
bab 220
.
.
.
Rans sudah selesai mandi dan sudah bertukar pakaian dengan setelah celana pendek juga kaos dalam hitam yang menempel ditubuhnya. sedangkan Zakia duduk didepan cermin menyisir rambut panjangnya. dari kaca Zakia bisa melihat Rans yang terlihat tampan meski hanya dengan setelan celana pendek saja. Rambutnya yang basah menambah kesan seksi. Sesaat zakia mengerjapkan matanya saat fikirannya jauh menerawang tentang sesuatu.
Rans merangkul Zakia dari belakang, meletakkan kepalanya dipundak Zakia. hembusan Nafas Rans dapat zakia hingga membuat Jantung Zakia bergemuruh tiada henti.
"kenapa kau cantik sekali.." ucap Rans lirih.
"jangan memujiku, nanti kau akan bosan.." balas Zakia.
" itu memang kenyataannya..." Rans membawa Zakia berdiri dan membalikkannya sehingga mereka saling beradu pandang.
" kenapa wajahmu pucat begitu ?? apa kau sakit ??" tanya Rans dengan memegang kedua pipi Zakia yang terasa dingin.
" tidak.. aku..aku..hanya.." Zakia menggigit bibir bawahnya, ia ingin mengatakan tapi terasa malu.
__ADS_1
Rans membawa Zakia kedalam pelukannya. Rans faham betul apa yang dirasakan Zakia saat ini.
" tenanglah.. aku tidak akan memaksamu jika kau belum siap, pernikahan ini terjadi begitu cepat dari prediksi kita, aku akan bersabar.."ucap Rans berusaha menenangkan Zakia.
Zakia mengeratkan pelukannya dan menenggelamkan wajahnya didada Rans yang terasa hangat dan nyaman, Rans selalu bisa membuatnya tenang dalam segala hal, Kini zakia sadar jika ia sudah menjadi istri, dan wajib bagi zakia untuk memberikan hak Rans sebagai suaminya.
"aku bukannya belum siap, hanya saja ini terasa menakutkan. ini kan pertama kali untukku.." balas Zakia lirih.
" ini juga pertama untukku, kau fikir aku sudah pernah melakukannya " Rans berkata sembari membuka pelukannya.
" ya siapa tau.. pamankan pernah tinggal diluar negeri, buktinya paman bisa mengatakan jika kehidupan disana sangatlah bebas, kufikir paman memang sudah pernah merasakan kehidupan bebas itu, dan lagi... hmmmptttt...."
ucapan Zakia terhenti ketika Rans langsung menyambar bibir ranum Zakia dengan mesra. meski terkejut, Zakia mulai mengimbangi ciuman Rans. Rans hanya menerbitkan senyum saat Zakia berciuman dengan kaku.
tawa kecil terdengar memenuhi kamar pengantin itu, yang sama-sama kaku,
" jika kak Abi melihat kita, pasti dia akan menertawakannya.." ucap Rans.
" apa benar hal seperti ini diperlihatkan orang.. aku malu nanti.." Zakia menutup wajahnya dengan kedua tangannya.
Rans membuka kedua tangan Zakia dan kembali menatap mata Zakia dengan lekat.
__ADS_1
" apa kau sudah siap ??"tanya Rans.
Zakia menunduk dengan mengangguk pelan. mendapat lampu hijau dari Zakia, Rans begitu bahagia, Dengan segera Rans menggendong Zakia dan membawanya ketempat tidur, sedangkan Zakia langsung mengalungkan kedua tangannya dileher Rans dan menyembunyikan wajahnya diceruk leher Rans.
perlahan Rans menidurkan Zakia ditempat tidur, sentuhan lembut dari Rans diwajah Zakia membuat Zakia merasakan sesuatu hal yang berbeda didalam dirinya.
" aku mencintaimu.." bisik Rans ditelinga Zakia dan mencium leher Zakia. Spontan zakia memejamkan matanya, merinding dan meregang tubuhnya.
Semua berjalan seperti air mengalir, meski awalnya sama-sama kaku, namun saat sudah berada dalam kubangan nafsu keduanya mulai bisa mendominasi penyatuan yang sempurna.
entah sejak kapan Keduanya sudah tidak menggunakan sehelai benang pun, Zakia memalingkan wajahnya, ia masih merasa malu dan canggung saat mendapati dirinya dan Rans yang tak menggunakan apapun.
Rans sudah bersiap menyatukan dirinya dengan zakia, Zakia memajamkan matanya sembari mengigit bibir bawahnya.
kembali Rans memilih menciumi Zakia kembali. menelusuri seluruh tubuh Zakia, hanya ******* yang tertahan yang terdengar disana.
" aakkhhh !! sakit..!!" rintih Zakia saat Rans memaksa masuk kedalam sana.
Rans memilih terus menghujani Zakia dengan ciuman-ciuman agar zakia tak kesakitan. keduanya larut dalam penyatuan kesucian cinta dalam penantian panjang dengan berbuah manis diakhir ini..
.
__ADS_1
.
.