
bab 54
.
.
.
Aktivitas pagi kembali seperti biasa, Abigal sudah bersiap dengan setelan kemeja lengkap dengan jas yang sudah ditangan Samantha. dengan penuh ketlatenan Samantha memasangkan dasi untuk Abigal.
"mas Yakin tidak sarapan ??" tanya Samantha.
" maaf sayang. ada mitting penting pagi ini. Revandra bilang tender kita kali ini lumayan. doakan semoga berjalan lancar ya " jawab Abigal penuh senyum.
" pasti mas, doaku selalu menyertaimu.." balas Samantha.
Abigal mencium bibir Samantha dengan mesranya.
" ehemm.."
Abigal dan Samantha melepas pangutannya ketika mendengar suara deheman dari pintu.
Samantha tertunduk malu melihat sang mama yang melipat kedua tangannya dengan tersenyum.
Abigal menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
mama Wina menghampiri putra dan menantunya.
pukk..
mama wina menepuk.pundak Abigal.
" aww !! mama, sakit.." ucap Abigal.
__ADS_1
" dasar anak nakal, lihatlah samantha jadi.malu begitu !! kalau mau seperti itu tutup dulu dong pintunya.." ejek mama Wina.
" maaf ma.." balas Samantha yang masih menunduk.
mama wina terus menerbitkan senyumnya.
" lagian mama kenapa kekamarku ??" timpal Abigal.
" mama bosan menunggu kalian turun dibawah, mama berniat memanggil kalian untuk sarapan, malah ada pemandangan gratis disini." balas mama wina.
" maaf ma, Abi harus kekantor pagi ini, ada pertemuan penting yang tidak bisa q tunda." terang Abigal.
" kau tidak sarapan ??" tanya mama Wina.
" nanti saja dengan Revandra." jawab Revandra sambil.memandang Samantha yang mulai m3ngangkat wajahnya.
" sayang q berangkat dulu ya.." pamit Abigal pada istrinya.
Samantha segera meraih tangan Abigal dan menciumnya. " hati-hati mas, nanti jangan lupa sarapan." balas Samantha.
" iya," jawab mama Wina penuh kebahagiaan.
memang benar adanya Abigal kini telah berubah menjadi sosok yang hangat pada siapapun.semua berkat samantha yang berada disisinya. demi cinta untuk Samantha Abigal perlahan merubah semua kejelekan pada dirinya dan kini terlihat sudah, betapa Smaantha menjadi daya tarik positif pada diri Abigal.
Mama Wina bahagia melihat semua perubahan itu.
" Samantha, ayo kita sarapan.." ajak mama wina.
Samantha mengangguk pelan dengan senyumnya.
mama wina meraih tangan samantha dan membawanya keluar dari kamar.
" maaf kan sikap mama kemarin ya sayang..?? mama terlalu berlebihan berfikir.. kau sampai terlihat takut pada mama sekarang.." ucap mama Wina yang mendudukkan samantha dimeja makan.
__ADS_1
" mama jangan bicara begitu, wajar saja mama kawatir dan takut, Samantha tadi hanya malu saja." balas Samantha sambil menunduk.
" jangan malu begitu.. mama dulu juga pernah muda kok.. mama bahagia sekali kalian bisa saling memahami dalam situasi seperti ini.. semoga kedepannya kalian bisa bertahan dalam keadaan apapun ya..??" nasehat mama Wina.
" pasti ma, terima kasih.." balas Samantha.
keduanya lalu menikmati sarapan bersama dengan candaan dan tawa ria bersama layaknya seorang teman.
.
.
Abigal yang didampingi Deri sudah sampai dikantor Revandra, dimana ia harus bertemu dengan klien pentingnya. tanpa sengaja ia bertemu ayah mertuanya yang baru saja tiba dipintu masuk.
" ayah.." sapa Abigal. tanpa menunggu apapun, Abigal meraih tangan pak Ridwan dan menciumnya. para karyawan yang melihat dan.belum tau hubungan pak Ridwan dengan Abigal terkejut sendiri-sendiri. apa lagi karyawan dikantor Revandra sangat mengenal abigal dengan baik.
" nak Abi, ada perlu apa kesini ??" tanya pak Ridwan.
" saya mau bertemu klien yah, doakan semoga goal ya..??" jawab abigal penuh semangat.
" pasti nak, pasti ayah akan doakan.." balas Pak Ridwan penuh antusias.
" wah.. kau sekarang bisa sopan juga ya bajingan !!!" suara yang tidak asing baru tiba dengan ejekannya.
" Tuan Revandra maaf, kalau begitu saya permisi." ucap pak Ridwan yang melihat kedatangan Revandra dengan menunduk hormat.
" ayah disini saja dulu. dia ini teman saya.." cegah Abigal.
" tidak apa nak Abi. tuan Revandra ini bos ayah disini. ayah doakan semoga berjalan lancar. ayah masuk ruangan dulu ya..??" pamit pak Ridwan yang langsung meninggalkan Abigal serta Revandra yang sudah disamping Abigal.
" kau !! selalu saja mengganggu !!!" gerutu Abigal dengan kesal.
" mengganggu ?? mengganggu bagaimana ?? q kan hanya berkata yang sebenarnya !!" timpal Revandra.
__ADS_1
" tapi tidak harus didepan mertuaku kan .. dasar mafia gila !!!" umpat Abigal yang memilih berjalan menuju lift.
" hey !! abigal !! tunggu !! " Revandra segera menyusul Abigal yang lebih dulu masuk kedalam lift.