LUKA DAN CINTA

LUKA DAN CINTA
Luka dan Cinta


__ADS_3

bab 208


.


.


.


Kini hanya kebahagiaan yang ada pada keluarga besar Abigal dan Revandra. persahabatan mereka semakin erat dengan Rans dan Zakia yang menjalin hubungan.


Bulan telah berganti, tak terasa waktu persalinan Samantha telah tiba, dengan ditemani Abigal samantha memasuki ruang bersalin.diluar mama wina serta kedua orangtua samantha menunggu sembari memanjatkan doa.


Rans yang diberi kabar oleh mamanya pun segera melesat menuju rumah sakit dengan zakia disisinya.


Diruangan itulah, Abigal baru mengerti dan melihat secara langsung perjuangan seorang Ibu saat melahirkan anaknya kedunia. Rintihan dan rasa sakit yang luar biasa bisa Abigal rasakan hanya dengan melihat saja. bertaruh nyawa hingga tubuh basah oleh peluh.


" mas.. sakit...sekali..." rintih Samantha.


"bertahanlah sayang.. aku disini.." balas Abigal.sembari menghujani wajah samantha dengan ciuman.


" baiklah.. sudah buka lengkap ibu.. mari ikuti arahan saya ya.. jika saya menyuruh mengejan ibu langsung mengejan. atur nafasnya dulu ibu..tarik nafas, keluarkan secara perlahan. ayo silahkan.." ucap sang dokter yang memberi arahan dengan kesabaran.


Dengan menggenggam erat tangan samantha, Abigal terus memberikan kekuatan pada istri yang mulai mengejan atas arahan dokter.

__ADS_1


Rans sudah tiba dirumah sakit. dengan sedikit berlari dan tangan terus menggenggam tangan zakia.


" ma, bagaimana keadaan kakak ipar ??" tanya Rans yang sudah tiba didepan ruang bersalin.


" masih didalam Rans.. doakan agar persalinannya berjalan lancar ya ??" balas Mama wina.


Rans mengangguk. entah mengapa ia menggenggam erat tangan Zakia. hingga membuat Zakia menatap Tangan Rans yang terus menggenggam jemarinya.


tak lama terdengar suara tangis bayi dari dalam ruang bersalin. semua yang menunggu diluar, berucap syukur dengan haru dan bahagia.


Kebahagiaan yang penuh haru juga dirasakan Abigal, mana kala dokter telah menyerahkan bayi mungil kepadanya agar segera diAdzani.


meski terlihat kaku namun Abigal dengan senangnya menggendong bayi mungil itu. wajahnya yang masih memerah terlihat amat sangat menggemaskan. tak henti-hentinya ia mengucapkan syukur kepada Tuhan atas kelancaran persalinan istrinya itu.


begitupun dengan samantha. kini kebahagiaan mereka telah lengkap dengan hadirnya malaikat kecil dalam hidup mereka.


.


.


Rans dan Zakia juga masuk kedalam ruangan rawat Samantha. mereka juga turut bahagia dengan hadirnya anggota baru dalam keluarga.


" kakak.. selamat ya.. kau sudah menjadi seorang papa .." Rans menepuk pundak Abigal yang tidak lepas dari sisi Samantha.

__ADS_1


" terima kasih.. aku juga tidak menyangka aku layak.menjadi orangtua.."balas Abigal.


" jangan seperti itu.. kau yang terbaik.." timpal Rans.


" kakak ipar selamat ya.. putrimu cantik sekali.." Rans beralih pada Samantha.


" terima kasih Rans.. aku harap kalian segera menikah.. agar bisa merasakan kebahagiaan seperti ini.." balas Samantha.


" kakak terlalu berlebihan.. Zakia belum.lulus juga.." timpal Rans.


" kak abi, kak Saman, selamat ya.. atas kelahiran putri kecil kalian.." ucap Zakia. dengan senyum manis terhias diwajahnya.


Samantha dan abigal mengangguk dengan membalas senyum Zakia.


"terima kasih.. aku sangat berharap kalian segera bersatu.." balas Samantha.


Zakia hanya merespon dengan senyuman saja. ia begitu giguk dan grogi jika setiap orang membicarakan penikahan.


akhir tahun nanti Zakia memang sudah akan lulus SMA, ketakutan mulai terlintas difikiran Zakia jika saja Rans tiba-tiba mengajaknya menikah. membayangkannya saja Zakia masih merinding. apa lagi kedua orangtuanya seakan mendukung jika Zakia dan Rans menikah setelah Zakia lulus SMA. pernikahan dini yang sangat tidak diinginkan Zakia pastinya.


.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2