LUKA DAN CINTA

LUKA DAN CINTA
Luka Dan Cinta


__ADS_3

bab 53


.


.


.


Matahari belum menampakkan dirinya, namun Rans dan Revia sudah bersiap meninggalkan Apartemen Rans pagi itu juga. dengan dibantu pengawal Rans, Revia masuk terlebih dulu didalam mobil baru diikuti Rans.


mobil melaju dengan kecepatan Sedang, diikuti beberapa mobil pengawal dibelakang dan dengan.


Revia yang melihat pengawalan itu diam-diam merasa kagum pada Rans. selama ini Rans tidak pernah membicarakan tentang keluarga atau apapun. ia hanya fokus pada pelajaran saja. bahkan berbincang dengan Revia hanya sesekali saja. namun kini, Rans terlihat berusaha melindungi Revia agar dapat membawa Revia kembali kenegara asal dengan selamat.


" Rans, apa semua ini anak buahmu ??" tanya Revia ragu-ragu didalam mobil.


" bukan, mereka anak buah kakakku. memang kenapa ??" tanya Rans balik.


" tidak apa-apa, hanya saja jika dilihat kita ini seperti orang penting saja yang dikawal banyak anak buah." jawab Revia.


Rans menerbitkan senyumnya. " hanya untuk berjaga-jaga saja. "


" tapi bagaimana q bisa naik pesawat rans ?? pasport ku ???--"


" tenang saja. kita kembali dengan pesawat pribadi kakakku, kau tidak memerlukan itu." timpal Rans dengan santainya.


" k..kakakmu punya pesawat pribadi ??" tanya Revia yang sedikit terkejut.


" milik temannya, q hanya dipinjami." jawab Rans singkat.


Revia mengangguk pertanda mengerti. ia kemudian memilih diam tanpa berani bertanya lagi. Rans tilerlihat tidak suka jika Revia banyak bertanya.

__ADS_1


.


.


.


Samantha terlelap dengan lengan Abigal sebagai alas kepalanya. tangan yang tetap memeluk Abigal seolah mengatakan betapa Samantha kini sangat mencintai Abigal.


dengan penuh kelembutan Abigal mengusap pipi, rambut dan menciumi wajah Samantha yang tertidur.


sesekali tawa kecil terdengar kala Abigal melihat Samantha yang mengeliat seperti anak kucing dan menenggelamkan kepalanya didada Abigal.


" bagaimana bisa q melepaskanmu, disaat cintamu begitu besar padaku.." gumam Abigal yang terus mengusap kepala samantha.


" terima kasih atas cinta yang kau berikan... kini ketakutanku sedikit berkurang.. q sangat mencintaimu Samantha.." ucap Abigal lirih sambil mencium kembali kening Samantha.


Malam itu Abigal tidak melepas Samantha sedetikpun. ia bahkan terlelap dengan mendekap tubuh Samantha.


.


.


.


Revia membulatkan matanya kala mobil yang ia tumpangi melewati beberapa anak buah mantan kekasihnya. ia sedikit melorot kebawah takut jika ketahuan. Rans yang melihat Revia menautkan alisnya.


" ada apa ??" tanya Rans.


" i..itu..ta..di, anak buah pria jahat itu.."jawab Revia terbata-bata.


" tenanglah, mereka tidak akan menjangkaumu. kita akan langsung masuk pesawat nanti." Rans berusaha menenangkan Revia. ia tau betul betapa Revia yang takut dan memiliki trauma berlebih.

__ADS_1


Revia hanya mengangguk pelan tanpa.menjawab.


mobil berhenti tepat dibawah pesawat pribadi Abigal yang sudah tiba sejak pagi tadi. Rans meraih tangan Revia ketika ia sudah turun terlebih dulu namun Revia tidak kunjung turun.


" ayo.." ajak Rans. sambi mengulurkan tangannya.


Revia menoleh kesekeliling, ragu-ragu Revia menerima uluran tangan Rans. dan ikut turun.


Mata Revia disuguhkan sebuah pesawat jet yang sudah siap dengan beberapa pramugari didalamnya.


mata Revia berkaca-kaca penuh haru, bagaimana tidak, keinginan pulang adalah harapannya sejak kekasihnya menjual dirinya kepada seorang mucikari.


" kenapa kau menangis ?? ayo masuk !!? jangan sampai anak buah pria itu menyadari kau dibandara." tegur Rans yang sudah menaiki tangga.


" selamat datang Tuan muda.. selamat datang nona. " sapa beberapa pramugari dengan sopan.


Revia segera tersadar dan mengikuti langkah Rans menaiki tangga untuk masuk.kedalam pesawat. para pengawal itu juga ikut naik kedalam pesawar itu, setelah semua sudah masuk, pintu pesawat tertutup dan siap untuk lepas landas


Rans menuntun Revia kesebuah ruangan, sesampainya Rans langsung membukakan pintu disitu. Revia kagum sekali dengan pesawat jet pribadi itu. meski terlihat seserhana dari luar, namun didalam siapa sangka jika Kemewahan nampak disana. Seolah disulap menjadi rumah singgah, pesawat pribadi itu dilengkapi fasilitas yang diperlukan. bahkan ada beberapa tempat untuk beristirahat.


" perjalanan kita lumayan lama, istirahatlah. didepan sana ruanganku, jika kau butuh sesuatu panggil saja pramugari disini. jika kau tekan telpon dimeja nakasmu itu, pramugari akan segera menghampirimu." terang Rans. menunjukkan segala kelengkapan didalam ruangan yang bisa disebut Kamar istirahat itu.


" sekali lagi terima kasih Rans.. terima kasih banyak kau sudi membantuku.." ucap Revia penuh ketulusan.


" jangan sungkan, kebetulan saja q juga akan kembali, q kekamarku dulu.." pamit rans yang langsung menutup pintu ruangan Revia.


Revia semakin dibuat kagum dengan Rans,


" semoga suatu saat, q menemukan pria sebaik dan setulus Rans.." gumam Revia dengan senyum tipisnya.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2