
bab 29
.
.
.
Suara kicauan burung membangunkan Samantha, jantungnya berdetak sangat cepat ketika melihat wajah abigal yang sangat dekat dengannya, bahkan tangan Abigal melingkar sempurna diperut Samantha.
samantha mengerjapkan matanya meyakinkan jika yang disampingnya adalah Abigal,
" meski tidur kau terlihat selalu waspada, wajahmu seperti penuh kegelisahan." gumam Samantha sambil mengusap pipi Abigal.
" kenapa jantungku berdetak seperti ini..?? perasaan apa ini ??" gumam Samantha lagi.
" apa q pantas untukmu mas ?? kenapa q merasa tidak pantas ??" gumam Samantha yang terus memandang wajah Abigal yang masih terlelap dalam tidurnya.
Samantha hendak bangun dari tidurnya, dengan mengangkat serta memindahkan perlahan lengan Abigal yang melingkar diperutnya. namun lengan itu kembali memeluk Samantha lagi,
" mas sudah bangun ya ?? " tanya samantha
" belum." jawab abigal dengan mata masih terpejam.
" apa ada orang tidur bisa menjawab ??! " tanya Samantha pada dirinya sendiri.
"tentu saja ada." jawab Abigal lagi.
samantha menerbitkan senyumnya ketika melihat ekspresi Abigal yang pura-pura memejamkan matanya.
perlahan Abigal membuka matanya, dan menatap lekat wajah Samantha yang membuang pandangan sambil menyembunyikan senyumnya.
__ADS_1
" kau lebih cantik jika tersenyum" ucap abigal sambil menopang kepala dengan sebelah tangannya.
Samantha menundukkan wajahnya, rasa malu dan canggung masih melekat difikirannya.
perlahan Abigal mengangkat wajah Samantha.
" kenapa ?? malu ?? " tanya Abigal.
" tidak, hanya.. hanya canggung saja."jawab samantha dengan senyum manisnya.
perlahan tapi pasti Abigal mencium kening samantha dengan penuh kehangatan, samnatha yang reflek langsung memejamkan matanya, jangan ditanya lagi, jantungnya seolah ingin meledak karna terlalunya dalam berdetak.
Abigal sangat senang jika melihat wajah samantha yang tegang dengan mata yang terpejam.
" sudah, bernafaslah.." ucap abigal.
Samantha mengerjapkan matanya, lalu mengatur nafasnya. gelagapan ia dibuatnya dengan ucapan Abigal barusan.
Abigal hanya tersenyum geli melihat tingkah Samantha. " bukannya dia dulu pacaran dengan Rans ?? kenapa dia sangat gugup jika kucium.. menggemaskan.." gumam Abigal.
.
.
Mama wina mengangkat ponselnya yang berdering. senyum bahagia terlihat jelas diwajahnya setelah tau siapa yang menghubunginya.
" halo sayang.. mama merindukanmu.." ucap mama Wina dengan senyum harunya.
" mama, q juga merindukan mama.. mama sedang apa ?? disitu sudah pagi kan ?? " tanya Rans
" kalau tau jangan ditanya.." jawab mama dengan bahagia.
__ADS_1
" mama masak apa untuk kak Abi ??" pertanyaan Rans membuat senyum mama Wina luntur. selama Abigal sudah menikah, segala keperluan bahkan makanan Samanthalah yang menyiapkan.
" mama.kenapa ?? " tanya Rans lagi.
" oh tidak, biasa, kakakmu kan suka sekali Nasi goreng. " jawab mama wina yang beusaha setenang mungkin.
" katakan pada kakak jangan terlalu banyak makan nasi goreng, tidak baik untuk kesehatannya, usianya kan sudah tidak.muda lagi.. ha..ha..ha.." ucap Rans dengan tawa lepasnya.
mama wina hanya membalas dengan senyuman.juga.
" baiklah ma, q akan menghubungi kak Abi juga q tutup dulu ya ?? " lanjut Rans.
: eh.. sayang jangan. !! " cegah mama Wina secara spontan.
" kenapa ma ?? " tanya Rans sedikit heran.
" oh.. ee.. kakakmu.mungkin belum.bangun.." jawab mama wina Asal.
" itu tidak mungkin, kak Abi tidak pernah bangun siang ma, bukannya mama tau kak Abi yang selalu membangunkanku jikandirumah kan ?? " ucap Rans santai.
"iya.. mama lupa.. " balas mama Wina pelan.
" baiklah q tutup dulu ya..bye ma.. q mencintaimu.." ucap rans sambil mengakhiri panggilannya.
" bagaimana ini ?? abigal masih dikamar bersama Samantha ??!! jika Rans tau ?? ya Allah.. bantu q.. " gumam mama wina penuh kekawatiran.
.
.
.
__ADS_1