LUKA DAN CINTA

LUKA DAN CINTA
Luka dan Cinta


__ADS_3

bab 222


.


.


waktu terus bergulir, kehidupan Zakia dan Rans berjalan penuh kehangatan dan Cinta. mereka berdua selalu kompak dan saling memahami, hingga menimbulkan rasa iri bagi pasangan yang melihatnya, termasuk Abigal dan Revandra.


namun meski begitu semua keluarga tak dapat menyembunyikan kebahagiaan yang mendalam ini,


Kini lengkap sudah kebahagiaan keluarga Abigal. adiknya kini telah bahagia, bersama dengan wanita yang dicintai meski harus menghadapi banyaknya lika liku masalah. rasa bersalah yang membelenggunya perlahan mulai sirna.


Begitupun dengan Revandra dan Nada,kebahagiaan mereka semakin bertambah ketika mendapat kiriman gambar Testpect dari Zakia yang sudah tinggal dirumah Rans.


Dikelilingi dengan banyak keluarga yang begitu menyayanginya membuat Zakia seolah menjadi seorang putri,apa lagi diawal kehamilannya ini.


semua begitu posesif menjaga Zakia layaknya berlian. Bahkan Zakia selalu dilarang kerumah sakit, namun Zakia selalu saja menolak.


untungnya meski hamil muda, Zakia tidak pernah mengalami morning sicknees seperti wanita hamil muda pada umumnya, ia terlihat biasa, dan bahkan tidak pernah merasakan nyidam. Rans terkadang merasa heran pada istrinya yang begitu kuat dan tidak pernah mengelu saat hamil.


seperti pagi itu.

__ADS_1


Rans hendak kekantor, sejak semalam ia sudah membujuk Zakia agar tidak bekerja. namun entah mengapa Zakia terus menolak.


pagi itu Zakia duduk dimeja makan bersama mama wina sembari meneguk habis segelas susu hamil yang sudah disiapkan oleh pelayan.


" kau akan tetap kerumah sakit ??" tanya Rans lagi.


" Hubby, berapa kali aku katakan. aku baik-baik saja.. aku merasa bosan jika dirumah..menolong orang bersalin dan hamil seolah seperti memeriksa diriku sendiri. itu sangat menyenangkan"balas Zakia


" nak.. usia kandunganmu sudah memasuki 8 bulan. kenapa tidak ambil cuti saja. jujur mama sedikit kawatir jika kau kelelahan nanti.." ucap mama wina menengahi.


" mama tenang saja. saat usia kandunganku sudah 9 bulan. aku akan cuti. tapi untuk saat ini aku belum.bisa.. maaf ya ma..??" balas Zakia sembari menggenggam jemari Mama wina.


Zakia membalas dengan senyuman. itulah kehidupan Zakia dirumah Rans. mama wina amat menyayangi Zakia melebihi Rans. Tutur kata yang selalu lembut dan penuh perhatian, seakan membuat Zakia selalu mengingat sang mamanya sendiri.


" ma.. kenapa malah mendukungnya sih ??!!" protes Rans.


" hmm.. Rans.. istrimu juga butuh hiburan. dia akan stres jika hanya diam dirumah.."timpal mama wina.


" kan bisa jalan-jalan ma jika bosan.. aku hanya tidak mau dia sampai kelelahan.." balas Rans.


" sadarlah.. istrimu wanita karir, kau harus memakluminya..!! itulah kenapa mama selalu katakan jika kau harus selalu waspada, Zakia kini sudah hamil tua, kau harus stanbye menunggunya.." hardik mama wina.

__ADS_1


Rans hanya mendegus kesal begitu saja. sedang kan zakia menjulurkan lidahnya mengejek Rans. ia selalu berhasil membuat mama wina membelanya.


" untung sayang.. kalau tidak.. huh.. sabar..sabar..." batin Rans yang segera membantu Zakia berdiri untuk berangkat.


" ma, Zakia pamit ya..??" pamit Zakia seraya mencium tangan mama wina.


" iya. hati-hati ya.. ini bawalah.. makan siang untukmu, jangan lupa dimakan, harus tepat waktu." pesan mama wina yang menyerah kotak makanan pada Zakia.


" terima kasih ma.. pasti Zakia makan." balas Zakia sembari memeluk mama wina.


" zakia saja ??!! Rans mana bekalnya ??" protes Rans.


" kau pasti nanti mitting kan ?? dan selalu dicafe sambil makan siang.. untuk apa mama.bawakan bekal.." balas Mama wina.


kembali Rans hanya membuang nafasnya dengan kasar.


Keduanya kemudian segera keluar dari rumah dan menuju mobil untuk berangkat ketempat kerja mereka. Zakia sudah dilarang membawa mobil sendiri. Rans dengan setia mengantar dan menjemput Zakia.


.


...

__ADS_1


__ADS_2