LUKA DAN CINTA

LUKA DAN CINTA
Luka dan Cinta


__ADS_3

bab 207


.


.


.


Setelah makan malam usai. Rans juga berpamitan untuk kembali. setidaknya ia sudah lega melihat Revandra sudah berkumpul.kembali dan Zakia sudah tidak semuram sebelumnya.


.


.


Dikamar, Zakia berdiri melipat kedua tangannya dengan menatap keluar rumah, lampu-lampu dari gedung tinggi seakan menjadi pengisi matanya yang terasa kosong. Rasa bersalah entah mengapa terus saja menyelimuti hati Zakia, meski kini papanya sudah kembali, namun tetap saja terasa seakan sangat menyakitkan.


" boleh papa masuk ??" suara sang papa terdengar dari pintu yang terbuka sedikit.


Zakia menoleh dan menjawab dengan anggukan. Revandra faham betul apa yang dirasakan putrinya, sebabnya dia berusaha memberikan sebuah pencerahan.


" kenapa.belum tidur ??" tanya Revandra sembari ikut berdiri disisi Zakia.


" belum.mengantuk.. papa kenapa tidak istirahat ?? papa pasti sangat kecapekan.." ucap Zakia sembari menatap wajah sang papa, dari sisi terlihat bekas luka yang sudah mengering, Zakia bisa memprediksi luka itu pasti amat menyakitkan, seolah tertimpa.bongkahan batu besar, hati zakia semakin terasa bersalah dibuatnya.


" bagaimana papa bisa tidur, jika putri papa masih muram begini.. apa yang kau fikirkan sayang ?? katakanlah.." balas Revandra.


Seketika Zakia memeluk sang papa kembali dengan erat. "Zakia merasa bersalah pa, jika saja Zakia tidak ngotot meminta papa menolong kak Revia, papa tidak akan terluka seperti ini.. maafkan Zakia yang sangat egois pa.."

__ADS_1


Revandra mengusap punggung putri kesayangannya itu. "sudahlah.. yang penting papa kan sudah kembali.."


" tapi papa harus terluka demi aku.. aku benar-benar tidak berguna.." timpal Zakia.


" jangan bicara seperti itu.. papa tau yang kau rasakan, rasa pedulimu amat tinggi sama seperti mamamu, tapi papa harap dari sini kau bisa mulai belajar menjadi lebih bijak dalam menyikapi semua permasalahan. terkadang kita tidak perlu ikut campur urusan oranglain demi keselamatan orang terdekat kita.." nasehat Revandra


Zakia mengangguk dengan pasti. "Zakia tidak akan melakukannya lagi.. kehilangan papa selama dua bulan membuatku mengerti semua pa.."


" baguslah.. makin kesini kau semakin dewasa saja.. sepertinya kau sudah bisa kunikahkan.." goda sang papa sembari menerbitkan senyumnya


" papa.. Zakia belum.lulus !!!"protes Zakia dengan wajah bersemu merah.


" oww begitu ya.. jadi kalau sudah lulus mau ya dinikahkan ??" kembali Revandra menggoda Zakia agar tidak sedih lagi.


" papa... jangan sembarangan.. aku masih terlalu muda !!"


" memangnya kenapa ?? malah nanti kau akan seperti mamamu, masih cantik meski anaknya sudah besar-besar.." ucap Revandra seakan memberi fikiran positif namun terkesan ngawur.


" jadinya kapan ?? kalau sudah lulus ya ??" masih tetap Revandra menggoda.


" tidak..tidak..papa diamlah !!" protes Zakia yang langsung menutup pintu kamarnya.


Meski terkesan mengusir setidaknya Revandra dan zakia sudah saling menghibur satu sama lain.


ternyata diluar kamar Zakia, Nada berdiri melipat kedua tangannya sembari menatap suaminya yang berbalik arah dan menatapnya.


" sayang..kau disini ?? apa mau bertemu zakia ??" tanya Revandra.

__ADS_1


" kau menjelaskan kepada zakia saja ?? apa tidak perlu mengatakan apapun padaku ??" ucap Nada dengan tatapan tajam.


Revandra menelan ludahnya dengan kasar. benarkah istrinya itu masih marah ??


" emm.. bagaimana jika kita bicara dikamar saja ??" tawar Revandra.


"aku belum mau kekamar jika kau tidak.jelaskan bagaimana wajahmu bisa terluka seperti itu !!" balas Nada


Revandra terlihat frustasi, tidak mungkin dia akan mengatakan jika terkena ledakan bom saat bertarung, Nada akan membakar semua bom dimarkasnya jika tau yang sebenarnya.


Revandra memutar otaknya dengan keras, hingga terbesit sebuah ide jahil agar ia terhindar dari pertanyaan mematikan itu.


tanpa berkata apapun Revandra berlari kearah Nada dan menggendong Nada hingga membuat Nada memekik terkejut.


"aakjhh!! Apa yang kau lakukan !!"


" tentu saja menggendongmu, aku sudah dua bulan tidak tidur bersamamu.." balas Revandra yang langsung melangkah membawa Nada menuju kamar mereka.


" turunkan aku !! jika ada yang melihat apa kau tidak malu !! kita sudah tua !!" ucap Nada.


" biarkan saja usia kita tua, tapi aku tetap mencintaimu." Revandra mendekatkan bibirnya ditelinga Nada. "aku menginginkanmu malam ini."


Nada mendelik dengan wajah bersemu merah, itulah Revandra, bisa selalu membuat Nada bahagia meski diusia pernikahan yang sudah tidak baru lagi.


.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2