LUKA DAN CINTA

LUKA DAN CINTA
Luka dan Cinta


__ADS_3

bab 132


.


.


.


Rans sudah keluar dari ruang rahasia Revandra.


" tenang saja, orang gila itu pasti akan tertangkap. saat ini berpura-puralah tidak tau." terang Revandra.


" kau benar-benar hebat kak, dengan.mudahnya kau menemukan orang gila itu.." puji Rans.


"itu biasa saja. Kakakmu itu jika tidak sedang bersedih seperti ini dia juga bisa melakukannya."timpal Revandra.


" benarkah ?? selama dengannya aku malah tidak tau.. yang aku tau kakak sangat mencintai pekerjaannya saja.." balas Rans.


" dia memang tidak terlalu suka dunia hitamku." ucap Revandra.


Rans menerbitkan senyumnya. dalam sekejap saja Rans sudah menemukan siapa dalang dari semua kejadian ini, atas bantuan sahabat kakaknya, Revandra.


langkah Rans terhenti ketika melihat Zakia dengan penuh kerja keras berlatih bela diri.


Revandra mengikuti tatapan Rans yang mengatah kehalaman luar.


" jika ingin kesana ya kesana saja !! apa.kau puas hanya melihat dari sini ??!!" tegur Revandra sambil melipat kedua tangannya.


Rans meringis dengan mengusap tengkuknya yang tidak gatal, ia ketahuan tengah memandang putri dari seorang Revandra.


Revandra menarik tangan Rans dan membawanya menuju halaman belakang.


meski sedikit terkejut, Rans, hanya mengikuti saja. memang sebenarnya itu yang sejak tadi ia inginkan.


terlihat Nada duduk santai bersama baby kembar dan sikecil Naren melihat dan menyaksikan seolah.melihat pertunjukan saja.


gondrong yang sadar Tuannya datang menghentikan aktivitasnya secara spontan.

__ADS_1


namun Zakia terlanjur memutar tubuh dan melayangkan tendangannya.


bukk..


gondrong tertendang diwajahnya hingga.membuatnya tersungkur.


"zakia !!" Nada yang terkejut secara spontan berdiri. putrinya terlihat sengaja melukai pelatihnya.


namun deheman Revandra membuat Nada menengok, Nada langsung tau kenapa gondrong menghentikan aktivitasnya. bahkan terlihat Rans disisi Revandra.


" paman !!! jika berhenti kasih tau dong !!!" gerutu Zakia. yang mengulurkan tangannya membantu paman yang melatihnya.


yang belum.menyadari sang papa dan rans sudah disana.


" maaf nona, ada Tuan besar disini.." balas gondrong.


" memangnya kenapa.kalau ada papa ??!! malah bagus orangtua itu melihat ??!!" celoteh Zakia.


Nada menutupi seringainya mendengar celotehan putrinya. begitupun dengan Rans.


" hey !! anak nakal !! beraninya kau.mengatakan papamu ini tua ?!!" tegur Revandra.


bersamaan dengan zakia.menoleh ia menghentikan ucapannya ketika mendapati sang papa yang menggendong adiknya dan Rans berdiri dibelakangnya.


Zakia meringis dengan mengaruk kepalanya.


tukk..


Revandra menyentil kening Zakia


" aww !! papa !!! sakit !!" teriak Zakia sambil memegang keningnya.


" biar saja !! itu hukuman dari papa.untukmu !!" gerutu Revandra.


Zakia.memanyunkan bibirnya dengan kesal.


Seakan mendapat hiburan Rans tertawa kecil dibuatnya.

__ADS_1


" sudah, istirahat dulu.. duduk.dan minum dulu ya.. mama mau menidurkan adik kembarmu.."ucap Nada


" Rans aku tinggal dulu.." pamit Revandra mengekor istrinya menuju kamar dengan menggendong Naren. Rans membalas dengan anggukan.


" paman sejak kapan disini ??" tanya Zakia sambil duduk dan meneguk habis jus buatan sang mama.


" sejak lama," balas Rans singkat.


" benarkah ?? kenapa aku tidak.tau ??" ucap Zakia seolah tak percaya dengan ekspresi.lucu bagi Rans.


Rans tersenyum lagi dengan tingkah Zakia.


" aku bergurau.. aku sejak tadi diruangan kerja papamu, aku tidak menyadari jika sejak tadi kau berlatih." balas Rans.


"oh.. paman, aku dengan bibi samantha kecelakaan ya ?? mama bilang bibi Samantha keadaannya kritis ??" tanya Zakia.


Rans membuang nafas perlahan." iya, sebab itu aku kesini.. meminta bantuan papamu, kecurigaan kami benar adanya, kecelakaan kakak iparku memang disengaja."


" benarkah ??!! lalu siapa pelakunya ??!! penjahat atau mafia ??atau musuh paman Abigal ?? perempuan atau laki-laki ?? atau...-"


" Zakia... kau bertanya atau membaca ??!" timpal Rans menyela ucapan Zakia.


Zakia memanyunkan bibirnya, " ya Namanya aku penasaran paman.."


" itu bibir dikondisikan.. nanti kalau.panjang kan repot !!" goda Rans.


bibir Zakia terangkat keatas sebelah.


seakan terhibur, Rans malah tertawa lepas dengan ekspresi Zakia barusan.


.


.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2