
bab 177
.
.
.
Dikamarnya Zakia berguling-guling dengan bahagia saat berkirim pesan dengan Rans. kata-kata godaan Rans membuat Zakia sesekali tertawa kecil, hingga ia lupa bahwa dirinya belum mandi.
Nada yang masuk kekamar Zakia hanya mereapon dengan gelengan kepala. putrinya tengah kasmaran, hingga tidak mengunci pintu dengan benar
" sayang.. apa kau tidak lapar ??"tanya Nada. yang masih berdiri dipintu.
Zakia langsung bangkit dari tempat tidur dan meletakkan ponselnya, ia begitu terkejut dengan sapaan mamanya.
" mama.. emm. iya, aku segera turun. he..he.." Zakia terlihat cengengesan dengan menggaruk kepalanya yang tidak.gatal.
Nada tertawa kecil.melihat zakia "mandilah dulu.. mama tunggu dibawah.." Nada memilih meninggalkan Zakia dengan tawa kecilnya.
" apa mama melihatku tadi ??" tanya Zakia pada dirinya sendiri.
Zakia mengusap wajahnya memegangi kedua pipinya. "mama akan mengira aku gila"
" aahh... paman Rans.. semua ini karnamu !!!" gerutu Zakia yang berlari menuju kamar mandinya.
.
.
__ADS_1
Sementara Rans menautkan alisnya ketika.mendapat balasan pesan singkat dari Zakia. 'semua karnamu paman Rans !!!'
ia belum mengerti kenapa Zakia mengirimkan pesan terakhir seperti itu.
" kenapa dengannya !? masa ia dia marah ??" tanya Rans pada dirinya sendiri.
" kenapa pesawatnya lama sekali sih !!! aku harus menghubungi Zakia segera !!" gerutu Rans.sendiri.
.
.
.
Abigal memasuki ruang rawat samantha bersama dokter Obgyn dirumah sakit itu. atas arahan dari sang dokter Abigal.ingin memastikan dengan pasti kebenaran hamil tidaknya Istrinya.
" mas Abi.." ucap Samantha lirih.
" maaf nona kita pindah keruang rawat saya ya.. ada yang mau dipastikan oleh suami anda." ucap dokter itu.
Samantha menatap Abigal seolah bertanya, Abigal.hanya membalas dengan senyumannya saja..
perawat yang baru datang memindahkan samantha kebrankar untuk dipindah keruang pemeriksaan dokter kandungan itu.
" Abi, ini ada apa ??itu tadi dokter kandungan kan ??" tanya mama wina.
" iya ma, kita ikut saja dulu ya ??" ajak.Abigal yang segera mengikuti dokter itu.
Sesampainya diruang dokter. Samantha langsung dibawa tepat disisi alat USG. perawat segera membuka baju Samantha membalur perut samantha dengan gel dingin. Samantha mulai mengerti, ia menduga jika Abigal hendak melakukan pemeriksaan terhadapnya.
__ADS_1
" sus, saya mau diUSG ya ??" tanya Samantha kepada perawat disisinya.
" iya nona, tolong tunggu sebentar ya.." jawab perawat itu dengan ramah
dokter sudah berada disisi Samantha. Abigal serta mama wina juga tak luput menemani samantha. wajah muram samantha membuat Abigal harap-harap cemas, ia takut jika saja tidak ada janin didalam sana.
Dokter melakukan pemeriksaan USG menggunakan alatnya. semua menatap layar 3D disisi sang dokter.
Abigal memicingkan matanya, ini kali pertama ia melihat janin yang masih didalam perut. sedangkan Samantha hanya tertunduk tanpa.berani menatap apapun.
sedangkan mama wina mulai menerbitkan senyumnya, ia sangat faham setiap detail gambar itu.
" nah, Tuan. Nona Samantha benar sedang hamil.. prediksi dokter Umum tadi memang benar, usia janin masih 8 minggu." terang sang dokter yang membuat samantha langsung mengangkat wajahnya dan melihat Layar monitor. matanya berkaca-kaca melihat penampakan janinnya dilayar monitor.
"semua bagus, nona hanya perlu banyak istirahat saja. jangan terlalu stres." lanjut Dokter itu.
" dok..dokter.. saya..saya..hamil.lagi ??" tanya Samantha yang masih tidak percaya.
" iya nona, nona sedang mengandung, usia kandungannya 8 minggu," jawab dokter dengan ramah.
Abigal memegang jemari Samantha dengan erat.
" selamat sayang.. akhirnya kau hamil lagi.." ucap mama wina memeluk Samantha.
Tak ada kata lagi yang keluar dari.mulut Samantha, hanya ucapan syukur dan rasa bahagia yang kini ia rasakan. penantiannya kini berbuah manis dengan diberikannya janin lagi oleh sang pencipta.
.
.
__ADS_1
.