LUKA DAN CINTA

LUKA DAN CINTA
Luka dan Cinta


__ADS_3

bab 118


.


.


.


Sebuah tangan meraih Zakia untuk menghindari Tembakan yang diarahkan pada Zakia.


Dorr..


dorr..


dorr..


tembakan demi tembakan dilayangkan Romi dan juga Revandra yang baru tiba.


Zakia yang terkejut dengan apa yang terjadi menatap siapa yang memeluknya, matanya membulat ketika mendapati Rans yang masih melindunginya dengan tangan yang membidikkan pistol kearah lawan.


" paman.." ucap Zakia lirih..


Rans menatap sekilas Zakia dan menerbitkan senyumnya.


ReVandra yang murka melihat wajah putrinya ada luka lebam segera menyerang para pria berbadan kekar yang masih tersisa.


Zakia menatap sang papa yang seperti dirasuki setan saja. dengan kejamnya Revandra menebas habis semua pria kekar itu dengan dibantu Romi dan juga gondrong.


" beraninya kau melukai putriku !!!" teriak Revandra, matanya merah menyala seakan ingin membakar habis siapapun yang dilihatnya.


sreekkk..


jleebb..


jlebb..

__ADS_1


jlebb..


" aakkhhh !!!" teriak pria- pria berbadan kekar yang perutnya dihunus belati Revandra beberapa kali.


spontan Rans menutup mata Zakia dengan menenggelamkan kepala Zakia didadanya agar Zakia tidak melihat betapa Papanya yang kejam sudah dikuasai emosi iblis itu.


seketika semua pria kekar yang menyerang gondrong dan Zakia sudah tergeletak tak bernyawa bersimbah darah.


" tuan. kenapa tidak kita tanya siapa yang menyuruh mereka ??!" tanya gondrong.


" tidak ada gunanya, mereka tidak akan bicara !!" jawab Revandra yang terengah-engah dengan nafas masih memburu karna mendidihnya darah dalam tubuhnya.


" Romi suruh anggota kita mengurus mereka, cari tau siapa yang berani mengganggu kehidupanku !!" perintah Revandra pada asistennya.


" baik tuan. " segera Romi menghubungi anggota mereka.


Zakia yang penasaran memaksa melihat hingga Rans melepas tangannya yang sejak tadi dikepala Zakia.


" papa.." panggil Zakia yang melepaskan pelukannya hingga Rans menurunkan salah satu tangannya yang sejak tadi melingkar dipinggang Zakia


Revandra menoleh kearah putrinya. segera ia berlari dan memeluk Zakia dengan erat.


" papa aku tidak apa-apa.." balas Zakia.


" kau terluka sayang.. kita kerumah sakit ya.." ajak Revandra yang penuh kawatir..


" tidak usah, ini luka ringan.. papa datang tepat waktu.." ucap Zakia sambil.menerbitkan senyumnya agar sang papa tidak terlalu kawatir.


Revandra kembali memeluk Zakia dengan erat. "papa sangat kawatir denganmu sayang.. maaf papa datang terlambat ya.."


" papa datang tepat waktu, aku tadi hampir saja mengalahkan mereka.." canda Zakia.


Revandra mengusap kepala Zakia " papa sudah bilang jangan melawan jika itu memang tidak seimbang !! kau keras kepala sekali.."


" jika saja tubuh mereka tidak seperti badak, aku pasti sudah melukainya dengan ini " tanpa sadar Zakia menunjukkan belati papanya yang ia curi semalam.

__ADS_1


senyum Revandra pudar seketika, sejak pagi ia mencari keberadaan belati kesayangannya itu, ternyata Zakialah yang mengambilnya.


sadar ekpresi sang papa berubah. Zakia mulai faham jika papanya akan memarahinya.


Zakia tersenyum penuh paksaan didepan Revandra.


"emm.. pa, ini tidak seperti yang papa bayangkan lo.. aku..aku tadi tidak sengaja menemukannya di..di..teras rumah...iya ... diteras rumah..he..he.." kata Zakia.menjelaskan.


" Zakia.. kau mengambil apa saja diruangan papa ??" tanya Revandra dengan menatap tajam Zakia.


" nona membawa pistol.juga tuan." gondrong menambahkan.


" apa ??!!" ucap Revandra dengan suara meninggi. matanya tak lepas dari Wajah Zakia.


Zakia menatap gondrong dengan geramnya.


Rans berjalan menghampiri zakia dan Revandra.


" sudahlah kak, yang penting Zakia baik-baik saja. ayo kita pulang.." ajak Rans.


" Zakia, hukumanmu ada dirumah !!" kata Revandra dengan serius.


" baiklah.." balas Zakia pasrah, ia memang bersalah mengambil senjata milik papanya.


Semua menuju mobil masing-masing, Zakia yang takut pada sang papa berlari.menuju Mobil Rans.


" hey !! kau.mau kemana ??!!" teriak Revandra.


" aku ikut paman Rans saja..!!" jawab Zakia yang langsung masuk kemobil Rans.


" awas saja jika kau berani menghindar !! anak nakal !! teriakan Revandra masih terdegar Zakia.


Rans hanya.menanggapi dengan tersenyum. ia melesat pergi dengan mobilnya diikuti Revandra, Romi dan gondrong..


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2