LUKA DAN CINTA

LUKA DAN CINTA
Luka dan Cinta


__ADS_3

bab 214


.


.


.


Disebuah kamar berhias bunga yang amat indah, dengan tatapan khas kamar pengantin. kamar yang megah nan mewah, kedua anak manusia yang menjadi korban kegilaan orang terdekat mereka masih setia dalam lelap tidurnya.


dua pria yang sudah tidak muda lagi berdiri menghadap ranjang dimana mereka berdua terlelap karna ulah konyol mereka.


" kenapa mereka belum.bangun ??" tanya Abigal.


" mungkin mereka keenakan tidur dikamar pengantin.." jawab Revandra sekenanya.


" sembarangan !! berapa dosis yang kau berikan pada putrimu ??"


" kau tenang saja !!! mereka akan segera bangun !! ayo duduk.. kau ini semakin tua semakin tidak sabaran ya !!" Revandra menarik Abigal agar duduk disudut kamar itu disebuah sofa panjang. meski nampak kesal Abigal.hanya menurut tanpa membalas.


Zakia mengeliat dengan tangan meregang kesamping, tidurnya terasa nyenyak sekali. saat meregang tangannya tak sengaja menyentuh sesuatu. hingga Zakia segera membuka matanya. Terkejut dengan jantung berdetak memburu dengan cepatnya kala mendapati dirinya tertidur ditempat asing. saat menengok kesamping keterkejutannya semakin bertambah melihat ada seorang pria yang sedang tidur seranjang dengannya.


Zakia segera bangkit dari tidurnya dan kembali menatap pria disisinya yang memang benar bukan sebuah mimpi.

__ADS_1


" aakkkhhhhh !!!" teriak Zakia dengan kerasnya.


Pria disisinya yang terkejut mendengar teriakan Zakia segera bangun dan menengok kesamping. Pria itu juga sangat terkejut.


" paman !!! kau jahat sekali !!!" teriak Zakia.dengan meninggikan suaranya.


Rans masih belum percaya dengan apa.yang terjadi. ia meneliti setiap sudut dimana kamar itu terhias dengan bunga-bunga indah. Rans memutar fikirannya bagaimana bisa ia ada dikamar itu dan bersama Zakia.


pukulan bantal dari zakia membuyarkan lamunan Rans.


" paman !! kenapa.kau jahat sekali !! menculikku dan membawaku ketempat apa ini !!!"


" Zakia tenanglah '!! aku juga tidak tau kenapa.bisa disini !!" Rans meraih bantal zakia agar Zakia menghentikan aksinya.


" Zakia aku bersumpah aku tidak melakukan itu !!! hentikan Zakia !!" Rans terus menahan serangan Zakia dengan tangannya.


" terus saja mengelak !! paman fikir aku percaya dasar pria mesum !!" umpat Zakia yang terus melayangkan pukulannya.


Rans menangkap Bantal yang dilayangkan Zakia dan menariknya dengan kuat hingga Zakia terjerambah menimpa Rans. sesaat keduanya saling tatap dengan perasaan tidak karuan masing-masing. meski harus seperti.itu Rans sangat senang bisa bertemu zakia kembali.


" ehemm !!!" sebuah deheman dari sudut kamar terdengar. hingga dengan segera Zakia bangkit dari atas tubuh Rans, begitupun dengan rans.


keduanya menoleh kesudut Kamar, karna terlalu fokus bertengkar mereka sampai tidak sadar jika kedua orang yang mereka kenal tengah duduk santai menonton perdebatan mereka berdua.

__ADS_1


" papa !!" Zakia seakan tak percaya melihat sang papa berada disana.


"sedang apa kalian disini ??" tanya Rans yang juga heran.


" tentu saja menjaga kalian !! lihatlah, ada kami saja kau sudah mau modus begitu !!" jawab Abigal dengan kesal.


Rans dan Zakia saling pandang satu sama lain. mereka belum mengerti maksud dari kedua orang didepannya.


Tak lama pintu kamar itu terbuka, nampak beberapa orang yang membawa sebuah gaun putih tulang masuk bersama dengan Nada dan mama wina.


"kalian sudah bangun ya ?? ayo segera bersiap penghulu sudah datang.." ucap mama wina.


Rans dan Zakia membulatkan matanya. "penghulu ??" ucap mereka.bersamaan.


" jangan pura- pura terkejut !! aku tau kalian senang kan karna akan menikah ??!" ucap Revandra


" lebih baik kita keluar saja !!" ajak Abigal.


" iya. keluarlah. para tamu sudah mulai berdatangan." balas Nada dengan senyum.bahagia.


Rans dan zakia masih sama-sama terkejut dan tak percaya dengan apa yang didengar.


.

__ADS_1


.


__ADS_2