya nangis.." ucap Nada pada Putra kecilnya meski belum bisa bicara namun suara-suara seolah menjawab terdengar hingga menimbulkan gelak tawa semua yang ada disana.
" minggir.. Naren mau lihat adik bayi..!!" ucap Naren. memukul paha papanya.
" aww !! Naren.. hati-hati sayang.." balas Sang papa.
" papa terlalu besar. Naren sampe tidak bisa lewat.." timpal Naren
" adik bayinya mana ma ??" tanya Naren menatap Nada.
" ada digendongan papanya..itu.." Nada menunjuk Abigal yang menggendong bayinya.
" kak Kia, angkat Naren !! mau cium !!" pinta Naren.
__ADS_1
" Naren.. kau sudah besar.. jangan aneh-aneh.." balas Zakia.
" sini paman gendong.." ucap rans.
tanpa menunggu apapun Rans membawa Naren dalam gendongannya dan mendekatkannya pada Bayi Samantha dan Abigal.
" kenapa dia tidak bangun ??" tanya Naren.
" adiknya ngantuk sayang.. nanti juga bangun.." jawab samantha yang begitu gemas dengan naren, ucapannya seperti orang dewasa saja.
" kapan Naren punya adik bayi lagi pa ??"pertanyaan Naren membuat semua saling pandang.
" memangnya Naren masih mau punya adik bayi ??" tanya Rans.
" tentu saja.!! adik kembar sudah besar semua. mereka sudah jalan-jalan sendiri.. aku mau yang seperti ini.." jawab Naren dengan polosnya.
Zakia.menyembunyikan seringainya, sementara Nada dan Revandra hanya saling tatap saja.
"Vandra. apa.kau akan membuat anak lagi ??" bisik Abigal.
" sembarangan !! sudah cukup ini saja.. lagian sebentar lagi putriku juga menikah.. malu dong kalau aku masih punya bayi.." balas Revandra dengan.santai.
Nada mencubit perut Revandra saat mendengar ucapan frontal dari suaminya itu. sementara Zakia bingung menyembunyikan wajahnya yang sudah seperti kepiting rebus merah merona karna malu selalu menjadi bahan ejekan keluarganya.
.
.
.
__ADS_1