
bab 40
.
.
Sepulang dari rumah orangtua Samantha Abigal membawa Samantha kesebuah hotel milik sahabatnya. disana ia sudah menyiapkan sebuah kamar berhiaskan bunga-bunga indah dengan nuansa Romantis seperti saran sahabat sesatnya, siapa lagi jika bukan Revandra.
" mas, untuk apa kita kehotel ??" tanya Samantha penasaran.
" malam ini kita menginap disini." jawab Abigal singkat.
ia langsung menarik tubuh samantha merangkul pinggangnya dan membawa istri kecilnya memasuki hotel mewah itu.
suguhan sebuah hotel berbintang dengan kemewahan didalamnya membuat Samantha terkagum-kagum. baru kali ini ia memasuki sebuah hotel berkelas internasional yang benar adanya jika hanya para sultan saja yang bisa bermalam disitu.
Abigal langsung menuju lift khusus dan menekan nomer lantai kamar yang telah ia siapkan.
malam ini ia berniat membuat kejutan romantis ala malam pengantin untuk samantha.
" mas, hotel ini sewanya pasti mahal, kita pulang saja yukk ?? sayang uangnya.." ucap samantha dengan polosnya.
" kau tenang saja, kita menginap dengan gratis dihotel ini. ini hotel milik temanku," jawab Abigal dengan santai.
" benarkah ?? kenapa dia baik sekali ??" tanya Samantha lagi.
" dia bilang ini hadiah pernikahan kita,tenang saja dia itu sultan tidak akan berkurang uangnya meski menyuruh kita setiap malam.bermalam disini." jawab Abigal.
Samantha mengangguk pelan. tak lama pintu lift terbuka, Abigal segera membawa Samantha kekamar yang telah dituju.
" mas kenapa sepi sekali ??" bisik Samantha.
Abigal.menyunggingkan senyum gemasnya dengan tingkah samantha yang sangat amat lugu itu.
" tentu saja sepi, ini kan lorong, kalau disetiap kamar pasti ramai." balas Abigal dengan bijak.
kamar tujuan Abigal sudah didepan mereka, segera Abigal mengeluarkan card sebagai pembuka pintu kamar itu.
secara otomatis pintu terbuka ketika Abigal menempelkan card berwarna hitam dikolom sebelah pintu.
Suguhan penuh Romantis nampak disana. mata Samantha dimanjakan dengan kamar yang dihias ala kamar pengantin dengan bunga.
__ADS_1
perlahan Samantha masuk terlebih dahulu sedangkan abigal melipat kedua tangannya melihat respon samantha yang memang sangat terpesona dengan kamar itu.
tembok kaca yang tembus pandang keluar memperlihatkan kerlap kerlip indahnya kota.
" mas, ini indah sekali.." ucap Samantha yang berbalik menatap Abigal.
" ternyata benar kata Revandra. istriku hanya suka kesederhanaan." batin Abigal dengan senangnya.
" apa kau suka ??" tanya Abigal yang melangkah mendekati Samantha.
Samantha mengangguk pasti. " lihatlah, prmandangan kota sangat indah dari sini.. dan kamar ini.."
Abigal memeluk Samantha dari belakang. "ini kejutan untukmu, anggap saja kita bulan madu, maaf sebelumnya q belum bisa membawamu pergi bulan madu, pekerjaanku terlalu banyak."
bisik Abigal yang meletakkan dagunya dipundak Samantha.
" ini sudah lebih dari cukup mas, q juga tidak mengharapkan Liburan kok.." balas Samantha yang merasakan kenyamanan dalam dekapan abigal.
Segera Abigal membalikkan tubuh Samantha.
keduanya saling beradu tatap, tatapan pasangan yang dipenuhi rasa cinta.
" q sangat mencintaimu.. maafkan q yang tidak menyadari sejak awal.." ucap Abigal dengan pasti.
" jangan minta maaf terus mas, bukannya kita sudah sepakat tentang hal ini.."
Abigal membawa samantha dalam pelukannya. meresapi setiap rasa didalam hatinya, begitupun dengan samantha semakin hari rasa nyaman dan tenang hingga cinta selalu bertambah dihatinya.
" oh ya, q ada hadiah untukmu " ucap Abigal yang membuka pelukannya.
" hadiah ?? q kan tidak ulangtahun mas.." tanya Samantha.
" memangnya memberi istri hadiah harus menunggu hari ulangtahun ?? lagian hari ulangtahunmu kan masih lama." balas Abigal yang melangkah menuju lemari dimana hadiah yang disiapkan sahabat sesatnya.
senyum kepuasan nampak diwajah Abigal.ketika mendapati kotak berwarna silver bertengger didalam Lemari itu. segera Abigal.mengambilnya dan membawa mendekati samantha.
" ini untukmu.." ucap Abigal sambil menyerahkan kotak hadiah itu.
Samantha menerimanya dengan bahagia. " terima kasih, tapi apa isinya mas ??" tanya samantha dengan polos.
Abigal mengusap tengkuknya seolah mencari alasan, ia bahkan tidak tau apa isi kotak itu karna Revandra yang sudah menyiapkannya.
__ADS_1
lalu ia teringat ucapan Revandra.
" bukalah dikamar mandi, q ingin kau memakainya." jawab Abigal ragu-ragu.
Samantha menautkan alisnya. " baiklah. q kekamar mandi dulu ya.." pamit Samantha yang kemudian melangkah kekamar mandi.
Melihat samantha sudah masuk kekamar mandi buru-buru Abigal meraih ponselnya hendak berkirim pesan dengan sahabatnya.
' *memang apa isi kotak yang kau siapakan Vandra ??' tanya Abigal dalam pesannya.
' sebuah kejutan untukmu juga bodoh. kau pasti akan menyukainya nanti.." jawab Revandra dalam balasan pesannya.
' lalu setelah ini q harus bagaimana ??' tanya Abigal lagi.
" kau ini bodoh atau bagaimana ??!! bukannya kau sering tidur dengan banyak wanita !!!!? kenapa sekarang bertanya ??!! tentu saja akan berakhir diranjang !!!" balas Revandra.
' istriku berbeda dari wanita ******..'
" makanya lakukan dengan lembut dan pelan*.'
saran-saran sesat dari sahabatnya itu membuat abigal menerbitkan senyumnya.
sementara Revandra cekikikan sambil.bersandar ditempat tidur, membuat istrinya terheran lagi dengan tingkah suaminya itu.
" kau kenapa ?? menang lotre ??" tanya Nada.
" tidak sayang, uangku masih banyak buat apa bermain lotre..q hanya sedang mengajari sahabatku sebuah trik menaklukkan hati istri." jawab Revandra dengan bangga.
Nada menautkan alisnya. " menaklukkan hati istri ?? memangnya kau bisa ??"
" tentu saja," balas Revandra penuh percaya diri.
" benarkah ???" Nada memajukan wajahnya mendekati Revandra.
" tentu saja sayangku.. kau.mau.mencoba ??" Revandra langsung antusias mencium bibir istrinya.
namun suara tangisan sikembar membuyarkan semuanya.
segera Nada berlari kekamar sikembar.
" astaga kenapa anakku tidak bisa diajak kompromi sih !!! " umpat Revandra dengan kesal.
__ADS_1
.
.