LUKA DAN CINTA

LUKA DAN CINTA
Luka dan Cinta


__ADS_3

bab 161


.


.


.


Zakia.begitu terkejut dengan mobil yang tiba-tiba berhenti. ia segera membuka matanya. " paman, ada apa ??" tanya Zakia dengan kesal.


Zakia meneliti kearah depan, nampak sosok pria yang sejak tadi membuat fikirannya tak karuan keluar dari mobil yang menghadang laju mobil gondrong.


" paman Rans.."gumam Zakia.


gondrong turun terlebih dulu dan menghampiri rans yang juga berjalan kearah mobil Gondrong.


" maaf tuan, ada apa menghadang jalan kami ?" tanya gondrong.


" saya mau bicara dengan zakia sebentar. apa.bisa ??" balas Rans dengan sebuah permintaan.


Zakia juga memilih turun dan menghampiri Rans serta Gondrong yang saling berhadapan.


" Zakia.. bisakah kita bicara ??" pinta Rans.


gondrong menatap Zakia yang terlihat ragu dan begitu gelisah.


" baiklah. hanya sebentar kan ??" balas Zakia berusaha setenang mungkin.


Rans menerbitkan senyumnya dan mengangguk.

__ADS_1


" lalu saya bagaimana ??" gondrong bertanya.


" kau ikut saja. jika tidak kau pasti akan dihukum kak Vandra. aku tidak masalah bila kau ikut." balas Rans.


Gondrong mengangguk. Sedangkan Rans langsung saja.menarik zakia menuju mobilnya. meski terkejut Zakia berusaha setenang mungkin. detak jantungnya seakan berpacu lebih cepat dari biasanya. beberapa kali zakia menghela nafas panjangnya agar tidak terlihat jika ia begitu gugup.


.


.


.


Rans membawa Zakia kesebuah coffeshop tidak jauh dari jalan tadi. sementara gondrong memilih menunggu diparkiran saja, ia tidak mau mengganggu acara anak muda seperti itu.


bahkan ia dengan suka rela melapor kepada Revandra jika Zakia tengah mendapat kelas tambahan.


.


.


" minumlah.." ucap Rans.


Zakia mengangguk dan segera menikmati minuman yang begitu ia sukai juga.


" kau sudah tenang ??" tanya Rans.


Alis Zakia.bertaut dengan pertanyaan Rans. "maksudnya ??"


" kau terlihat begitu gundah sejak tadi. apa kau menjadi canggung karna ucapanku kemarin ??" Rans yang tidak mau bertele-tele segera membuka percakapan.

__ADS_1


" tidak juga.. hanya saja tadi disekolah pelajarannya sedikit susah," balas Zakia mencoba beralasan.


" syukurlah kalau begitu, aku tidak mau karna pernyataan cintaku kau harus canggung kepadaku." kata Rans dengan lemah.


dengan keberaniannya Zakia menatap Rans dengan lekat. Rans memang memiliki wajah tampan dambaan para hawa diluar sana. keramahan dan kelembutan dalam tutur kata siapa saja yang dekat pasti akan jatuh hati dan terpesona. Zakia pun mengakui jika selama ini dihatinya menyimpan rasa kagum yang begitu dalam terhadap Rans, namun hanya rasa kagum bukan rasa lain melebihi hal itu.


" apa ada yang mau kau katakan ??" tanya Rans yang faham dengan tatapan Zakia yang begitu dalam.


" bukannya tadi paman yang bilang jika ingin bicara denganku.." timpal Zakia secara spontan.


Rans terkekeh dengan jawaban Zakia barusan.


" iya, aku begitu kawatir jika kau menjadi canggung dan merasa tidak nyaman karna pernyataan perasaanku kemarin. sejak dikantor aku terus memikirkannya, seandainya aku tidak buru-buru mengatakannya aku pasti sudah mendengar banyakknya ocehanmu kepadaku saat ini.." terang Rans sepenuh hati.


Zakia menerbitkan senyum manis diwajahnya sembari menunduk, tebakan Rans memang benar. kini Zakia memang merasa begitu canggung dan tidak nyaman, tidak seperti biasa.


" paman, aku selalu berfikir jika yang paman katakan adalah lelucon saja, namun tatapan mata paman yang begitu mendalam seolah menusuk dihati begitu saja.." ucap zakia mengatakan yang sebenarnya ia rasakan.


" kau berfikir.begitu ??" tanya Rans memastikan.


Zakia mengangguk dengan pasti.


" selama ini aku tidak pernah berfikir untuk mencintai apalagi dicintai, bagiku hal itu adalah sesuatu yang paling ribet didunia yang harus aku jauhi untuk saat ini, yang aku fikirkan hanya impian dan cita-cita. maaf, selama ini aku tidak sadar jika paman memiliki perasaan lebih terhadapku, sebab aku hanya..hanya menganggap paman sebagai teman papa saja." terang zakia mengeluarkan uneg-uneg dalam hatinya.


Rans dengan setia mendengarkannya. hanya mendengar suara Zakia saja membuat Rans begitu bahagia.


" paman, aku juga tidak mau kita menjadi canggung dan merasa tidak nyaman hanya karna sebuah rasa saja, tapi aku juga merasa tidak enak jika menggantungkan perasaan paman.. maafkan aku paman, untuk saat ini aku belum bisa menerima perasaan cinta dari paman, aku harus melanjutkan impianku dulu, ini masih terlalu dini untukku serius dalam masalah hati," lanjut Zakia dengan memandang Rans begitu dalam.


meski terasa sakit dan sesak didalam hati, Rans berusaha tersenyum. berusaha menerima keputusan Zakia, ia tidak boleh memaksa Zakia dalam urusan hati, Benar kata kakaknya, Zakia begitu mengutamakan impian besar dalam hati dan fikirannya. kali ini Rans harus ekstra sabar jika ingin menunggu cinta dari zakia.

__ADS_1


.


.


__ADS_2