
bab 65
.
.
.
Senyum haru penuh bahagia menyelimuti hati Abigal. sambil menggenggam jemari Samantha yang masih terlelap, bahkan sesekali Abigal mencium tangan wanita yang berhasil menaklukkan hatinya.
" terima kasih sayang.. terima kasih.." gumam Abigal. tanpa sadar air mata yang tertahan sejak tadi menetes sempurna begitu saja.
Samantha mulai tersadar dari tidurnya. wajah suami yang amat ia cintailah yang pertama kali ia lihat.
" kau sudah sadar sayang ??" tanya Abigal penuh antusias.
samantha terkejut dengan Abigal yang menitikkan air mata.
" mas kenapa ??" tanya Samantha balik.
" tidak apa-apa. q bahagia sekali hari ini.." jawab Abigal yang langsung menciumi Samantha.
" mas sebenarnya ada apa ??" tanya samantha yang masih bingung.
Abigal meraba perut rata samantha. " disini ada buah cinta kita. kau hamil sayang.." terang Abigal dengan senyumnya.
Samantha seolah tak percaya dengan yang dikatakan Abigal, ia ikut meraba perutnya yang masih rata.
" be..benarkah ??" tanya Samantha dengan wajah berbinar.
Abigal mengangguk pasti dan membawa Samantha dalam pelukannya." selamat sayang.. kau akan segera menjadi seorang ibu.."
Samantha tersenyum bahagia, ia tidak menyangka akan secepat itu mengandung karna baru beberapa bulan ia tidak meminum pil penunda kehamilannya. rasa syukur tak lupa terpanjat untuk yang maha kuasa, " terima kasih Ya Allah.. atas titipan yang Engkau berikan padaku..."
__ADS_1
.
.
.
Mama Wina sedang dalam perjalanan kerumah Revandra untuk menemui sang putra.kabar kehamilan Samantha adalah sebuah kebahagiaan yang seharusnya mama wina Rasakan, namun kini harus tertahan dengan Rans yang masih belum mau kembali kerumah bahkan entah dia mau memaafkan atau tidak, semua itu seolah membuat mama Wina merasakan sesak dalam hatinya.
sesekali mama wina menyeka air mata yang menetes dengan sendirinya. mama wina sengaja tidak memberi kabar jika akan datang, ia terlalu takut jika Rans berfikir akan kabur atau bahkan menghindarinya.
tak lama mobil yang ditumpangi mama wina memasuki halaman luas dari salah satu Sultan ternama dikota itu. ini pertama kalinya mam wina datang kerumah sahabat putranya.
mobil mama wina dihentikan penjaga yang berjajar rapi disetiap sudut halaman itu.
" maaf nyonya, ada perlu apa kemari ?? apa sudah membuat janji..??" tanya penjaga.
" saya tidak membuat janji, saya mau bertemu Revandra. apa bisa ?? saya mama dari temannya namanya Abigal. tolong beritau dia ya.." pinta mama Wina.
mama wina setia menunggu sambil melihat sekeliling rumah yang amat mewah dan luas.
tak lama penjaga itu sudah kembali dan.mempersilahkan Mama wina untuk masuk.
" silahkan.nyonya, tuan Revandra sedang tidak dirumah tapi nyonya Nada ada silahkan.." dengan penuh kesopanan penjaga itu mempersilahkan mama wina masuk kedalam rumah.
" selamat Datang nyonya, maaf sebelumnya harus menunggu diluar.." sapa Nada istri Revandra.
" tidak masalah nona Nada, saya yang seharusnya minta maaf karna mengganggu waktu istirahat anda." balas mama wina.
" nyonya terlalu berlebihan. mari silahkan duduk." ajak Nada.
" bisakah saya melihat putra saya dulu ?? saya.begitu kawatir dengan kondisinya ??" timpal mama wina dengan wajah memelasnya.
Nada tersenyum penuh kelembutan. " silahkan Nyonya, mari saya antar.." Nada mengarahkan mama wina menuju kamar tamu dilantai bawah itu.
__ADS_1
tanpa sengaja mereka berdua berpapasan dengan Zakia yang juga akan masuk kekamar Rans dengan membawa nampan berisi makanan dan buah.
" mama.. nyonya ini siapa ??" tanya Zakia dengan.polos.
" dia ibunya Tuan Rans. nyonya Wina perkenalkan ini putri pertama saya namanya Zakia. dia yang bertanggung jawab menjaga Rans disini." terang Nada.
" saya tidak tau kalau anda dan tuan Revandra memiliki.putri yang sudah remaja.. terima kasih sayang sudah menjaga putra tante..." ucap mama Wina penuh ketulusan.
" jangan sungkan nyonya, saya hanya sedang belajar merawat pasien." balas Zakia.
Nada dan mama wina tersenyum bersama. zakia lebih dulu masuk kekamar itu.
sambutan senyum melekat diwajah rans ketika ia melihat Zakia kembali kekamarnya tepat diwaktu makan siang.
" apa papamu yang memintamu.merawatku ??" tanya Rans
" salah satunya iya, tapi ini jiwa naluri seorang calon dokter paman." jawab Zakia sambil memperlihatkann deretan giginya yang rapi dan putih.
Rans menyunggingkan senyum dengan jawaban kepolosan Zakia.
" paman, ada yang mau bertemu denganmu." ucap Zakia.
" siapa ??"tanya Rans.
Zakia terdiam dia memilih menatap pintu yang perlahan terbuka, Rans juga mengikuti tatapan Zakia kearah pintu.
sosok yang amat Rans rindukan tapi amat menyakitkan. keduanya saling tatap dengan mata tergenang air mata haru.
.
.
.
__ADS_1