
bab 180
.
.
.
Malam sudah berganti pagi. atas permintaan Zakia Nada membawa putrinya itu menuju markas EangleBlood. Nada sengaja membawa Zakia dipagi hari saat papanya sedang berada dikantor.
meski Revandra sudah tau keinginan putrinya tetap saja Nada dengan baik.menjaga perasaan Revandra.
" ma, Naren tidak diajak ??" tanya Zakia.
" tidak, dia masih terlalu kecil. biarkan saja ada mbok Yumna kan dirumah. lagian dia harus sekolah juga.." jawab Nada dengan lembut.
Mobil terus melaju menuju sebuah jalan sepi dipinggir kota. Zakia begitu antusias meneliti setiap jalan yang ia lewati, Nada sudah menduga putrinya pasti tengah menghafal setiap jalan yang dilewati. namun tampak sengaja, Nada membiarkan putri berkonsentrasi meneliti setiap jalan yang dilewati.
Setelah menempuh perjalanan hampir dua jam, Mobil memasuki sebuah Gerbang tinggi besar layaknya hunian bisa dibilang mansoin mewah. namun tepat ditengah-tengah rerumputan.
" ma, apa ini markas papa ??" tanya Zakia.
Nada hanya menerbitkan senyumnya.
" Nyonya, saya turun dulu ya.. " ucap sang sopir.
__ADS_1
"biar saya saja." balas Nada yang kemudian langsung turun.
Nada bisa melihat markas suaminya masih terawat, beberapa anggota juga berlalu lalang membersihkan. segera Nada berjalan mendekati gerbang tinggi itu.
penjaga gerbang dengan senjata ditangannya segera menunduk hormat ketika melihat nyonya besar mereka datang.
" selamat pagi nyonya.. maaf saya fikir mobil siapa tadi.." sapa penjagan itu yang segera membukakan pintu.
" apa yang saya minta sudah kau bersihkan ??" tanya Nada.
" sudah nyonya. semua aman. " jawab Penjaga.
" baiklah, terima kasih.." Nada memutar langkahnya dan kembali kemobil.
" bagaimana ma ??" tanya Zakia.
mobil memasuki gerbang yang sudah terbuka lebar itu. halaman yang sangat luas, lebih luas dari rumah yang ia tempati fikir Zakia, nampak beberapa anggota yang sedang latihan bela diri, menembak, dan melempar belati seketika menghentikan aktivitasnya melihat dan mendengar jika nyonya besar mereka datang berkunjung.
" ma, ini halamannya luas sekali.. bahkan jika kita harus berjalan akan kelelahan pastinya.." ucap Zakia penuh kekaguman.
" tentu saja sayang.. disini bukan hanya 10 atau 20 orang yang tinggal, tapi banyak.. harus luas dan besar.."balas Nada.
Beberapa diantaranya segera berdiri tegap disisi mobil Nada ketika mobil sudah berhenti. dengan segera pula mereka membukakan pintu mobil untuk.istri dari bos mereka itu.
" terima kasih.. apa gondrong sudah pergi ??" tanya Nada dengan penuh keramahaan.
__ADS_1
" maaf nyonya.. saya tidak.menyambut kedatangan nyonya.." ucap gondrong yang baru keluar dari rumah itu
" jadi paman gondrong benar tinggal disini ya ??" tanya Zakia yang begitu penasaran.
" iya nona, selamat datang dikediaman kami.. mari silahkan masuk.." balas gondrong dengan sopan.
Zakia menggandeng lengan sang mama dan segera masuk kedalam rumah besar itu.
baru masuk saja mata Zakia sudah disuguhi dengan berbagai macam senjata yang tergantung disetiap sudut rumah. jika rumah pada umunya biasanya berhias kaligrafi atau bingkai foto, berbeda dengan disini, hiasan disetiap sudut hanya senjata dan senjata.
" mama, ini lebih luas dari rumah kita" bisik Zakia.
Nada hanya membalas dengan anggukan serta diimbangi dengan senyuman.
gondrong menjadi pemandu perjalanan Zakia serta Nada meneliti setiap sudut dan ruangan didalam rumah itu.
tujuan pertama gondrong mengarah kesebuah mini bar didalam rumah itu.
Zakia dibuat kagum dengan desainnya yang begitu klasik namun tak.meninggalkan kemewahannya. beberapa.minuman langka diseluruh dunia berjajar rapi disebuah lemari kaca yang sudah didesain khusus disana.
" selamat datang sayang.. apa kau senang bisa masuk.kedalam.markas anggota mafia EangleBlood ???" sebuah suara yang terdengar tidak asing berasal dari arah tangga, seketika Zakia langsung menoleh sumber suara itu. begitupun dengan Nada,yang hanya merespon dengan melipat kedua tangannya serta tersenyum manis menghadap tangga.
.
.
__ADS_1
.
.