LUKA DAN CINTA

LUKA DAN CINTA
Luka dan Cinta


__ADS_3

bab 116


.


.


.


Waktu berjalan begitu cepat, tak terasa satu bulan telah berlalu, waktu liburan dan bulan madu Abigal serta Samantha juga sudah berakhir. kini mereka sudah didalam pesawat untuk kembali keNegara mereka.


Samantha sibuk menghitung koper yang berisikan berbagai macam oleh-oleh untuk keluarga mereka.


Sedangkan abigal setia menunggu dengan bermain ponsel, ia berbalas pesan dengan Rans. candaan dan godaan dilayangkan sang adik terhadap Abigal.


dalam hati kecil, Abigal masih menyimpan rasa bersalah terhadap Rans, dimana dulu karna keegoisannyalah, Rans harus berpisah dari orang yang amat dicintainya. kini Abigal hanya berusaha menebusnya dengan mencoba menyemangati Rans agar segera mencari wanita lain.


.


.


Sementara Rans yang mendapat balasan dari sang kakak hanya menyunggingkan senyum tipisnya. ia tau betul jika Abigal masih merasa bersalah terhadapnya.


"kau tenang saja kak, aku sudah menemukan wanita yang tepat. saat kau sampai dirumah, aku akan mengenalkannya padamu.." ucap Rans dalam pesan yang akan dikirim pada Abigal.


Rans begitu fokus hingga tidak menyadari jika Deri sudah masuk kedalam ruangannya.


" tuan, Tuan Revandra sudah diruang rapat." ucap deri.

__ADS_1


Rans terperajak dibuatnya. " kak, kau mengangetkanku.."


" maaf tuan."


belum sempat Rans berdiri ponselnya sudah berdering pertanda jika ada panggilan masuk.


" halo ma, ada apa ??" tanya Rans


" Rans, kau tidak lupa kan jika hari ini kakakku pulang ??" jawab Mama Wina.


" tidak ma, aku baru saja berkirim pesan dengan kak abi. mana mungkin aku bisa lupa jika dia mengirim pesan satu jam sekali.." balas Rans.


"nanti kita jemput Ibu dan ayahnya samantha ya..??" tawar mama wina.


" iya. sudah dulu ya ma, aku ada mitting.." kata Rans.


Rans terdiam sesaat. ia mengatur nafasnya dan melangkah keluar dari ruangannya menuju ruang mitting.


.


.


Zakia yang diantar gondrong tengah berada diperjalanan menuju sekolahnya. sesekali Zakia cekikikan kala mendapat balasan pesan dari Revia yang menceritakan pertemuannya dengan Rans beberapa kali yang hanya pertemuan biasa serta makan malam biasa.


hingga Zakia sama sekali tidak menyadari jika sejak tadi ada dua mobil yang mengikuti mereka. namun tidak dengan gondrong, gondrong adalah orang kepercayaan Revandra didalam anggota mafianya, dia yang selalu waspada langsung tau jika nona nya sedang dalam bahaya.


dengan cekatan Gondrong menambah kecepatan laju mobilnya, sesaat Zakia tersadar jika Paman gondrongnya melaju dengan kecepatan tidak seperti biasa.

__ADS_1


" paman, kenapa ngebut-ngebut ?? biasanya jika aku yang minta paman malah akan menceramahiku !!" tegur Zakia.


" Nona berpegangan saja. sepertinya kita diikuti orang jahat." balas Gondrong.


Zakia menoleh kebelakang, dan benar adanya dua mobil menyalip beberapa kendaraan agar tidak sampai tertinggal laju gondrong.


" mereka siapa lagi sih !!!" gerutu Zakia sambil mendegus kesal.


" Nona, tolong hubungi Romi atau pun Yohan, saya hanya membawa satu sejata saja. saya takut nanti mereka terlalu banyak." pinta gondrong.


" paman jangan kawatir. aku juga bawa " ucap zakia sambil mengeluarkan pistol dan belati dari dalam tasnya.


" nona dapat dari mana ?? jika Tuan tau saya bisa..-"


" asal paman tidak bilang papa tidak akan tau, aku perlu mengelabuhi papa supaya aku mendapatkan kedua benda ini.." timpal Zakia dengan santainya.


gondrong tersenyum simpul ketika sekilas melihat Zakia dari kaca spion depan.


" jiwa mafia tuan ternyata tetap menurun padamu nona, meski kau bukan putri kandungnya, kasih sayang yang tuan dan nyonya berikan membuatmu meniru semua sifat dan perilaku Tuan Revandra serta nyonya Nada sekaligus.." ucap gondrong dalam hati.


pagi itu gondrong disibukkan dengan aksi kejar kejar an dijalan raya yang dipenuhi banyak kendaraan yang hendak beraktivitas.


sedangkan Zakia sudah menyiapkan senjatanya, kali ini ia tidak akan mengampuni siapapun yang mengganggu pagi harinya yang bahagia.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2