
bab 95
.
.
.
Malam semakin larut acara ulangtahun adik Revia juga sudah berakhir. bahkan makan malam hangat bersama keluarga Revia juga baru saja selesai dilakukan. segera Rans dan Zakia berpamitan untuk pulang. baik Revia Dio dan kedua orangtuanya mengantar kepulangan Rans dan Zakia sampai didepan pintu.
Setelah drama pamitan, Rans Dan zakia segera memasui mobil dan meninggalkan rumah Revia.
" Dia baik kan pa ??" tanya Revia pada sang papa.
" iya, papa juga tidak menyangka jika dia adik Abigal. sebab sifat mereka berdua sangat berbeda." jawab Sang papa.
" sama denganku dan kak Revia kan pa ?? aku pendiam kakak cerewet." timpal Dio.
Revia menghadiahi adiknya dengan pukulan kecil dipunggung adiknya itu.
" sembarangan.. kau ini !!" Dio hanya tertawa dengan pukulan sang kakak
" Via. nginep disini kan ??" tanya sang mama.
" iya kak, ini sudah malam, " timpal Dio.
" iya, aku akan menginap. ayo kita masuk.." ajak Revia dan semua mengikuti langkah Revia memasuki rumah.
.
.
Zakia menyandarkan tubuhnya, rasa lelah dan mengantuk menyelimuti dirinya.
__ADS_1
" paman, aku kenyang sekali.." ucap Zakia
" tidurlah, jika sudah sampai aku akan membangunkanmu." balas Rans.
Zakia mengangguk dan mulai memejamkan matanya sebelum itu ia mengatakan sesuatu. "terima kasih paman. sudah mau mengantarku, aku tidak tau jika tidak ada paman aku bisa datang atau tidak.."
" jangan berlebihan, anggap saja ini balasan karna waktu itu kau sudah merawatku ketika aku sakit." balas Rans sambil melihat Zakia namun Ternyata karna terlalu lelah Zakia sudah tertidur tanpa mendengar ucapan Rans.
Senyum mengembang diwajah Rans ketika melihat betapa lucunya Zakia ketika tertidur. wajah polosnya seolah menandakan betap ia amat dijaga keluarganya.
perlahan Rans memakaikan Jas yang ia lepas sejak tadi ketubuh Zakia. dan kembali.fokus pada jalan lagi.
.
.
Pagi hari menyapa, Samatha dan abigal sudah bersiap melakukan perjalanan bulan madunya. dengan diantar Deri Samantha dan abigal menuju Bandara.
" kak Deri, sudah sarapan belum ??" tanya Samantha dengan ramah.
" memang kenapa ??" Abigal.menyela.
" diamlah, aku sedang bicara dengannya.." balas Samantha.
" sudah nona, saya punya riwayat sakit lambung. jadi jika pagi saya harus sudah sarapan. kebetulan saya dan istri bekerja bersama, jadi jika pagi kami selalu sarapan bersama." terang Deri.
" aku sama sekali tidak.menyangka jika kak Deri sudah menikah.. wajah kak Deri lebih muda dari mas Abi.." ucap samantha.
uhukk..
uhukk..
" sayang apa maksudmu ?? kau mau bilang aku sudah tua ??!!" protes Abigal yang tersedak ketikaa mendengar ucapan istrinya itu.
__ADS_1
" mas kan memang sudah tua, buktinya semua temannya mas sudah memiliki anak semua.." ejek Samantha.
Abigal mengerucutkan bibirnya dengan jawaban Sang istri. tapi memang benar apa yang dikatakan samantha barusan.
" Hanya nona yang bisa membuat Tuan Abigal serius dalam hubungan. saya salut dengan anda nona." puji Deri.
"jangan berlebihan.. ingat kau sudah menikah deri !!" timpal abigal yang tidak bisa menyembunyikan kecemburuannya.
"memangnya dulu mas Abi tidak pernah mau serius ya kak ??" tanya Samantha kepada Deri tanpa.mengindahkan ucapan Abigal.
" tentu saja tidak nona, bahkan banyak wanita yang dikecewakan tuan abi selama ini, Tuan tidak mau jika para kekasihnya dulu mengaajaknya menikah."balas Deri.
Abigal yang geram memukul kepala Deri.
pukk..
" aww..!! Tuan !!" Deri melirik kespion depan yang mendapat pelototan dari Abigal. seolah tau jika yang dikatakan sudah berlebihan Deri hanya menelan ludahnya dengan kasar.
" mas, kenapa kak Deri dipukul !!" tegur Samantha.
" dia mengatakan sesuatu yang berlebihan sayang..jangan didengarkan lagi ya.." bujuk Abigal kepada istrinya agar tidak bertanya tentang masa lalunya lagi.
" benarkah ?? betul kak Deri ??" seolah tak percaya Samantha bertanya kepada Deri
" be..betul nona, maaf tadi saya bercanda saja" balas Deri berusaha tetap tenang.
" nah kan, kau dengar sendiri... sudahlah, kita sebentar lagi sampai dibandara.." ucap Abigal yang meraih tubuh samantha dan merengkunya dengan mesra.
Samantha hanya menerbitkan senyum kebahagiaannya, impiannya keluar negeri ternyata terwujud ketika kini dia sudah bersuami.
.
.
__ADS_1