
bab 61
.
.
.
Tegukan demi tegukan minuman dihadapan Rans mulai habis, beberapa kali Rans meminta pelayan bar membawakan minuman lagi untuknya.
ya, Rans meluapkan semua kekecewaannya dibar milik kakaknya itu, dengan didampingi beberapa botol minuman keras.
selama ini Rans sangat menjauhi minuman keras, namun kali ini entah mengapa ia lebih memilih minuman untuk melepas beban dihatinya.
Ada senyum licik dari seorang wanita disudut bar ketika melihat betapa kacaunya Rans,
perlahan wanita itu mendekati Rans.
" apa kah sefrustasi itu sampai kau minum sebanyak ini ??" tanya Kayra dengan manja sambil duduk disisi Rans. ya, wanita yang sejak tadi memeprhatikan Rans adalah Kayra.
Rans memandang kayra dengan malas, ia kembali meneguk minuman digelasnya hingga tandas. Kayra yang melihat gelas Rans yang kosong, mengisi kembali gelas dihadapan Rabs itu.
" terkadang orang terdekat memang kejam terhadap kita, jika dilihat, kita senasib juga, kau dibohongi sedangkan q dihianati.." ucap Kayra kembali seolah mencoba memberikan fikiran negatif terhadap Rans.
Rans masih belum merespon ucapan kayra, ia lebih memilih terus menikmati minuman tanpa mau berkata apapun.
" kau tau, q ini dulunya kekasih Abigal kakakmu... tapi q dihianati begitu saja setelah kedatangan wanita itu.." lanjut Kayra
Rans kembali mengepalkan kuat tangannya ketika mendengar kini Abigal telah bersama Samantha.
" apa kau tidak.mau mengambil yang seharusnya menjadi milikmu ?? apa kau akan diam dan menerima begitu saja penghianatan dari kakakmu ???" kayra mendekatkan wajahnya disisi Rans, Rans menatap tajam Kayra lalu membuang tatapannya begitu saja.
__ADS_1
" jika q jadi kau, q akan merebut kembali sesuatu yang dulunya memang milikku," lanjut Kayra yang juga ikut meminum minuman disana.
" apa maumu ??" tanya Rans singkat.
kayra menerbitkan senyum liciknya. " tentu saja bekerja sama, kita harus mengambil yang memang seharusnya menjadi milik kita.. selama ini q sudah berusaha keras, tapi Abigal selalu menolak begitu saja, tapi jika Dari sisi wanita itu ada kau, q yakin kita akan berhasil dengan cepat."
" kau mau membohongiku dengan cerita konyolmu itu ??!!" ucap Rans sambil berdiri dari duduknya. mendengar ocehan kayra membuatnya bertambah sakit hati. meski sempoyongan Rans berusaha tetap berdiri dan berjalan dengan benar.
" kau akan menyesal menolak tawaranku !!!" teriak Kayra.
" terserah !!" Rans melanjutkan langkahnya meninggalkan bar itu.
" dasar pria payah !!! lihat saja q akan memberimu pelajaran !!" gumam Kayra dengan mata penuh kemarahan.
Rans melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang. selama ini dia tidak pernah minum sebanyak tadi, hingga kepalanya terasa sangat berat. sesekali ia mengerjapkan matanya agar kesadarannya tetap terjaga.
entah dari mana datangnya sebuah mobil menghadang jalan Rans, hingga membuat rans mengerem mobilnya mendadak.
Rans menajamkan penglihatannya, terlihat 4 orang keluar dari mobil itu. karna sudah dikuasai emosi sejak tadi, Rans juga turun dari mobilnya.
Tanpa berkata 4 pria itu menyerang Rans secara bersamaan.
bukk..
bukk..
bukk..
dagg..
dagg..
__ADS_1
dag..
Rans terhuyung kebelakang, membuat dia kuwalahan menghadapi 4 pria itu.
" aakkhh.. sial !!" umpat Rans sambil.mengusap ujung bibirnya yang berdarah.
Mata yang mulai berkunang membuat Rans tidak menyadari jika salah satu pria dihadapannya mengeluarkan belati yang hendak diarahkan kepadanya.
srrekkk...
srreekk...
"aakkhhh!!!" Rans kesakitan kala lengan dan pundaknya terkena belati
entah kebetulan atau bagaimana, Revandra dan dua asistennya tak sengaja lewat jalan itu, melihat ada yang diserang, Buru-buru Revandra dan kedua asistennya menolong.
buukk..
bukk...
bukk..
Dua asisten Revandra sudah bisa mengatasi 4 pria itu. sedangkan Revandra segera menghampiri Pria yang dikeroyok itu. matanya membulat sempurna ketika mengenali pria yang tergeletak tak sadarkan diri itu.
" astaga.. Rans..." gumam Revandra.
buru-buru ia membawa Rans masuk kedalam mobilnya.
.
.
__ADS_1
.