LUKA DAN CINTA

LUKA DAN CINTA
Luka dan Cinta


__ADS_3

bab 108


.


.


.


Rans dan zakia sudah tiba direstoran. keduanya berjalan beriringan masuk. langkah Rans yang bagi Zakia terlalu lambat membuat Zakia menarik tangan Rans agar sedikit cepat.


mata Zakia mengedar mencari sosok wanita yang sudah janjian denganya. senyum memgembang diwajah zakia ketika sudah menemukan dimana Revia duduk bersama Dio.


" Zakia.. jangan menarikku !!" ucap Rans


" paman terlalu lambat. ayo.. mereka disana.." balas Zakia sambil menujuk tapi tetap menarik Rans begitu saja.


Dio yang melihat Zakia berjalan kearah mereka sedikit terkejut. pasalnya, kakaknya tidak memberitaunya jika akan bertemu dengan wanita yang terkenal.preman disekolahnya.


" kak, Kenapa ada Zakia disini ??" tanya Dio.


"mana ??" Revia menoleh kebelakang bersamaan dengan zakia yang sudah dekat dengannya.


segera Revia berdiri.menyambut kedatangan Zakia dan Rans.


"kakak sudah.menunggu lama ya ?? maaf ya, tadi sedikit ada gangguan.." ucap Zakia dengan ramahnya.


" tidak, kami juga baru tiba. ayo silahkan duduk." balas Revia yang mempersilahkan Zakia serta Rans untuk duduk.


baik Zakia maupun Rans langsung duduk dihadapan Revia dan Dio.


" kenapa tidak bilang jika kau mengenal.Revia ??" bisik Rans.


" jika bilang paman pasti tidak mau.. sudahlah.. hanya makan malam.." timpal Zakia


" oh ya, aku sudah pesankan beberapa.menu makanan, jika kalian ingin yang lain pilih saja.." kata Revia sembari menyerahkan buku menu restoran itu.

__ADS_1


" tidak usah, yang kau pesan sudah lebih dari cukup." balas Rans dengan santai.


Revia hanya menerbitkan senyum dan menunduk.


Zakia yang melihat kedua orang didekatnya terlihat malu-malu.memiliki ide jahil lagi.


mata Zakia beralih menatap Dio yang berada disisi Revia. ia mengisyaratkan sesuatu dengan mengedipkan salah satu matanya kepada Dio.


Dio yang tidak paham.merasa bingung dengan tingkah Zakia.


" Zakia. apa matamu sakit ??" tanya Dio ragu-ragu.


Zakia menepuk keningnya pelan, ia bahkan mengatur nafasnya agar tidak terlalu terlihat jika ia tengah kesal, Zakia tidak menyangka jika teman sekolahnya itu sama sekali tidak mengerti bahasa isyarat seperti itu.


prtanyaan Dio membuat Rans dan Revia menatap Zakia.


" kau sakit ??" tanya Rans.


" oh.. e... tidak.. tidak..hanya kemasukan debu saja..he..he.." jawab Zakia sekenanya, ia tertawa kecil.begitu saja.


perlahan Zakia menerimanya. " terima kasih kak"


" Sama-sama. apa mau kakak pakaikan ??" tawar Revia.


" tidak.. tidak.. aku bisa sendiri kok.." timpal zakia.


Zakia segera berdiri dari duduknya dan meraih tangan dio. dio hendak.menolak namun tatapan mata Zakia yang tajam.menyurutkan nyali pria muda itu.


" Zakia kau mau membawa dia kemana ??" tanya Rans sedikit heran.


" e..e.. aku mau mengajaknya keatas.. iya keatas, benarkan dio ?? ada teman kami disana.. " jawab zakia sambil.menatap.dio.dengan tajam.


Dio hanya bisa.mengangguk pelan.


" kak Revia dengan paman Rans dulu ya.. kami.permisi.sebentar.." setelah berkata demikian Zakia.menarik Dio dan membawanya menaiki tangga.

__ADS_1


Rans hanya menyunggingkan senyumnya. hanya melihat saja Rans mengerti jika Zakia sengaja meninggalkan ia dan Revia agar bisa berduaan.


sementara Dio yang sedikit canggung dengan Zakia memberanikan diri.bertanya ketika.mereka.berdua sudah sampai diatas.


" Zakia kenapa kita kemari ??" tanya Dio.


Zakia mendegus kesal dengan pertanyaan Dio.barusan


" heh dio. kau ini murid pintar disekolah, kenapa isyarat mata saja kau tidak mengerti sih ??!! diam saja dan duduk disini, aku mau melihat hasilnya mereka bagaimana." jawab Zakia sambil.menatap Revia dan rans yang dibawah.


" hasil ?? apa.maksudmu ?? aku lapar Zakia.. bisa tidak kita turun dan makan ??" timpal Dio.


" ya ampun dio. jika lapar yang tinggal.pesan saja. aku yang akan.membayarnya nanti. jangan brisik.!!" gerutu Zakia dengan geramnya.


"sebenarnya kau ini.kenapa ?? kak Via sudah memesan makanan banyak.." tanya Dio


" Dio, aku sedang mendekatkan kakakmu dengan pamanku. jadi sekarang ikuti saja dan diam disini. pesan makanan jika kau lapar


ok ??!!" terang zakia.


" kau.menjadi makcomblang ??" Dio memastikan.


" ah.. terserah kau saja. yang penting kau jangan mengganggu ya.." timpal Zakia.


" baiklah. " ucap dio lirih, Zakia tidak.bisa dibantah dimanapun itulah yang Dio ketahui. ia membuka buku menu dan mulai memesan makanan kesukaannya.


sedangkan zakia tengah sibuk menyaksikan Revia dan Rans dari atas. senyum terus


menghiasi wajah Zakia ketika melihat rans dan Revia mulai bercakap ria.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2