
bab 165
.
.
.
.
Mitting kali ini mengharuskan Rans berangkat ke London atas permintaan Abigal. mereka membuka kerja sama disana dan harus hadir dalam penandatangan dan perjanjian kerja sama.
entah sejak kapan Rans sendiri tidak tau, Abigal sudah menyiapkan semuanya.
dua jam duduk diruang mitting membuat Rans meregangkan otot-otot ditubuhnya. ia mengusap wajahnya perlahan. Perintah Abigal tidak mungkin ia tolak, akhir minggu ia harus berangkat keLondon. notif pesan baru saja masuk dari Revandra yang meminta Rans untuk ikut dengannya makan siang.
Perusahaan mereka berdua memang diakui oleh berbagai pengusaha dikota itu. bahkan karna bersatu dengan perusahaan Revandra, banyak investor yang begitu ingin bergabung dengan mereka.
.
.
Sementara Zakia yang sudah selesai ujian hanya berangkat mengumpul beberapa tugas saja. setelahnya ia langsung pulang tanpa mau berlama-lama disekolah.
entah mengapa Hati Zakia terasa ada yang kurang, seakan ada sesuatu yang menelisik masuk kedalam fikirannya.
" kenapa aku jadi begini ?? kenapa aku malah memikirkan paman Rans terus.. seharusnya kan sudah tidak !!" gumam Zakia lirih. namun masih terdengar oleh gondrong.
Gondrong menyunggingkan senyumnya. "nona, ingin menemui tuan Rans ??" tawar Gondrong.
"paman jangan bercanda !! aku sudah mau menghindarinya, kenapa malah menyuruhku menemuinya..!!" gerutu Zakia.
" saya kan hanya memberi saran " timpal gondrong.
" saran paman tidak tepat !!" ucap zakia dengan kesal.
__ADS_1
gondrong terkekeh dengan jawaban Zakia. ia memacu kecepatan mobilnya agar segera sampai dirumah.
.
.
Revandra menghentikan laju kendaraannya didepan bar milik Abigal. Rans dan Abigal yang mengikutinya keheranan.
" kenapa kita kesini kak ??!" tanya Rans yang turun terlebih dulu.
" sudah lama aku tidak minum anggur langka milik Abigal.. ayo temani aku.." ajak Revandra.
" kau gila atau bagaimana !!! ini siang Vandra !!" protes Abigal.
" memangnya kenapa ?? tidak masalah dong !!" Revandra melenggang masuk dengan menarik Rans terlebih dulu.
Abigal hanya bisa menggelengkan kepalanya tanpa berkomentar lagi, Temannya yang satu itu memang selalu melakukan hal-hal aneh semenjak menikah.
Didalam.bar milik Abigal memang selalu ramai. melihat sang pemilik datang pelayan segera mempersilahkan Abigal serta Revandra dan Rans untuk menuju ruang khusus yang dulu biasa Abigal gunakan.
" ahh..ya ampun.. sepertinya sudah lama aku tidak duduk disini.." Revandra meletakkan bokongnya duduk disofa panjang dengan santai.
" kak, aku kembali kekantor saja ya, ada beberapa berkas yang harus aku periksa." pamit Rans.
" eh..jangan.. biar diurus Deri saja, duduklah dengan tenang disini.." cegah Revandra.
Rans akhirnya pasrah, ia bukan peminum seperti Abigal dan Revandra. bahkan hanya dua gelas saja Rans bisa mabuk dan tidak sadar.
pelayan segera membawakan anggur kesukaan Abigal.dan meletakkannya diatas meja mereka.
"bar mu ramai juga ya ??" celoteh Revandra.
" usahaku tidak ada yang tidak baik !!" balas.Abigal dengan ketus.
Revandra segera menuangkan anggur pada 3 gelas didepan mereka.
__ADS_1
" baiklah.. kita rayakan saja dulu tender kita yang akan go internasional.." Revandra mengangkat gelas miliknya.
Rans hanya melongo.sedangkan Abigal hanya menautkan alisnya.
" kau saja yang minum, aku sudah janji dengan Samantha untuk.tidak.mabuk.lagi.." ucap Abigal.
"ya ampun Abi, ini hanya sedikit !! kau ini takut sekali.dengan istrimu !!" protes Revandra yang.menyerahkan.gelas kepada Abigal.
dengan malas Abigal menerimanya. Revandra beralih menatap Rans yang masih diam.mematung.
" hey Rans.. ayo ambil gelasmu !!"
Rans tersenyum tipis dan segera meraihnya. ketiganya bersamaan meneguk minuman didalam gelas hingga tandas.
" ini segar.." ucap Revandra yang kembali menuang lagi.
hingga beberapa gelas dan botol sudah habis terminum oleh ketiga pria itu.
bahkan wajah Rans sudah memerah karna hampir mabuk.
satu gelas kembali diserahkan Revandra kepada Rans. " kak, aku sudah pusing.." ucap Rans dengan suara parau sembari memegang kepalanya.
" kau harus meminum satu lagi, supaya pusingmu itu hilang !!" balas Revandra asal.
Abigal hanya membuang tatapannya.
Rans yang percaya kembali meneguk gelas berisi minuman itu.
" Vandra, hentikan !! rans tidak biasa minum seperti ini.." gertak Abigal sembari menahan Revandra yang hendak menuang Minuman kedalam gelas.
Senyum kepuasan nampak diwajah Revandra apalagi ketika melihat Rans sudah meletakkan kepalanya diatas meja.
.
.
__ADS_1
.