
bab 203
.
.
.
Zakia terlihat muram disekolah maupun ketika sedang makan bersama Rans. bagaimana tidak 2 bulan sudah papanya pergi dan belum kembali bahkan tidak memberinya kabar. rasa kawatir bercampur fikiran negatif terus saja menyelimuti diri Zakia, namun mamanya terus saja berusaha menenangkan zakia dengan memberinya sejuta alasan yang membuat Zakia bungkam dan hanya bisa bersabar.
" kau memikirkan kak Vnandra ya ??" tanya Rans yang setia duduk dihadapan Zakia.
Zakia membuang nafas dengan perlahan. " tentu saja.. papa tidak pernah pergi bisnis selama ini..jikapun lama papa pasti sudah menghubungiku..ini sudah dua bulan papa pergi, tapi satu pesan pun tidak ada untukku.."
" apa kau sudah coba menanyakan pada Mamamu ??" tanya Rans
" sudah. tapi mama bilang memang papa belum saatnya kembali, proyek disana begitu besar hingga harus ntetap disana."jawab zakia menundukkan wajahnya. jujur ia ingin menangis, namun ia bingung alasannya.
Rans meraih jemari Zakia dan menggenggamnya dengan erat.
" jangan berfikir negatif dulu. jika papamu pergi karna urusan lain mamamu tidak akan setenang ini..aku akan coba cari tau dari kakakku.. siapa tau dia tau.." hibur Rans.
Zakia hanya mengangguk pelan dengan wajah masih nampak sedih.
.
.
" Nad, jika kau pergi Zakia akan tambah curiga.." ucap darren nampak frustasi.
__ADS_1
" lalu apa aku harus diam kak ??!! Revandra tidak.memberi kabar sama sekali..belum lagi aku harus mendapat pertanyaan-pertanyaan dari Zakia..apa aku bisa terus berbohong pada Zakia..!!" balas Nada dengan mata berbinar.
" aku tau kau begitu kawatir. tapi Revandra akan marah padaku jika kau nekat menyusulnya..!! sebelum pergi Revandra sudah berpesan agar kau sabar menunggunya.." terang darren.
Nada mengusap wajahnya dan terduduk ditepi ranjangnya. ia begitu kawatir dengan kondisi suaminya. bukan sehari dua hari, tapi dua bulan sudah suaminya pergi tanpa.memberinya kabar.
Darren ikut duduk disisi Adiknya itu. "aku tau kekawatiranmu, tapi aku sudah berjanji padanya untuk menjagamu dan Zakia.. Jika besok Revandra belum.kembali, aku dan mayra akan menyusulnya.. aku.mohon bersabarlah sebentar lagi.."
Nada menatap sang kakak denga nanar. "aku.mohon cari tau keberadaannya kak..aku mohon.."
Darren menarik Nada kedalam pelukannya "itu pasti. aku akan kemarkas Revandra lagi. siapa tau ada anggotanya yang menghubungi markas."
Nada hanya mengangguk pelan. nampak mayra masuk dengan wajah juga nampak serius. ia mendekati nada dan berusaha menguatkan Nada.
" kau harus kuat. kak Vandra tidak terkalahkan.."hibur Mayra.
Nada hanya menjawab dengan anggukan. sementara darren segera melangkah keluar hendak menuju markas adik iparnya itu.
.
.
" sayang.. kau sudah pulang ??" tanya Darren yang meneliti keluar namun tidak.mendapati kekasih putrinya.
" mana Rans ??" tanya darren lagi.
" dia pulang pa. papa.mau kemana ??" tanya Zakia balik dengan suara pelan.
" papa mau kekantor. kau terlihat lelah.. istirahatlah.." Darren mengusap kepala Zakia dengan senyum diwajahnya dan hendak.melangkah pergi.
__ADS_1
" pa, tunggu !!" cegah Zakia.
" ada apa sayang ??" tanya darren menghentika langkahnya.
" sebenarnya kemana papa Revandra pergi ?? kenapa sampai dua bulan belum.kembali ?? apa ada masalah ??" tanya Zakia dengan wajah sendunya.
darren berusaha tenang dan terlihat biasa. "proyek disana belum selesai . nanti jika sudah selesai pasti kembali. kau merindukannya ??"
Zakia.mengangguk pelan dan menunduk.
Darren membawa Zakia kedalam.pelukannya.
seketika juga tangis Zakia pecah dalam dekapan pamannya itu.
"sudah..jangan menangis..papamu bekerja..nanti jika sudah selesai pasti akan pulang.."hibur Darren dengan mengusap punggung Zakia.
" tapi perasaanku tidak enak, dan selalu memikirkan papa..hiks..hiks.."balas Zakia sesenggukan.
" itu karna kau merindukannya saja..sudah.. anak papa harus kuat dan tegar tidak.boleh.cengeng..papa Revandra tidak akan suka jika kau menangis begini.."kembali darren.mencoba menghibur Zakia.
Zakia hanya bisa mengangguk dengan masih mencurahkan tagisannya dalam pelukan darren.
"Vandra. kau dimana ?? kenapa kau tidak.memberiku kabar.. lihatlah anak dan istrimu sudah mulai kawatir padamu.." batin Darren dalam.hati.
.
.
.
__ADS_1
.