LUKA DAN CINTA

LUKA DAN CINTA
Luka dan Cinta


__ADS_3

bab 198


Didalam mobil Rans, Zakia bingung mau bercerita atau tidak. ia terlihat gelisah hingga membuat Rans merasa keheranan.


" ada apa ?? apa kau kesulitan mengerjakan tugas ??" tanya Rans.


Zakia tersenyum terpaksa menatap Rans. "em..tidak.."


" tapi kau terlihat gelisah. apa kau takut pada pamanmu lagi ??" goda Rans.


" bukan itu !! aku katakan tapi paman jangan marah dulu ya ??" balas Zakia.


Rans membalas dengan mengangguk pasti.


" kak Revia. Kak Revia diculik mantan tunangannya. sudah hampir sebulan tidak ditemukan. bahkan polisi sudah mau menutup kasus ini..paman mau kan ..-"


" Zakia. jangan ikut campur urusan mereka !! mereka bukan orang sembarangan." Rans menyela Ucapan Zakia.


" tapi kasihan kak Revia..tadi rio memberitauku agar tidak mengatakannya kepadaku jika nanti ada masalah atau terjadi sesuatu padanya, aku merasa bersalah disini.. kak Revia terlihat menyukai paman, namun dia mengalah secara halus demi aku.."balas Zakia.


Rans membuang nafas dengan perlahan. rasa kasihan memang selalu ada didiri Rans. namun Rans yang sudah tau siapa mantan tunangan Revia merasa tidak akan mampu melawan.


" mantan tunangan Revia bukan orang sembarangan Kia..mereka berbahaya sangat berbahaya.." terang Rans.


" aku akan minta bantuan papa juga. papa kan anggota mafia, aku yakin papa mau.."timpal Zakia.


Rans menatap wajah zakia yang terlihat bersungguh-sungguh. "kenapa kau peduli sekali pada orang lain..??"


" kak Revia bukan orang lain..dia teman sekaligus kakak bagiku..aku sama sekali tidak menyadari jika kak revia sudah lama tidak berkirim pesan denganku.."

__ADS_1


" kita bicarakan bersama papamu, jika papamu setuju kita membantunya, tapi jika tidak, kau harus diam dan tidak boleh bertindak sendiri." ucap Rans bersungguh-sungguh.


Zakia mengangguk dengan wajah serius.


" pak, kita kekantor RRGENERAL." ucap Rans pada sopir.


" baik tuan." balas Sopir dengan sopan.


Zakia mengeratkan pelukannya pada lengan Rans.


" peluk orangnya dong.. masa cuma tangannya.." goda Rans.


" cih.. jangan mengharap.." balas Zakia dengan wajah bersemu merah


Rans hanya mengusap kepala Zakianyang bersandar dibahunya.


" semoga saja papa mau membantu kita." gumam zakia.


" hmm semoga saja.."gumam Rans juga.


Tak lama mobil Rans sudah tiba dikantor Revandra. dengan melangkah beriringan Rans dan zakia memasuki gedung besar itu.


tujuan mereka adalah ruangan sang papa, tanpa menelfon tanpa memberi kabar, mereka berdua ingin menemui Revandra.


sambutan penuh kehormatan dilayangkan para karyawan yang sangat mengenal Zakia. hingga mereka sudah dilantai dimana ruangan papanya berada.


" nona Zakia.." sapa Yohan.


" paman Yohan..apa kabar.." Zakia begitu bahagia dengan asisten papanya yang begitu senang bercanda itu.

__ADS_1


" saya baik nona. mau cari tuan ya ??" tanya Yohan


" iya. papa masih sibuk ??" tanya Zakia balik.


" tuan sedang mitting tapi sudah dari tadi mari tunggu saja diruangannya. " ajak Yohan.


Zakia dan Rans mengangguk seraya mengikuti langkah Yohan menujunruangan kerja Revandra.


" nona mau minum apa ?? emm tuan ini..adiknya tuan Abigal kan ??" tanya Yohan.


" iya. " balas Romi.


" paman duduklah.. aku ingin bersama paman sebentar.." Zakia menarik Yohan tanpa peduli pada Rans yang masih berdiri.


Rans hanya memutar bola matanya dengan malas.


" Zakia.. jangan seperti ini.." balas Yohan.


" paman harus jelaskan kenapa tidak pernah kerumah sekarang ?? apa paman terlalu sibuk dengan istri dan anak paman, sehingga tidak mau menemuiku ??!!" terka Zakia. yang mencecar Yohan dengan banyaknya tuduhan.


" tentu saja tidak nona, saya banyak pekerjaan diluar. papanya nona itu bahkan tidak.memberi saya cuti diwaktu tanggal merah.. semua saya dan Romi yang mengurus.. kan itu kejam.." terang Yohan.


" papa dari dulu sampai sekarang tidak berubah !!" gerutu zakia.


" memang nona.. malah sekarang tambah parah.. " balas Yohan.


" benarkah ?? aku akan memarahinya nanti.." timpal zakia dengan geram.


" eehhemm..!!" Rans berdehem agar Zakia memandangnya namun zakia tetap terfokus pada Yohan.

__ADS_1


Yohan sebenarnya menyadari Rans terlihat tidak suka, Namun ia juga tidak bisa pergi begitu saja disaat Zakia berbicara, Sebab Yohan juga begitu menyayangi zakia seperti putrinya sendiri.


__ADS_2