LUKA DAN CINTA

LUKA DAN CINTA
Luka dan Cinta


__ADS_3

bab 126


.


.


.


Siang hari setelah rapat, Abigal membawa Rans dan Revandra untuk makan siang bersama.


restoran khas China yang menjadi pilihan Abigal.


Deri yang sudah memesan meja segera mempersilahkan tuan-tuannya menuju meja yang sudah ditentukan.


tanpa sengaja Kayra yang juga berada direstoran itu dikejutkan dengan mata yang melihat pria yang begitu ia rindukan.


senyum tipis terpancar jelas diwajah Kayra.


" kau terlihat bahagia Abi.." gumam Kayra yang memilih menarik pria yang bersamanya untuk keluar dari restoran itu.


.


.


" Deri pesankan semua menu favorite di restoran ini.." perintah Abigal.


" baik tuan." jawab Deri yang segera memilih menu favorite dibuku menu.


" kau tidak memintaku memilih??" tanya Revandra.


" kau kan pemakan segala, pasti kau akan mau apapun kan ??" balas Abigal dengan candaannya.


" sialan !!" umpat Revandra.


Rans tersenyum dibuatnya,.


" Rans besok ikutlah Revandra kesurabaya, ada klien kita disana yang ingin bertemu dengan pemilik Kantor cabang yang baru. semoga kau bisa .." terang Abigal.


" Rans pasti bisa. bersama dia aku malah senang, asal tidak denganmu saja !!" timpal Revandra.

__ADS_1


" aku juga tidak ada niat untuk pergi. !!" balas Abigal.


" besok ya kak ??" Rans memastikan.


" iya, sore sudah kembali kok, kau tidak perlu menginap." balas Abigal.


" tenang saja kau bersamaku.. aman.." Revandra.menepuk pundak Rans.


" aku percaya padamu kak.." timpal Rans dengan senyumnya.


" ha...kau akan menjadi pengusaha sukses juga nanti. bila perlu kalahkan kakakmu itu.." bisik Revandra namun tetap terdengar oleh Abigal. sayangnya Abigal tidak terlalu peduli, ia memilih berkirim pesan dengan istri tercintanya.


" Kakak bicara apa, kami kan saudara tidak.mungkin saling menjatuhkan.." balas Rans.


Abigal menyeringai mendengar jawaban Rans.


" sia-sia saja kau meracuni otak adikku.."ucap Abigal.


Ponsel Revandra berdering membuatnya segera meraihnya. " ada apa Zakia??"


Rans yang mendengar nama Zakia disebut seolah langsung penasaran kenapa Zakia menghubungi sang papa.


"lakukan saja. asal jangan kecapekan ya ??" nasehat Revandra.


" tidak akan pa.. ya sudah bye.." tanpa.menunggu suara sang papa Zakia sudah mematikan panggilannya.


" Zakia kenapa kak ?? apa dia diserang lagi ??atau dia terluka ??" Rans memberondong Revandra dengan banyak pertanyaan yang menjadi pusat perhatian baik Revandra maupun Abigal.


Sadar semua melihatnya, Rans tersenyum .."ah..maaf, maksudku tumben sekali Zakia menghubungimu kak.."


" tentu saja, dia kan papanya.. kau ini bagaimana ??" timpal Abigal.


" iya.. maaf. " ucap Rans lirih.


" Zakia hanya minta izin latihan beladiri lagi. setelah kejadian itu mamanya membiarkan Zakia berlatih apapun," terang Revandra sambil tersenyum dan melipat kedua tangannya didada.


" oh begitu ya.. syukurlah.." Rans berkata secara spontan.


Abigal memicingkan matanya, ekspresi Rans berubah total setelah mendengar nama putri sahabatnya itu. saat hendak bertanya, makanan yang dipesan sudah datang. pramusaji menyiapkan nya dimeja tepat didepan mereka.

__ADS_1


.


.


Samantha diantar sopir berbelanja kebutuhan hariannya dipusat perbelanjaan. memilah-milah sayuran serta buah kesukaan Abigal.


sebuah kebetulan, Maudy juga tengah berbelanja dengan Sang mama.


tanpa sengaja ia melihat Samantha yang fokus pada pemilihan sayuran dan buah yang hendak ia beli.


Maudy tersenyum licik, ia segera berpamitan dengan sang mama untuk ketoilet agar bisa mengganggu Samantha.


" Hay Samantha, apa kabar ??" sapa Maudy yang sudah dibelakang Samantha.


Terkejut, namun Samantha berusaha terlihat biasa saja. " maudy ?? aku baik, kau sedang apa disini ??" tanya Samantha.


" tentu saja belanja, sama sepertimu, aku bersama mamaku.." Maudy menujuk.mamanya yang mendorong troli.


" oh.. begitu ya.. ya sudah, aku permisi dulu ya.." pamit Samantha. ia begitu enggan berbincang dengan wanita ular itu.


" eh.. tunggu, bagaimana jika kita minum kopi ?? sudah lama kan kita tidak ngobrol.." ajak Maudy.


" maaf, tapi aku..-"


" ayolah Samantha.. kau sudah tidak.menganggapku teman lagi ya ??" bujuk Maudy.


Samantha terdiam dengan mata terus menatap maudy. "dia terlihat biasa tanpa rasa berdosa."ucap Samantha dalam hati.


" baiklah. mari.." Samantha akhirnya menyetujui ajakan Maudy.


" nah gitu dong.." Maudy segera membawa Samantha dicoffeshop didalam pusat perbelajaan itu.


" semoga dia tidak berulah lagi.." ucap Samantha dalam hati. ia kemudian mengikuti langkah Maudy.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2