
bab 111
.
.
.
Maudy menatap tajam Rans yang diam tanpa ekspresi. mata Rans menyorotkan sebuah kebencian mendalam untuk Maudy, sesaat maudy tersadar jika Tatapan Rans sangat berbeda dari biasanya.
" ada lagi yang ingin kau katakan ??" tanya Rans dengan santainya.
Seolah tak percaya dengan yang didengar, maudy membuang tatapannya karna merasa diabaikan.
" jika kau sudah selesai, giliran aku yang akan berbicara." Rans berdiri dari duduknya dan mendekati Maudy secara perlahan. tatapan tajam penuh tuntutan dilayangkan Rans pada Maudy. seolah mulai ketakutan, maudy memundurkan langkahnya, namun Rans terus mendekatkan dirinya pada maudy, hingga tanpa sadar maudy sudah terhimpit tembok.
beberapa kali maudy menelan ludahnya menetralkan rasa takut dihatinya, bahkan sesekali ia mengerjapkan matanya.
__ADS_1
" aku tidak menyangka kau bisa berbohong hanya karna sebuah alasan perasaan maudy." ucap Rans masih dengan suara datar.
"a..apa.. ma..ksudmu ??" tanya Maudy yang mulai ketakutan.
"katakan yang sebenarnya, jangan membohongiku lagi "balas Rans.
" a..aku..aku..tidak membohong...-"
daggg...!!!
Maudy memejamkan matanya, tangan Rans meninju tembok tepat disisi wajah Maudy.
" aku tau semua kebohonganmu maudy, semuanya.. " ucap Rans penuh penekanan.
Mata maudy mulai berkaca-kaca, Rans seolah berubah mengerikan dari biasanya yang penuh keramahan dan senyuman.
" Rans..a..aku..aku..bisa jelaskan.."balas Maudy gelagapan.
__ADS_1
" baiklah, katakan kenapa kau sampai hati menjebakku dengan samantha pada malam perpisahan itu ??!! dan juga, kau sudah tau Samantha hamil tapi kau memintaku membiusnya menggunakan obat bius dengan dosis tinggi, padahal kau tau obat dosis tinggi itu berbahaya untuk wanita yang sedang hamil ??!!! kau mengatakan mendapatkannya dari lidia yang menjadi Apoteker ??!! kau fikir aku bodoh !! lidia saat ini di luar kota bersama suaminya kan ?? dan lagi, kau mengatakan orangtuamu bangkrut dan kau butuh pekerjaan, aku dengan baik hati memberikanmu pekerjaan. padahal orangtuamu masih berjaya dengan perusahaannya. tapi kenapa kau terus membohongiku ??!!!" teriak Rans dengan suara lantang. mata Rans memerah, menahan amarah yang meluap dihatinya.
Maudy terpaku dibuatnya, matanya membulat sempurna, air matanya mengalir begitu saja. semua kebohongannya telah terbongkar. bahkan Rans membuka didepan maudy sendiri.
" katakan !! katakan kenapa ???!!" bentak Rans yang membuat maudy memejamkan matanya.
Maudy mengatur kembali nafasnya, "semua aku lakukan karna aku mencintaimu Rans !!!"ucap Maudy dengan suara tak kalah tinggi.
" cinta ?? menjebakku dengan samantha kau bilang cinta ??!! membuatku merasa bersalah karna menghilangkan nyawa janin yang belum lahir itu kah yang kau inginkan ??!!! agar aku dibenci kakakku dan samantha ??!!!" timpal Rans
" aku melakukannya agar kau bisa berpisah dengan samantha !!! selama SMA, aku sudah memendam perasaan suka padamu !! tapi kau malah jadian dengan Samantha. iya, aku melakukannya agar kau dibenci Samantha dan kakakmu !!! itu benar !! semua aku lakukan untuk mendapatkanmu !!! apa aku salah berusaha memilikimu ??!! hah !! katakan !!! apa aku salah ??!!" seolah merasa frustasi Maudy mencurahkan semuanya dihadapan Rans.
" kau benar-benar sudah tidak waras maudy !!" balas Rans.
" aku memang tidak waras !! aku gila !! aku gila karna perasaan cintaku padamu begitu besar !! apalagi.ketika kau menangisi Samantha yang menikah dengan kakakmu itu, aku benar-benar murka !!! kau tidak pantas menangisinya !!! ada aku yang setia menunggumu !! kenapa.kau masih berharap pada wanita itu !!!" kata maudy lagi yang masih dengan curahan hatinya air mata juga mengalir deras dipipi Maudy dengan amarah yang meluap-luap.
.
__ADS_1
.
.