LUKA DAN CINTA

LUKA DAN CINTA
Luka Dan Cinta


__ADS_3

bab 66


.


.


.


Kediaman masih terjadi dikamar Rans, baik mama wina maupun Rans masih setia dalam dia tanpa bicara apapun.


mata sendu dengan air mata yang sudah kering milik mama wina terus menatap sang putra yang memilih menatap kearah jendela menghindari sang mama.


Baik Zakia maupun Nada seolah.memberi ruang untuk ibu dan anak yang sedang dalam masalah itu.


" ma. kenapa paman Rans terlihat tidak suka.nyonya tadi datang menjenguknya ?? bukankah dia ibunya paman Rans ??" tanya Zakia dengan polosnya.


" mereka sedang ada masalah sayang, kita tidak boleh ikut campur.." jawab Nada dengan lembutnya.


Zakia mengangguk pelan pertanda mengerti.


" segera hubungi papamu untuk cepat pulang ya.." pinta Nada pada putrinya.


" iya ma.." Zakia berlari mencari keberadaan ponsel miliknya.


.


.

__ADS_1


" sampai kapan kau akan begini rans ?? sampai kapan kau akan menghukum mama..??" tanya mama wina yang berusaha tegar.


Rans masih hening tak merespon.


" hukumlah mama sesuka hatimu sayang.. mama tidak akan keberatan,tapi mama sangat tidak mau kau jauh dari mama begini...katakan sesuatu pada mama sayang..." ucap mama wina, kata-kata lembut namun penuh ketulusan hati.


Rans menelan slavinanya dan masih diam.


" disini mama memang bersalah, tapi semua sudah terjadi..jika sejak awal mama tau Wanita yang dinikahi kakakmu adalah kekasihmu, mama pasti akan melarangnya.. ide untuk menerima keputusan kakakmu adalah dari mama, mama siap dengan segala konsekuensinya.."terang mama wina yang akhirnya mulai menitikkan air mata.


Rans memejamkan matanya menahan hati yang bergejolak bagai air mendidih.


" ma, sebaiknya mama pulang.. Rans mau tidur." ucap rans secara singkat.


mama Wina menggelengkan kepalanya dengan pelan.


" pulanglah ma," pinta Rans lirih.


" jika mama diposisiku, apa yang akan mama lakukan ?? disana q berusaha melakukan yang terbaik agar q bisa segera kembali, tapi setelah disini, apa yang q dapatkan ??!! sebuah kebohongan ?? sebuah penghianatan ?? bahkan dari keluargaku sendiri.." ucap Rans dengan terus menahan emosinya.


" baiklah, mama akan pergi. tapi tolong jangan larang mama menemuimu ya..??" pinta mama wina.


Rans hanya terdiam dengan wajah berpaling kesamping.


perlahan mama wina keluar, meski belum mendapat maaf dari putranya, mama wina sedikit bernafas lega, setidaknya ia sudah melihat kondisi Rans.


.

__ADS_1


.


" mas, kau tidak jadi menemui Rans ?? kita harus segera bertemu dengannya " ucap samantha yang mulai teringat masalah dirumah.


" nanti malam q akan kesana. kau jangan kawatir ya.." balas Abigal dengan kelembutannya.


Samantha menggigit bibir bawahnya seolah masih dihantui rasa bersalah. apa lagi kini ia tengah mengandung, akan seperti apa reaksi Rans nantinya samantha sendiri seolah tidak bisa membayangkan.


" jangan berfikir terlalu berat. dokter bilang usia kandunganmu masih sangat muda, kau tidak boleh sampai kelelahan apalagi sampai stres.." ucap abigal yang seolah tau isi fikiran Samantha.


" entahlah mas. q selalu mencoba untuk tidak terlalu memikirkannya, tapi.. tapi.. selalu saja begini, q.. q.. terus merasa bersalah terhadap Rans..dan.. hubunganmu dengan Rans jadi renggang karna q.."balas Samantha dengan wajah memelasnya.


Abigal mengusap pipi istrinya itu. " semua akan segera membaik, percayalah."


Samantha membalas dengan anggukan pelan dengan senyum tipis melengkungnya.


.


.


" dasar kalian payah !! kenapa bisa sampai ada yang menolongnya !!!? dan kenapa kalian baru melapor sekarang ??!!!" teriak seorang wanita pada dua pria yang menunduk didepannya.


" maaf nona, kami fikir jalan itu sudah sepi ditengah malam, ternyata ada ketua mafia yang menolongnya yang mungkin juga tidak sengaja melewati jalan itu." balas salah satu pria itu.


" aahhh !!! rugi saya membayar kalian jika begini !!!! saya tidak mau tau, kalian harus mendapatkan pria itu secepatnya !!! kalau tidak...nyawa keluarga kalian yang menjadi taruhan !!" ancam wanita itu sambil melangkah pergi dan memakai kembali masker putih dan kaca matanya.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2