LUKA DAN CINTA

LUKA DAN CINTA
Luka Dan Cinta


__ADS_3

bab 49


.


.


Rans tengah berkemas semua keperluannya. senyum bahagia tidak lepas dari wajahnya. kesabarannya berbuah manis, ia bisa menunjukkan kesuksesannya pada kakaknya nanti.


" tuan muda, kita jadi berangkat lebih awal ??" tanya pengawal yang setia menemani Rans selama menimba ilmu di Amerika itu.


" iya, emm.. tapi jangan laporkan pada kak Abi ya ?? q mau memberi dia kejutan" jawab Rans.


pengawal itu menyungginkan senyumnya, melihat tuannya bahagia membuatnya merasa lega.


" Samantha.. q datang... jika kau marah padaku, q akan berusaha meminta maafmu sampai kau memberikannya.." gumam Rans sambil mencium foto kecil yang selalu ia bawa kemanapun.


namun diluar apartemen Rans terdengar kegaduhan yang terdengar dari dalam.


rasa penasaran menyelimuti hati Rans yang dengan segera keluar dari apartemen. betapa terkejutnya ia ketika Revia datang keapartemennya dengan baju yang hampir terbuka, wajah dipenuhi lebam, dan ada sisa darah di sudut bibirnya.


" Rans..." panggil Revia yang langsung berlari memeluk Rans dengab erat. tubuhnya bergetar hebat, seperti menahan ketakutan.


pengawal Rans hendak menarik revia namun dicegah Rans.

__ADS_1


" Via,apa yang terjadi ?? kenapa kau berantakan begini ??!!" tanya Rans sambil melepas tangan Revia yang melingkar diperutnya.


dengan sesenggukan Revia mengatur nafasnya yang tidak beraturan.


" tenanglah dulu, tenangkan dirimu.. duduklah.." ajak Rans sambil mendudukkan Revia agar revia sedikit tenang.


" ambilkan air putih dan kain dikamarku." perintah Rans pada Pengawalnya. segera pengawal itu mengikuti perintah Rans.


sesekali Revia menyeka air mata yang tak henti-hentinya keluar.


pengawal keluar dengan segelas air dan sebuah kain ditangannya. Rans segera menerima dan segera membantu Revia meminum air putih agar menetralkan rasa sesak, sakit, takut dihatinya.


Setelah itu Rans membalutkan kain putih ditubuh Revia yang bajunya sudah koyak entah kenapa.


" jadi kenapa kau sampai seperti ini ?? bukannya kau pulang karna akan menikah ??" tanya Rans yang memang sangat penasaran dari tadi.


" Di..dia, di..a membohongiku Rans.. dia tidak.membawaku pulang, ta..tapi dia.. dia.. menjualku disebuah Bar.." jawab Revia dengan tangis yang tersisa.


" apa ?? !! bagaimana bisa ??!!!" Tanya Rans lagi yang seolah tidak percaya.


" di..dia pembohong Rans.. q benar-benar bodoh bisa tertipu olehnya !!" timpal Revia yang meruntuki dirinya dengan tangisan memilukan.


" tenanglah," Rans berusaha menenangkan dengan menggenggam tangan Revia.

__ADS_1


" a..aku.. a..ku buron Rans.. q kabur dari tamu yang membayarku.. dari Bar, q harus bagaimana Rans.. q tidak mau masuk keBar itu lagi.. q mau pulang keIndonesia Saja Rans..." ucap Revia yang penuh ketakutan.


" sudah-sudah, kau aman disini.. banyak pengawalku yang akan menjaga kita..em.. kau bersihkan dirimu dulu, q akan meminjamkan bajuku untuk kau pakai. ayo masuklah," ajak.Rans, ia berfikir jika Revia akan lebih tenang jika sudah membersihkan diri.


Revia hanya mengangguk dan mengikuti langkah Rans memasuki Apartemen milik Rans itu.


" perketat penjagaan, jangan biarkan siapapun.masuk. hubungi anak buahmu, untuk bersiap jika ada yang datang." perintah Rans pada pengawal disana.


" baik Tuan." jawab pengawal.itu dengan singkat.


Revia masuk kedalam ia dapat melihat koper besar yang sudah tertata rapi di sana.


" k..ka..kau akan pulang ??" tanya Revia ragu-ragu.


" emm.. iya. itu kamarku, masuklah dan bersihkan dirimu. ada piyama tidurku dilemari, pakailah, kau akan segar dan lebih baik jika sudah terbasuh air." jawab Rans yang memilih menuju dapur, ia berniat membuatkan teh hangat untuk Revia.


sebenarnya Rans tidak mau ikut campur dan.membuat masalah dinegeri orang, namun entah mengapa melihat Revia menangis Rans sungguh benar-benar tidak tega.


Rans hanya bisa membuang nafas dengan kasar, keberangkatannya harus ditunda dulu.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2