
bab 57
.
.
Revia mengerjapkan matanya, sambil memegang kepalanya yang terasa berat. ia mendapati kain yang menempel dikeningnya dan saat mengedarkan pandangannya Revia melihat Rans yang tertidur dengan posisi duduk dan kepala disandarkan ditempat tidur Revia.
" apa yang terjadi padaku ?? kenapa Rans sampai menungguku disini.." gumam Revia pelan.
perlahan ia bangun dari posisi tidurnya, hingga membuat Rans juga tersadar.
" Via ?? kau sudah lebih baik ??" tanya Rans dengan wajah masih penuh rasa kawatir. ia langsung memegang kening Revia. Rans bernafas lega ketika tau suhu tubuh Revia sudah berangsur turun.
" syukurlah, panasmu sudah mulai turun" lanjut Rans
Sedangkan Revia jangan ditanya lagi, ia hanya mematung dengan sikap dan tingkah Rans barusan.
" minumlah dulu.."ucap Rans sambil menyerahkan segela teh hangat yang disiapkan pramugari.
Revia menerima tawaran rans, dan mulai meminumnya.
" terima kasih Rans.. maaf sudah merepotkan lagi.." balas Revia lirih.
" jangan sungkan, berapa puluh kali kau akan berterima kasih padaku.. " timpal rans dengan santai. " kau harus makan, kita hampir sampai." terang Rans yang mengambil sepiring makanan yang sudah disiapkan pramugari.
dengan penuh ketlatenan Rans menyuapi Revia. Perhatian yang diberikan Rans pada Revia membuat Revia terharu. ia makan sambil menitikkan air matanya. Teman yang tidak terlalu dekat dengannya kini malah dengan suka rela menjaga dan melindunginya.
" kenapa kau.menangis ??!!" tanya Rans
Revia mengusap air mata yang mengalir di pipinya. " q menangis bahagia Rans.. akhirnya q sampai di rumahku Rans.. semua berkat kau.. q tidak tau harus bagaimana membalas semua kebaikanmu.."
__ADS_1
Rans menepuk pundak Revia seolah memberi semangat. " semua hanya kebetulan Revia. Allah masih memebantu kita saja.. sudah hentikan tangisanmu, dan habiskan makananmu, setelah itu kau harus minum obat. ingat kata-kataku, lupakan semua yang terjadi diAmerika ketika kau mengijak kan kaki ditanah air kita. ok ??"
Revia menerbitkan senyumnya meski dengan wajah pucat, ia mengangguk pasti dan meraih piring yang dipegang Rans.
" q akan makan dengan banyak, q tidak mau kau kecewa." kata Revia sambil mulai menikmati makanannya.
Rans tersenyum tipis melihat revia sudah mulai tenang kembali.
.
.
" apa ??!!" ucap mama wina dengan suara meninggi dalam panggilannya.
" kenapa kalian tidak mengabariku ??!!" tegur mama wina pada orang yang dihubunginya.
segera mama wina mematikan panggilannya. raut wajah tegang nampak jelas diwajah mama wina.
" mama kenapa lari-lari ??" tanya Samantha.
" oh.. ee.. mama, mama hanya tidak mau kalian menunggu." jawab mama wina sekenanya, ia kemudian duduk dan mulai bersikap setenang mungkin.
" mama, tidak perlu seperti itu." balas Samantha sambil mulai mengambilkan sarapan untuk mertuanya.
Abigal yang mengerti kenapa mamanya terlihat kawatir hanya bisa diam. dia sudah siap dengan semua yang akan terjadi nanti.
.
.
Siang itu mama Wina terlihat mondar mandir diruang tamu, sesekali ia melihat ponsel yang sejak tadi ia pegang, berharap Rans mau memberinya kabar akan kedatangannya.
__ADS_1
Samantha yang baru kembali dari kantor Abigal heran dengan sikap sang mertua. ia menghampiri mama wina hendak bertanya.
" mama kenapa mondar-mandir begitu ??" tanya Samantha.
" kau sudah kembali ?? kenapa cepat sekali ??" sebuah pertanyaan aneh yang membuat Samantha menautkan alisnya.
" mas Abi harus mitting ma, tidak mungkin q mengganggunya.." terang Samantha
mama wina berusaha tetap tenang, ia menerbitkan senyum dan mengangguk pelan, meski tetap nampak jelas gurat kegundahan diwajahnya.
" nyonya, tuan Rans sudah datang.." penjaga yang baru masuk.memberikan laporan pada mama wina.
terkejut, hanya itu yang dirasakan mama wina. tapi ini.memang sudah saatnya.
" benarkah ?? emm.. baiklah, saya akan keluar.." mama wina menatap samantha yang sebenarnya merasakan hal yang sama.
" Samantha, mama keluar dulu ya.." Mama wina segera berlari keluar dari rumah.
buru-buru Samantha meraih ponselnya dan menghubungi Abigal.
" ada apa sayang ??"jawab abigal dalam panggilan.
" mas, bisakah kau pulang sekarang ?? e..e..R..Rans sudah sampai dirumah.." ragu-ragu samantha berkata.
" baiklah, q akan segera kembali. kau tenang ya, jangan takut.." balas Abigal dengan pasti.
" iya." Samantha mengakhiri panggilannya. dan memilih diam disitu sambil berusaha mengatur pacu jantungnya yang berdetak tak karuan menahan sesuatu.
.
.
__ADS_1
.