LUKA DAN CINTA

LUKA DAN CINTA
Luka dan Cinta


__ADS_3

bab 125


.


.


.


Malam telah berganti pagi. suasana pagi dirumah Samantha benar-benar penuh kebahagiaan.


sarapan penuh kehangatan juga terjadi disana. Abigal dan Rans akan berangkat kekantor bersama. awalnya Rans menolak, namun Abigal.terus memaksanya.


" kak, kau kan punya.mobil sendiri !! kenapa.harus ikut denganku !!" gerutu Rans dengan kesal.


" apa salahnya kau mengantarku ketempat kerja ??!!" balas abigal.


" tempat kita bekerja tidak searah kak !! ya ampun.. kau.begitu ingin tau sekali sih !!" ucap Rans.


Abigal tidak menjawab, ia hanya.menyandarkan tubuhnya dengan nyaman dikursi sambil bermain ponsel.


" kak, Kak Vandra kemarin bilang padaku kau.harus.ganti rugi padanya .. " ucap Rans.


"ganti.rugi ?? ganti rugi apa ??" tanya Abigal.


belum sempat Rans menjawab ponsel.Abigal.sudah berdering. terpampang nama Sahabat sesatnya dilayar ponsel.


" kau selalu tau jika aku bicarakan ya pria gila " ucap abigal sembari menempelkan ponselnya ditelinga.


" dasar tidak tau terima kasih !! kenapa sejak.kemarin kau tidak menghubungiku !!" protes Revandra.


" memang harus ya ?? apa kau.merindukanku ??" ejek Abigal.


" cih.. menjijikkan. kau mau kekantor.atau tidak ??!! bagaimana proyek.kita yang tertunda ??!! aku tidak mau sampai bangkrut karna kebucinanmu itu !!!" balas Revandra.


" tenanglah, kau sedang PMS ya, kenapa marah-marah ? apa Nada memarahimu ?? hah..ha..ha.."tawa Abigal.


" memang susah bicara dengan orang yang baru jatuh cinta diusia tua !!" tumpal Revandra.


tawa Abigal terhenti seketika.

__ADS_1


" aku.tunggu dikantor cabang !! aku bersama Rans.!!" bentak Abigal.


" hey !! kenapa aku yang..-"


tutt..


panggilan terputus begitu saja.


" Abigal sialan.. aku dan dia kan rekan kerja, aku bukan anak buahnya !! enak saja menyuruhku !!" gerutu Revandra yang segera.berdiri dari duduknya dan melangkah keluar ruangan.


.


.


Abigal.menautkan alisnya ketika.melihat Rans tersenyum sendiri.


" kau kenapa ??" tanya Abigal.


" kakak selalu begitu dengan kak Vandra sejak dulu. aku bahkan tidak memiliki teman dekat seperti itu." jawab Rans.


Abigal.menyunggingkan senyumnya. " aku juga tidak menyanga persahabatan kami sampai sekarang.." balas Abigal.


" aku terkadang merasa iri, temanku banyak tapi tidak ada yang dekat seperti itu." kata Rans.


Rans tersenyum dibuatnya. " oh ya kak, Kak Vandra itu dulu menikah dua kali kan ?? kenapa


istri pertamanya aku tidak tau ??"


" semua rahasia miliknya, kakak tidak bisa mengatakan apapun. memangnya kenapa ??" tanya Abigal sedikit heran. selama ini Rans tidak terlalu peduli kehidupan orang.


" ti..tidak.. hanya bertanya saja.." balas Rans.


Abigal mengalihkan pandangannya kearah jendela. begitupun dengan Rans. hampir saja ia keceplosan.


.


.


Zaki bercanda ria bersama teman-temannya. tiba-tiba saja ponsel Zakia berbunyi. buru-buru Zakia meraihnya.

__ADS_1


" ciee yang ditelfon pacar. " goda teman Zakia.


" apaan sih.. nggak ada pacar-pacaran ya.." balas Zakia dengan senyum cerianya.


" halo kak Via ?? ada apa ??" jawab Zakia


" kia, kau dimana ??" ucap Revia dengan pertanyaan.


" tentu saja disekolah kak.. ada apa ?? kakak diganggu preman lagi ?? atau ditodong ?? atau..-"


" zakia...kenapa.fikiranmu kesana terus.. amit-amit jangan sampai lagi lah.." timpal Revia yang menimbulkan gelak tawa Zakia.


" kakak takut sekali ya .." goda Zakia.


" tentu saja.. membayangkannya membuat aku merinding.." balas Revia.


Zakia membalas lagi dengan tawa riangnya.


" Zakia. Minggu depan, aku kau mengajakmu menjadi Relawan di daerah bencana gempa." terang Revia.


" relawan..?? dimana kak ?? aku sih sebenarnya mau kak, tapi aku pasti tidak diijinkan mama dan papa.." balas Zakia.


" emm..Rans juga ikut.. dia yang memintaku mengajakmu, kau kan calon dokter," ucap Revia seakan terdengar ragu-ragu.


" oh.. begitu ya.. begini saja kak, aku minta ijin papa dan mama ku dulu, nanti aku kasih kabar lagi.." balas Zakia.


" baiklah, aku tunggu kabar darimu..aku tutup ya, " pamit Revia.


" iya. selamat bekerja kakak.." hibur Zakia.


panggilan pun terputus, Revia mengatur kembali nafasnya yang sejak tadi terasa sesak.


sedangkan Zakia yang mendengar suara Revia yang lemah dan penuh keraguan tadi merasa tidak enak,


" bagaimana bisa paman Rans meminta kak Revia mengajakku juga. yang diajak pasti paman Rans sendiri..aaissshh.. aku jadi tidak enak dengan kak Revia, dia pasti mengira aku dan paman Rans memiliki hubungan khusus.." gumam Zakia dengan mendegus kesal, lalu ia memilih melangkah mendekati teman-temannya lagi untuk masuk kedalam kelas, karna jam masuk kelas sudah hampir tiba.


.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2