
bab 64
.
.
.
Ueekkk..
ueekk..
ueekk..
Samantha memuntahkan sarapannya dicloset begitu saja. Abigal yang mendengar Samantha yang muntah-muntah segera berlari kekamar mandi untuk.melihat kondisi sang istri.
" ssayang, kau kenapa ??" tanya Abigal.
" entahlah. perutku mual sekali.." jawab Samantha sambil berdiri dari duduknya, kepalanya terasa berat dan matanya berkunang. seketika Samantha kehilangan keseimbangan dan terjatuh, untung saja Abigal langsung menangkap Samantha dalam dekapannya.
" Samantha, sayang.. bangunlah.." Abigal terkejut, panik dan dihantui rasa kawatir. ia segera menggendong Samantha lalu membawanya keluar dari kamar, tujuannya adalah rumah sakit. dibawah mama wina yang bersiap hendak kerumah Revandra terkejut dengan Abigal yang menuruni tangga dengan menggendong Samantha yang tidak sadarkan diri.
" Abi.. Samantha kenapa ??" tanya mama Wina yang ikut panik.
" entahlah ma, tiba-tiba dia pingsan setelah muntah tadi. q kerumah sakit dulu ya.." jawab Abigal yang terus membawa Samantha keluar menuju mobilnya.
" mama ikut abi.." mama wina berlari mengikuti Abigal dan masuk terlebih dulu kedalam mobil menyangga tubuh Samantha.
__ADS_1
.
.
Zakia sudah keluar dari kamar Rans dengan nampan berisi piring dan gelas kosong.
Zakia sedikit terkejut dengan sang papa yang sudah berdiri didepan pintu kamar Rans.
" papa, ada apa papa disini ??!" tanya Zakia yang kesal dengan tatapan sang papa.
Revandra terus menatap sang putri. " jangan suka merayu pria dewasa."
Zakia membulatkan matanya. " enak saja papa ini.. Zakia bukan gadis perayu ya !! kalau saja mama tidak pergi kebutik, q tidak akan mau disini !!!" balas Zakia dengan kesal dan langsung meninggalkan sang papa.begitu saja.
" kenapa dia marah ?? seharusnya kan q yang marah.." gumam Revandra sambil masuk kedalam kamar Rans.
" tidak kak, masuklah." jawab Rans
Revandra masuk dan duduk disisi Rans.
" bagaimana perasaanmu ??" tanya Revandra.
Rans mengerjapkan matanya, " maksudnya ??" tanya Rans balik.
" em.. Lukamu, masih sakit atau tidak ??" Revandra menyela.
" oh.. sudah tidak terlalu kak. terima kasih sekali lagi kakak sudah menolongku." balas Rans..
__ADS_1
" jangan bicara seperti itu. kemarin itu hanya kebetulan saja. oh ya, selama ini setauku kau tidak pernah minum sampai mabuk, lalu kenapa kau semalam sampai tidak sadar ??" pertanyaan Revandra membuat Rans menelan ludahnya dengan kasar.
" apa hidup diluar negeri yang mengubahmu ??" tanya revandra kembali.
" tidak kak, q hanya.. hanya sedang dalam masalah saja." jawab Rans lirih.
" apa masalah akan selesai jika kau mabuk seperti itu ??" tanya Revandra lagi.
" q.. q.. terlalu emosi semalam kak, jadi tidak bisa berfikir jernih." jawab rans sambil.menunduk.
Revandra membuang nafas dengan kasarnya.
" kakak tau apa masalahmu, kakak juga tau bagaimana sakitnya dirimu, disini kakak tidak akan menyalahkanmu, karna memang semua adalah kesalahan kakakmu sendiri, yang mengambil keputusan, kau berhak marah, kau berhak membenci, kau berhak merampas kembali yang seharusnya menjadi milikmu, tapi ingatlah satu hal Rans, mereka memiliki ikatan suci pernikahan yang sudah halal dimata Allah, apa kau tega menghancurkan ketetapan Allah ??" terang Revandra dalam mode seriusnya.
Rans tertunduk mencerna setiap kata dari Revandra.
" awal pernikahan mereka amat tidak bahagia Rans, Bahkan Kakakmu berniat menceraikan istrinya jika Samantha tidak kunjung membalas cintanya, lalu mengembalikannya padamu, tapi semua sudah takdir, Samantha memilih kakakmu dari pada kau, bukan karna kau yang meninggalkannya, tapi karna masalah hati, mau dipaksa atau tidak urusan hati tidak bisa disalahkan. q tidak membela kakakmu, q juga tidak menyalahkanmu, semua keputusan ada padamu. sekarang istirahatlah. jangan berfikir terlalu dalam masa depanmu masih panjang, tinggalah disini sampai kau merasa baik dan siap untuk kembali kerumahmu sendiri." lanjut Revandra sambil menepuk pundak Rans seolah memberi kekuatan untuk adik sahabatnya itu lalu memilih meninggalkan kamar, agar Rans bisa merenungi setiap nasehat yang bari saja disampaikanNya.
Rans meremas selimut yang melekat ditubuhnya.
" sesakit ini rasanya.. akankah q bisa memaafkan dengan mudah..??" gumam Rans yang kembali menitikkan air mata.
.
.
.
__ADS_1